Love is Hurt?

Love is Hurt?Oleh: Nafisah “Akh… “ Suara rintihan itu semakin jelas terdengar di telingaku. Aku bersembunyi di balik tembok beton yang tak jauh dari sumber suara, menetralkan degup jantungku untuk kembali normal. Langkah kakiku sengaja kupelankan agar tidak ada orang yang tahu akan keberadaanku. Aku berusaha mengintip dari balik tembok beton, siapakah gerangan yang tengah merintih kesakitan di malam hari seperti ini? Deg! Aku melihat Cala tengah meringis kesakitan, ia tengah bersandar di balik meja kayu sembari memegangi kakinya yang sudah berlumuran darah. Sesegera mungkin aku mendekatinya dan ia nampak…