Artikel Penelitian Peran Hegemoni Istri dan Feminisme dalam Pengambilan Keputusan Mengikuti Program Keluarga Berencana di Kampung TRIDI, Kelurahan Kesatrian, Kota Malang : dalam Perspektif Solidarisme Emile Durkheim

2
324

Artikel Penelitian
Peran Hegemoni Istri dan Feminisme dalam Pengambilan Keputusan Mengikuti Program Keluarga Berencana di Kampung TRIDI, Kelurahan Kesatrian, Kota Malang : dalam Perspektif Solidarisme Emile Durkheim

Anis Khoirun Nisa
aniskhoirun77@gmail.com

(Mahasiswa Universitas Negeri Malang)

ABSTRAK
Program Keluarga Berencana merupakan salah satu upaya pemerinah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Salah satu bagian dari program Keluarga Berencana yaitu alat kontrasepsi. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Dalam menentukan jenis alat kontrasepsi, dipngaruhi oleh pola pngambilan keputusan. Pengambilan keputusan adalah proses perilaku orang ketika memilih produk atau jasa mana yang akan dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan populasi sebanyak 1271 dan sampel sebanyak 127 responden yang dilakukan pada bulan Februari sampai April 2018 di 9 RW yang ada di Kelurahan Ksatrian Keamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini menggunakan teori solidaritas organik dan mekanik oleh Emile Durkheim. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengambilan keputusan dalam mengikuti program Keluarga Berencana di dominasi oleh inisiatif responden sendiri. Penggunaan alat kontrasepsi yang paling banyak yaitu suntik, responden lebih memilih bidan untuk mendapatkan layanan Keluarga Berncana. Kata Kunci : Program Keluarga Berencana, Alat Kontrasepsi, Pengambilan Keputusan

ABSTRACT `
Keluarga Berencana Program is one of the government’s efforts to control the rate of population growth in Indonesia. One part of Keluarga Bencana program is contraception. Contraception is an attempt to prevent pregnancy. In determining the types of contraceptives, is influenced by decision making patterns. Decision-making is the process of people’s behavior when choosing which products or services to consume. This research uses quantitative method with 1271 population and 127 respondents samples conducted in February until April 2018 at 9 RW in Ksatrian Village Blimbing Sub-District, Malang City. This research uses organic and mechanical solidarity theory by Emile Durkheim. The results of this study indicate that decision making in Family Planning program is dominated by the respondent’s own initiative. The most common use of contraceptives is injecting, respondents prefer midwives to get Family Berncana services. Keywords: Family Planning Program, Contraception, Decision Making

PENDAHULUAN

Program Keluarga Berencana merupakan salah satu upaya pemerinah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Pencanangan Program Keluarga Berencana dimulai pada tahun 1968 pada pemerintahan Presiden Soeharto. Sejak saat itu, program Keluarga Berencana semakin diperhatikan oleh pemerintah. Salah satu bagian dari program Keluarga Berencana yaitu alat kontrasepsi. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai landasan hukum yang berisikan berbagai pengertian dan definisi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah program KB yaitu: Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami, istri dan anak, serta ayah dan anak. Keluarga Berencana (KB) adalah usaha peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. tujuandari program KB yaitu mencegah kehamilan yang tidak dinginkan, mengatur jara kelahiran, mengurangi angka kematian bayi, mengurangi angka kematianibu hamil, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kesejahteraankeluarga, mendorong penerapan perilaku seksama.
Salah satu daerah yang mengikuti program keluarga berencana dengn menggunkan alat kontrasepsi adalah kelurahan Ksatrian Kecamatan Blimbing Kota Malang. Berdasarkan data statistik kota Malang tahun 2016 Jumlah penduduk miskin (dalam satuan 000) kota Malang pada survei tahun 2016 sebesar 37,03 dengan presentase kemiskinan 4,33 %, indeks kedalaman kemiskinan 0,54% dan indeks keparahan kemiskinan 0,09 %. Selain itu, dalam ruang lingkup Jawa Timur kota malang sebagai daerah dengan kenaikan garis kemiskinan terendah yaitu sebesar 3,6%. Kecamatan Blimbing memiliki jumlah penduduk terendah kedua setelah kecamatan Balearjosari yaitu sebesar 8.774 jiwa dengan rinciaan penduduk laki-laki 4.158 dan perempuan 4.616. Dalam hal tentang program KB, Jumlah peserta keluarga berencana menurut alat kontrasepsi yang dipakai, kecamatan Blimbing sebesar 122. Kelurahan Ksatrian merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Blimbing. Statistik kota Malang tahun 2017 menunjukkan jumlah penduduk kelurahan Kesatrian sebesar 10.960 dengan rincian laki-laki berjumlah 5.678 dan perempuan sebesar 5.282. Berdasarkan data tersebut, akan focus pada pengaruh ekonomi terhadap pola pengambilan keputusan KB yang dalam hal ini dilakukan oleh keluarga masyarakat sipil dan kalangan masyarakat keluarga militer.
Program Keluarga Berencana menjadi agenda pemerintah dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di Indenesia. Seperti yang dipaparkan oleh BKKB tentang program KB yaitu program nasional untuk pengendalian penduduk melalui pengaturan kelahiran dan pemberdayaan ketahanan keluarga, bertujuan untuk menjamin agar seluruh fasilitas pelayanan dapat memberikan pelayanan yang bermutu dan merata keseluruh desa atau kelurahan melalui perluasan akses peningkatan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksI. Dalam program Keluarga Berencana, ada istilah atau komponn didalmnya yaitu berupa alat kontrasepsi. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kontrasepsi menurut buku petugas fasilitas pelayanan Keluarga Berencana berasal dari kata Kontra berarti mencegah atau melawan, sedangkan Konsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan Indonesia telah merumuskan pengertian keluarga seperti yang dicantumkan dalam UU No 10/1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi wanita untuk melakukan atau mengikuti program Keluarga Berencana. Salah satu faktor tersebut adalah faktor ekonomi keluarga.

METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitiannya deskripsi kuantitatif. Dimana dalam penelitian kuantitatif menjelaskan tentang sebuah hubungan antara variabel yang mempengaruhi variabel lainnya. Penelitian dilakukan dalam waktu satu periode, dimana dalam satu periode akan dilaksanakan mulai 23 Februari 2018 26 April 2018. penelitian menggunakan teknik pengambilan data berupa Stratified Sampling. Tempat penelitian akan berlangsung di Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kecamatan Blimbing terdiri dari 12 RW, dengan rincian 10 RW merupakan lingkungan militer yaitu meliputi RW 1, RW 3, RW 4, RW 5, RW 6, RW 7, RW 8, RW 9, RW 10, RW 11. Sedangkan 2 RW merupakan lingkungan sipil Objek penelitian dalam penelitian ini ialah pasangan usia subur yang mengikuti program KB. Data yang telah terkumpul akan diproses menggunakan teknik pengolahan data kuantitatif berupa pemeriksaan data (editing) yang telah terkumpul, memberikan kode (coding), dan penyederhanaan data. Kemudian pada tahap analisis menggunakan analisis SPSS dalam mengelola analisis.

KAJIAN TEORITIK

Solidartas Mekanik dan Organik
Solidaritas Mekanik dan Organik Perubahan pembagian kerja mempunyai implikasi yang besar bagi struktur masyarakat. Perubahan tersebut juga menhasilkan solidaritas social. Durkheim mengacu pada dua tipe solidaritas, yaitu solidaritas organic dan solidaritas mekanik. Persatuan masyarakat mekanik bersifat generalis dengan ciri-ciri ikatan dalam masyarakat dilatarbelakangi oleh keterlibatan semua masyarakat ke dalam kegiatan-kegiatan yang mirip dan mempunyai tanggungjawab ynaag mirip. Sedangkan dalam masyarakat organic dicirikan dengan persatuan akibat perbedaan-perbedaan yang dimiliki orang-orang tentang pembgian tugas dan tanggungjawab yang berbeda. Masyarakat organic memiliki nurani kolektif terbatas kelompokkelompok khusus, dipatuhi dengan itensitas yang kurang, tidak begitu kaku dan isinya adalah peninggian arti penting individu bagi ajaran moral. Sebaliknya, dalam masyarakat mekanik, nurani kolektif sebenarnya meliputi seluruh masyarakat dan segenap anggotanya, dipercaya dengan intensitas yang besar, sangat kaku, dan isinya bersifat agamis.
Penelitian Terdahulu
Menurut Sajogyo(1983) dalam jurnalnya, ,menjelaskan bahwa kekusaan mampu mengambil keputusan bisa dengan sama nilainya atau tidak sama nilainya, terutama antara suami dan istri sedangkan pembagian kerja menunjuk pada pola peranan yang ada dalam keluarga dimana khususnya suami dan istri melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Kedua hal tersebut (kekuasaan dan pembagian kerja ) adalah hal yang paling mendasar dalam keluarga yang dipengaruhi pula oleh posisi keluarga di lingkungan atau masyarakat.Pengambilan keputusan dalam keluarga tentunya tidak lepas dari pertimbangan ekonomi keluarga, seperti halnya dengan keputusan pengambilan keputusan kontrasepsi. Pola pengambilan keputusan dalam menggunakan kontrasepsi secara tidak langsung mampu mengurangi tingkat kelahiran anak di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, Becker (dalam Saskara, Ida Ayu Gde Dyastari) berpendapatan bahwa keluarga dapat menjadi salah satu faktor negatif terhadap fertilitas. Selain itu, Widyanto Anton dkk (2017) menjelaskan bahwa sosial budaya, tingkat pendidikan, strata ekonomi dan tafsir agama memberi dampak signifikan terhadap persepsi masyarakat dalam memahami program BKKBN, khususnya penggunaan alat kontrasepsi. Masyarakat Aceh memandang program keluarga berencana khususnya penggunaan alat kontrasepsi secara positif, akan tetapi sangat bergantung kepada pemahaman yang diberikan pada saat sosialisasi, serta kondisi sosial budaya, strata ekonomi, tingkat pendidikan dan tafsir agama dalam masyarakat.

