Pameran Karya UKM Penulis

📓Akulah Penulis!🖋

Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis Universitas Negeri Malang
dengan bangga mempersembahkan:

📚PAMERAN KARYA 2017📚

-Talkshow Interaktif-
dengan tema:
“Imajinasi Kreatif Dalam Pena Inspiratif”

Bersama:
FIERSA BESARI (Penulis dan Musisi)
Penulis Buku:
“Konspirasi Alam Semesta” dan
“Garis Waktu”

Come and Join Us!
KUOTA TERBATAS

Save the date:
📆 Jumat, 13 Oktober 2017
🕡 18.30 WIB
📌 Gedung Sasana Budaya, Universitas Negeri Malang

💰HTM
Presale: 35K (Snack, Sertifikat, Blocknote, Map, dan Stiker)
Normal: 45K (Snack, Sertifikat, Blocknote, Map, dan Stiker)
OTS: 50K (Snack, Sertifikat, Blocknote, Map, dan Stiker)
VIP: 100K ( Snack, Sertifikat, Blocknote, Map, Stiker, Buku “Konspirasi Alam Semesta”, TTD dan Photo Session)

Pembelian Tiket
Offline:
Sekret UKMP Balai Penulis Muda,
Gedung C3 Kompleks UKM.
Online:
*Transfer via Bank BRI 6507-01-013276-53-1
a.n RENY HARIYATI. *
Konfirmasi Pembayaran:
📝 Nama, Asal Instansi, Foto bukti pembayaran.
💌 Kirim ke 0853-4942-3206 (RENY HARIYATI)

Ticket Available at:
🔲www.eventbrite.com
🔲www.maimilu.com
Narahubung: Sisil 0821-3991-0617
Open Sponsorship: Alby 0822-5774-6768

#pamerankarya2017 #Talkshow #Inspiratif #ukmp #um
#fiersabesari #pecintabuku #konspirasialamsemesta

Sinopsis oleh Eka Putri

 

Sinopsis oleh Eka Putri

Bagian Awal

            Freeya, remaja yang  dipandang sebagai seorang anak yang bahagia, keluarga yang harmonis, dari keluarga kelas menengah keatas, cantik, cerdas, dan friendly. Hampir seluruh aspek kehidupan Freeya dipenuhi dengan keberuntungan. Akan tetapi, yang dipandangtidak esuai dengan apa yang dirasakan oleh Freeya. Ia tak merasa bahagia dengan kehidupannya karena segala apa yang dilakukan dan dijalaninya sudah direncanakan oleh kedua orang tuanya.

            Tak bisa melakukan segala hal yang diinginkan oleh Freeya, akhirnya ia menciptakan dunianya sendiri, dunia angannya sendiri. Disetiap langkah yang dilaluinya di dinua nyatanya, dunia angannya juga akan melakukan hal yang sama. Akan tetapi, berbeda arah dan tujuannya, jiwa angan Freeya akan berjalan sesuai dengan apa yang selalu diharapkan oleh Freeya. Ia juga menciptakan semua tokoh-tokoh baru dalam dunia angannya. Semua hal ini sudah terjadi dari Freeya sejak ia duduk dibangku sekolah menengah pertama hingga sekarang ia duduk dibangku kuliah.

Bagian Tengah

            Freeya mulai jenuh dengan segala perintah dari kedua orang tuanya dan ia juga mulai kehilangan dunia angannya, semua hal ini membuatnya sangat frustasi sehingga ia berencaa mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, rencana itu hanya membuatnya terluka dan kehilangan kesadarannya atau ia mengalami koma. Saat ia mengalami koma semua hal di dunia angan yang selama ini hanya bisa ia bayangkan mulai biasa ia jalani dengan nyata. Semua kebahagiaan Freeya karena angannya terjadi tidak bisa bertahan lama, karena ada yang mulai terasa aneh. banyak sekali orang-orang baru yang sebelumnya tak pernah ada dan ia bayangkan dalam dunia nyatanyaa. Semakin lama akan semakin banyak rahasia yang akan terungkap dan membuatnya harus bisa memilih dan memutuskan akan kelaanjutan dunia angannya.

