Keadilan untuk Rakyat Jelek

Keadilan untuk Rakyat JelekOleh: Dys “Maaf ya Mbak.” Nahas, setelah tatapan penuh cibiran itu hanya kata maaf yang ia dapat. Sedang si pemilik tempat usaha masih duduk memainkan handphone, enggan menatapnya. “Memang mengajak bercanda Si Bangs*t ini.” Tentu saja umpatan itu hanya berani ia ucapkan dalam hati, tangannya yang berkeringat meremas amplop coklat kuat. Selaras dengan gemuruh kesal di hatinya. Gadis itu bernama Elok, ia berdiri memperhatikan tempat itu baik-baik sebelum beranjak pergi.  Andai jika sesuatu buruk terjadi, entah kebakaran ataupun gulung tikar. Ia adalah orang pertama yang akan menggelar…