Pengambilan Keputusan dalam Keluarga Menurut George R. Terry (dalam Donna, 2016) definisi pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih. Sementara menurut Siagian (dalam Donna, 2016) pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi, dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.

HASIL dan PEMBAHASAN

Pengguna KB di Kecamatan Ksatrian mayoritas berumur 45 50 tahun yaitu berjumlah 36 responden dengan presentase 28,3%. Sedangkan pengguna KB paling sedikit yaitu pada usia 21 26 tahun yaitu sebanyak 8 orang dengan presentase 6,3%. Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 127 responden yang diteliti, sebanyak 5 responden dengan presentase 3,9% tidak sekolah atau tidak tamat SD. Jenjang pendidikan tertingg yang ditempuh responden yaitu SMA/Sederajat dengan jumlah 60 responden dan presentase sebesar 47,2%. Selain itu, respoden tamat SD sebannyak 15 respoden dengan presentase 11,8%. Tamat SMP/Sederajat sebanyak 20 responden dengan presentase 15,7%. Responden yang menempun pendidikan formal sampai pada Diploma/Sarjana dan Magister sebanyak 27 responden dengan presentase 21,3%. Berdasarkan table diatas, terlihat bahwa terjadi distribusi pendidikan yang tidak merata di Kecamatan Ksatrian.
Pernyataan tersebut menunjukkan rendahnya pendidikan formal pada beberapa responden di Kelurahan Ksatrian. Banyak alasan atau sebab yang menyebabkan rendahnya pendidikan responden. Mayoritas penghasilan responden masih dalam kategori rendah, yaitu berpenghasilan Rp. 0 Rp. 1.000.000 dengan jumlah 91 responden dan presentase 71,75%. Responden yang berpenghasilan tinggi >Rp 4.000.001 hanya sebanyak 4 responden. Selain itu, responden dengan penghasilan Rp. 1.000.001 Rp. 2.000.000 sebanyak 19 respoden dengan presentase sebesar 15%. Selain itu penghasilan Rp. 2.000.001 Rp. 3.000.000 sebanyak 3 responden dengan presentase 2,4%. Responden dengan peghasilan Rp 3.000.001 Rp. 4.000.000 sebanyak 10 responden dengan presentase 7,9%.
Selain itu, ternyata responden menyatakan bahwa dengan dia bekerja, suami memperbolehkan bahkan suami lebih senang jika responden bekerja. Keputusan istri bekerja didukung juga oleh pasangan. Dalam hal ini, responden juga merasa diuntungkan dengan adanya kampong Tridi. Hal yang menarik terdapat beberapa perbedaan antara pola penambilan keputusan untuk mengikuti program Keluarga Berencana. Dalam masyarakat organik dicirikan memiliki nurani kolektif yang rendah, tidak begitu kaku dan dekat dengan ajaran moral. Hubungannya dengan hasil penelitian ini yaitu bahwa keputusan individu (responden) untuk pemilihan lokasi dan alat kontrasepsi yang digunakan ternaya juga dipengaruhi oleh teman dan tetangga. Masyarakat mekanik dalam hal ini yaitu RW 12 yang merupaka masyarakat sipil, sebagian dari mereka masih mempercayai filosofi Jawa tentang banyak anak banyak rezeki, selain itu juga beranggapan bahwa banyak anak akan memudahkan musyawarah keluarga, hl ini sesuai dengan teori Dukheim tentang masyarakaat mekanik yaitu dicirikan dengan adanya nurani koletif yang tinggi.