Bagian akhir

            Ditengah semua peristiwa yang membuatnya bimbang dan bingung ia jatuh hati pada sseeorang yang selama ini membantunya mengatasi segala masalah yang menimpanya. Laki-laki itu juga termasuk orang-orang baru yang tiba-tiba ada didunianya. Perasaan Freeya semakin bingung karena ia harus melepas dunia kebahagiannya untuk keselamatan semua orang yang ada didunia angaannya. Karena jiwa freeya didunia nyata mulai rapuh dan jika jiwanya mati seluruh kehidupan yang pernah ia ciptakan akan mati juga.

Sinopsis oleh Ogi Sandria

 

Sinopsis oleh Ogi Sandria

            Mawar merasa hidupnya seperti neraka. Ketika ia harus terusir dari keluarga dan mayarakat karena hamil di luar nikah. Orang yang menghamilinya menghilang, meskipun ia telah berusaha meminta pertanggungjawaban. Kenyataan hidup membuatnya sempat terpikirkan untuk merenggang nyawanya sendiri, namun hal itu dapat dicegah.

            Kehidupan Mawar berubah lebih baik sejak kedatangan Arbi, lelaki yang mencintainya sejak lama walau tak pernah dianggapnya. Lelaki itu tulus mencintai Mawar dan penuh kesabaran merawatnya. Awalnya Mawar belum mampu mencintai Arbi. Akan tetapi, lambat laun cinta itu tumbuh atas kebaikan-kebaikan yang Arbi berikan kepada Mawar.

            Perjuangan cinta mereka tidaklah mudah, banyak komentar tidak sedap yang memojokkan mereka berdua. Mereka sempat diusir oleh masyarakat yang tinggal di sekitar tempat kos Mawar. Mereka dianggap pasangan haram dan suka bermaksiat. Hal itu membuatnya harus pindah ke tempat lain. Arbi meminta Mawar agar tinggal di rumah neneknya. Di sana ia akan lebih aman. Mawar juga mulai memperdalam ilmu agama dan menyesali kebodohannya di masa lalu.

            Sebenarnya, orangtua Arbi tidak merestui hubungannya dengan Mawar. Ayahnya telah memilihkan seorang gadis untuk menjadi pendamping hidupnya. Arbi bersikukuh menolak, ia telah menambatkan hatinya untuk Mawar. Ia tak mungkin meninggalkan Mawar dalam keadaan seperti itu.

            Suatu ketika, Arbi bertemu dengan orang yang menghamili Mawar. Sempat terjadi percecokan di antara mereka berdua. Orang itu bernama Viki, yang merupakan mantan kekasih Mawar. Ia berencana menikah dengan gadis lain, namun rencana pernikahan itu harus hancur karena gadis itu tahu masa lalau Viki dengan Mawar. Ia marah atas kegagalan pernikahan itu dan berniat membunuh Mawat. Namun, pembunuhan itu berhasil digagalkan oleh warga di tempat kejadian. Atas perbuatannya, Viki harus mendekam di penjara.

            Mendekati usia kehamilan sembilan bulan, kondisi fisik Mawar tidak terlalu baik. Ia seringkali kelelahan meski aktifitasnya hanya sedikit. Arbi pernah menawarinya untuk operasi ketika melahirkan, namun ia tidak mau. Ia merasa bahwa biaya operasi cukup mahal. Ia tidak ingin membebani Arbi, sudah cukup pengorbanan lelaki itu untuknya.

           Mawar melahirkan anak yang dikandungnya dengan bantuan salah satu dukun beranak di desa. Ia sekuat tenaga berjuang untuk menyelematkan anak itu, meskipun ia tahu bahwa fisiknya sudah sangat melemah. Prosesi persalinan berjalan lancar, anaknya sehat wal afiat. Namun, keadaannya sudah sangat kritis. Kemungkinan ia tidak dapat diselamatkan lagi. Di sisa akhir hayatnya, Arbi pun menikahi Mawar dengan dipandu oleh seorang ustad sebagai penghulu. Selepas mengucap ijab kabul, Mawar pun menutup mata untuk selamanya.

