Perang

Oleh: Budi Akbar

 

Aku harus mulai dari mana?

Mungkin bertanya dulu apa ini

Yang gemelutuk dalam hati

Atau luka-luka yang berjelaga jingga

Diantara rongga dada

 

Pada akhirnya aku dapati perasaan ini mengikis, teriris!

 

Di satu senja menuju haribaan untuk tunduk pada tuhanku

Segumpal senyuman dewi membuatku terhenti

Dibawahlonceng berdentang setiap Minggu pagi

Hingga kita berbagi cinta dalam cerita

 

Saat itu juga tuhan kita berseteru

Aku kamu termangu

 

Tapi, di sana iblis terpingkal-pingkal

Malaikat dongkol menghentikan tugasnya

Sampai hari ini yang aku tahu mereka semua asik menyoraki tuhannya sendiri

 

Pada akhirnya kita di sini

Meminta diksi-diksi sang-Maha

Nihil……

Tak ada sabda, tak ada firman

Walau seberapa lamapun lutut kita bercumbu dengan bumi

 

Surat Tua

Oleh: Andre Lontong

Darahku memutih

Tak seperti menceritakan melati

Oleh senja yang memakan-makan

Hinggap lalat tersisa

-1

 

Waktu itu detik

Hanya kepalan puing rima

Masih menyisah ingat

Dan langkah terus bersajak-sajak

-2

 

Kemarin tak bubar-bubar

Ku pegang masih cenayang

Oleh kudus tak bernokhta

Ku jemari penah melekat

-3s