Sebaliknya, masyarakat organik dalam hal ini kawasan asrama militer, sebagian besar mereka mengaku bahwa tetangga kurang mempengaruhi dan intenstas interaksi yang terjalin antar keduanya juga masih rendah. Hal ini dikarenakan pindah domisili akibat pekerjaan suami. Ditemukan bahwa meskipun invidu berada di tengah-tengah masyarakat mekanik namun mempunyai pendidikan yang tinggi daripada tetangganya, maka individu tersebut juga akan mempunyai pola pemikiran yang berbeda, lebih rasional. Seperti yang dipaparkan oleh salah satu responden dengan tamat SMK beralasan KB karena beranggapa bahwa banyak anak juga akan menyebabkan banyak pula pengeluaran keuarga. Pemakaian kontrasepsi jauh lebih lazim di antara wanita yang berpendidikan lebih tinggi daripada yang kurang tinggi pendidikannya. Jadi, disini pendidikan juga mampu memungkinkan individu yang tinggal ditengah-tengah masyarakat mekanik dapat berfikir secara organik.
Jika mayoritas responden mengatakan bahwa bidan merupakan layanan terbaik dengan alasan jarak tempat tinggal yang dekat dan atas saran bidan setelah responden melahirkan lalu disaranakn untuk KB, namun disini faktor kepercayaan terhadap teman juga mempengaruhi dalam menentukan kepada siapa dan dimana melakukan layanan KB. Seperti yang dipaparkan responden yang menyatakan bahwa faktor memilih bidan untuk layanan KB karena bidan tersebut sering membeli barang dagannya di pasar. Dalam hal ini berarti faktor kedekatan dan pertemanan juga mempengaruhi peran ayah dalam keluarga yaitu sebagai sumber kekuasaan dalam keluarga, penghubung interen keluarga dengan masyarakat atau dunia luar, pemberi perasaan aman bagi seluruh anggota keluarga, pelindung terhadap ancaman dari luar, hakin atau yang mengadili jika terjadi perselisihan, dan sebagai pendidik dalam segi-segi rasional. Penentuan jumlah anak dan jarak kelahiran anak dalam hasil penelitian menunjukkan selisih yang sedikit antara dominasi peran suami dan istri dalam menentukan jumlah dan jarak anak yang dalam hal ini masih di dominasi suami. Namun, berbeda dengan inisiatif mengikuti program KB dan pemilihan jenis alat kontrasepsi masih di dominasi oleh peran istri. Manusia memiliki kemampuan untuk memotivasi diri mereka untuk mencapai tujuan tertentu. Mereka memiliki kemampuan untuk mengevaluasi perilaku mereka sendiri sehingga dengan demikian, perilaku bersifat mengarahkan diri (self- directed) dan mengatur diri (self- regulated).
Pengalaman istri atas penggunana alat kontrasepsi sebelumnya, juga akan mempengaruhi jenis alat kontrasepsi yang akan digunakan pada periode berikutnya. Seperti yang dingkapkan oleh ebberapa responden bahwa kegalalan alat kontrasepsi jenis pil yang mengakibatkan kebobolan, IUD mengakibatkan bengkak kandungan karena alat kontrasepsi IUD masuk pada kandungan. Keberadaan KB Safari yang merupakan program pemerintah untuk melakukan bantuan layanan KB diakui oleh responden mampu membantu pemenuhan layanan Keluarga Berencana. Beberapa responden juga mengaakan bahwa keberadaan kampung Tridi mampu menambah penghasilan keluarga yang nantinya juga akan berpengaruh pada layanan Keluarga Berencana dalam hal ini yaitu pembelian alat kontrasepsi.

KESIMPULAN

Peran Istri dalam menentukan keputusan mengikuti program keluarga berencana hamper setara dengan istri. Keadaab ekonomi keluarga menjadi salah satu factor yang menentukan pengambilan keputusan istri untuk mengikuti program KB. Alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh responden adalah suntik. Alat kontrasepsi pil sering mengakibatkan kegagalan pada istri saat melakukan program Keluarga Berencana.