Sinopsis oleh Nina Anggraini

 

Sinopsis oleh Nina Anggraini

David adalah seorang mahasiswa yang tekun dan ulet dalam belajar. Baginya buku dan journal-journal merupakan makanan pokok yang harus dia makan setiap hari. Saat ini dia tercatat sebagai mahasiswa aktif universitas Lomonosov yang terletak di jantung ibu kota Rusia yaitu moskwa. Dia termasuk mahasiswa yang berprestasi dalam jurusannya yaitu sejarah. David sangat tertarik untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Indonesia. menurut david Indonesia yang sangat kaya etnik dan budaya menjadi surga penelitiannya dalam belajar ilmu sejarah.

David telah mengikuti kursus bahasa indonesia sejak satu tahun yang lau. Ini merupakan sebuah bentuk persiapannya sebelum dia terbang ke indonesia. sejak diumumkannya bahwa ia lulus seleksi pertuakaran pelajar ke Indonesia david sangat senang sekali. Namun berita tersebut justru menjadi berita buruk untuk ayah david. Ayah david tak mengizinkan david untuk kuliah di Indonesia. dia menginginkan David untuk mengambil program studi S2 nya di Inggris. Namun kemauan david sudah tak dapat diubah. David tetap kekeh dengan keputusannya untuk kuliah di indonesia sekalipun tak mendapat restu dari ayahnya.

Hari pertamanya menginjakkan kaki di Indonesia, david telah di sambut dengan hangat oleh para petinggi Universitas Negeri Malang. Salah satu Univesitas terbaik di Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi. Selama David mengenyam studi di Indonesia dia tinggal di Asrama mahasiswa universitas negeri Malang. Dari situlah david menemui teman-teman yang memiliki sifat dan kebiasaan yang beragam. Teman satu kamarnya yaitu ahmad. Seorang mahasiswa jurusan Biologi yang tekun dan seorang muslim yang sangat tekun beribadah. Dan Martin adalah seorang mahasiwa Ekonomi yang selalu beribadah setiap minggu digereja. Dari berbagai latar belakang yang berbeda david mulai belajar beradaptasi dengan teman sekamarnya tersebut.

Menginjak satu bulan kuliah di Universitas Negeri Malang David telah disibukkan dengan tugas tugas kuliah. Mulai  studi banding yang dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia. dari kegiatan itulah david bertemu Hannisa seorang mahasiswa Universitas Brawijaya. Dari situ david mulai belajar banyak hal tentang sejarah Indonesia. khusunya dari kota asal Hannisa yaitu kediri. David dapat mengetahui bagaimana sejarah dan budaya Kediri dari obrolan-obrolannya bersama hannisa. Bahkan Hannisa tak keberatan mengajak David Untuk berkeliling kota kediri dan mengajak ke Pondok pesantren sauhan ayahnya.

Dari berbagai orang yang ia temui semuanya tak sepaham dengan david yang komunis. Bagi david tuhan hanya sebuah ilusi, tuhan itu tidak ada. Orang-orang yang malas berusaha lah yang menganggap tuhan itu ada. Karena mereka akan menggantungkan harapan mereka pada tuhan. Dia sangat percaya bahwa tuhan itu tidak ada, buktinya dia tetap sukses seperti sekarang tanpa pernah berdoa kepada tuhan. Usaha dan kerja keraslah yang akan mengantarkan seseorang mendapatkan harapannya. Namun dibalik keyakinan komunismenya yang kuat, David memililki rasa toleransi yang tinggi terhadap orang-orang disekitarnya. Dia tak pernah mengejek keyakinan yang diyakini oleh teman-temannya di Indonesia.

