2 WARNA

2 WARNA Oleh: arara Eunggh.. Lengguhan kecil akhirnya lolos dari celah-celah bibir tipisku. Kulirikan mataku keluar jendela, kulihat bias-bias cahaya matahari secara samar-samar terpantul pada kaca transparan jendela. Sudah sore ternyata! Kebiasaan buruk seorang Raka sangat sulit dihilangkan, batinku merutuki diriku bahwa lagi-lagi tertidur pada jam terakhir pelajaran.  Dengan malas, aku beranjak meninggalkan kelas sembari menenteng tasku secara sembarang. Derap langkah tegasku menggema memenuhi koridor sekolah, sesekali kau bersiul untuk menghilangkan rasa bosan yang menderaku dalam perjalanan meninggalkan sekolah. Pada ujung koridor, mata kecilku menangkap siluet perempuan sedang memeluk kakinya…