DAFTAR RUJUKAN

Anggaunitakiranantika, 2013. Pola Pengambilan Keputusan Mengenai Partisipasi dalam Program Keluarga Berencana pada Keluarga Muda di Kota Malang. Jurnal Sejarah dan Budaya, 1(7). Universitas Trunojoyo Madura. (Online). http://jurnal.trunojoyo.ac.id/dimensi/article/view/3738. (diakses pada 22 Maret 2018)

Anggraeny, Donna Ayu. 2016. Pengambilan Keputusan dalam Menentukan Pendidikan Anak (Studi Deskriptif pada Keluarga yang Suaminya Tidak Bekerja). (Online). http://journal.unair.ac.id/download-fullpaperskmnts41cba42624full.pdf (dikses pada 2 Mei 2018) Awati,

Dwi Erny.2007. Pengetahuan dan Motivasi Tentang Kontrasepsi pada Akseptor KB di 4 Taman Kanak kanak di Kecamatan Sleman. Skripsi. (Online). Dari : (https://repository.usd.ac.id/2804/2/998114224_Full.pdf) (diakses pada 23 Maret 2018)

Bungin, Burhan. 2006. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana. Bungin, Burhan. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana.

Christina, Wina. 2011. Kategori Pengambilan Keputusan Keluarga Melalui Eksplorasi pengambilan Keputusan Keluarga Berdasarkan Jenjang Kelas Sosial. 10(01). (Online). Dari: (https://fbe.ubaya.ac.id/files/download/260_20120227164701.pdf) (diakses pada 22 Maret 2018)

Faisal, Sanapiah. 2005. Format-Format Penelitian Sosial. Jakarta: PT. Rajarafindo Persada.

Helmawati. 2014. Pendidikan Keluarga. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset Kecamatan Blimbing Dalam Angka 2017. (Online). Dari: (https://malangkab.bps.go.id/) (di akses (9 Februari 2018)

Pradini, Dyah Intan. dkk. 2013. Tingkat Ekonomi Keluarga Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi di Dukuh Manukan Sendangsari Pajangan 139 Bantul. 1(02). (Online). Dari:(ejournal.almaata.ac.id/index.php/JNKI/article/download/238/230) (diakses pada 22 Maret 2018)

Kusuma, Puri Dwi putri. – . Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Sikap dan Terpaan Iklan Layanan Masyarakat KB versi Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu di TV terhadap Perilaku KB pada Wanita atau Pria pada Usia Subur. Jurnal Interaksi Universitas Diponegoro. (Online). https://ejournal.undip.ac.id/index.php/interaksi/article/view/4444/4054 (diakses pada 2 Mei 2018).

Rahardju, Julfita. 1980. Wanita Kota Jakarta. Gadjah Mada University Press. Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Ritzer, George. 2014. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Rajawali Press : Jakarta. Rohmat. 2010. Keluarga dan pola Pengasuhan Anak. 5(01). (Online). Dari :(http://download.portalgaruda.org/article.php?article=403085&val=8824 &title=KELUARGA%20DAN%20POLA%20PENGASUHAN%20ANA K) (diakses pada 22 Maret 2018)

Saskara, Ida Ayi Ghe Dyastari. 2015. Pengaruh Faktor Sosial, Ekonomi, dan Demografi Terhadap Penggunaan Kontrasepsi di Denpasar. 8(2). (Online).Dari:(https://ojs.unud.ac.id/index.php/jekt/article/download/165 11/10807) (diakses pada 21 Maret 2018)

Utami, Anggi lestari.2013. Pengaruh Pengambilan Keputusan Perempuan Terhadap Kesejahteraan Keluarga. Skripsi. (Online). Dari:(repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/66014/1/I13alu.pdf) (diakses pada 24 Maret 2018)

Widyanto, Anton dkk. 2017. Keluarga Berencana dalam Perspektif SosioKultural Masyarakat Syariat (Studi tentang Pandangan Masyarakat Aceh terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi), 1(2). (Online).http://jurnalkb.org/ojskb2481/index.php/kb/article/view/10/10 (diakses pada 2 Mei 2018)

2 COMMENTS

  1. Very nice post. I just stumbled upon your weblog and wanted to
    mention that I have really enjoyed surfing around your blog posts.

    After all I’ll be subscribing for your feed and I am hoping you write once more soon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here