Sejak tinggal di Indonesia David telah lama tak menghubungi ayahnya. Pada suatu hari terlintas keinginannya untuk menelpon ayahnya. Namun hasilnya nihil. Ayah david tak menengkat telepon darinya. Sampai suatu saat, saat David pergi ke Bali dalam program studi bandingnya tanpa sengaja ia melihat ayahnya. Saat itu juga david menghampiri ayahnya yang sedang terlihat menikmati jus jeruk di pinggiran pantai kuta. “Apa kabar ayah “, sapa David tanpa basa basi. “Sepertinya kau masih mengingat ayahmu ini”. “Tentu aku mengingatmu ayah, ada urusan apa ayah datang ke Indonesia ?”.”ada hal penting yang harus ayah selesaikan disisni, sahut ayah David. Urusan penting ? kenapa ayah tak memberi kabar kepadaku jika akan kemari ?. ayah tidak ingin kau terlibat dalam pemasalahan ayah, Urusi saja studi S2 mu itu dan segera kembali ke Rusia. Tempat  ini tidaklah cocok untukmu nak. Tidak ayah, aku disini sangat nyaman dan merasa ini sebagai tempat tinggal kedua ku. Terserah saja, turuti saja kemauan-kemauanmu itu. Jangan pernah lagi dengar perkataan ayah. Ayah david beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan david. David tak bisa menahan ayahnya pergi, dia hanya berharap hubungan dengan ayahnya segera membaik.

Sampai suatu malam terjadi sebuah peristiwa menggemparkan masyarakat  kota kediri dimana terjadi pengeboman di Simpang Lima Gumul yang menjadi tempat ikonik kota kediri. Kejadian itu telah memakan banyak korban yang kala itu tengah merayakan malam minggunya. Kejadian pilu itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Polisi setempat langsung melakukan penyelidikan terkait pengeboman tersebut. dari berbagai data yang ditemukan sampai dua bulan dari peristiwa tersebut polisi belum juga mendapat bukti yang kuat. Polisi menemukan identitas dengan atas nama saefullah yang tak lain adalah seorang petinggi pondok pesantren Ar-risalah yang masyhur dikalangan masyarakat. Tentu saja hal ini menimbulkan teka teki yang besar di benak polisi. Dalam motif apa kyai tersebut melakukan aksi ini. Namun tetap saja polisi tetap melakukan pemeriksaan terhadap kyai tersebut. kyai saefullah adalah kyai yang penuh wibawa merupakan ayah dari lima bersudara. Anak bungsunya adalah Hannisa. Kyai saefullah inilah yang menjadi pengatur taktik dalam pembantaian PKI di berbagai belahan kota Kediri.

Polisi tetap melakukan pemeriksaan terhadap kyai tersebut. namun tak ada bukti-bukti yang memuaskan. Sampai suatu hari datang seorang Rusia yang mengaku menjadi kaki tangan peristiwa pengeboman tersebut. tak lain orang yang menjadi dalan peristiwa pengeboman tersebut dalah yah david. Dari peristiwa itulah david juga terseret dalam masalah hukum. Dan diduga juga terlibat dalam peristiwa pengeboman tersebut.

Seketika dunia menjadi gelap dimata david, hatinya terasa kosong. Tak ada seorang pun yang menjadi tempatnya untuk mengadukan keluh-kesahnya. Hari ini dia akan menyaksikan ayahnya dihukum mati didepan matanya. Orang yang selama ini begitu ia sayangi akan terkapar bersimpah darah tak bernyawa saat algojo bertubuh kekar itu melepas peluru-peluru tembakannya. Tak ada lagi yang dapat dilakukan david selain pasrah. Saat ini pun dia juga belum bisa terlepas dari penyelidikan polisi.

David dinyatakan tidak ada keterlibatan dalam peristiwa pengeboman Simpang Lima Gumul. Namun kabar tersebut tak membuat david merasa bahagia. Baginya hidup sudah tak ada artinya. Orang yang ia sayangi yakni ayahnya telah meninggal secara mengenaskan didepan matanya. Masih terngia di telinga david perkataan dari mulut ayahnya pada saat ayah david menjelang hukuman eksekusi. Bahwasanya ibu david yang selama ini ia ketahui bukanlah ibu kandungnya, ibu kandungmu adalah sarwendah, ia merupakan perempuan asli Kediri. Ayah jatuh hati padanya saat ayah sedang studi di Indonesia. ayah menikah dengan ibumu dan hidup bahagia di Kediri, namun tak lama setelah hari kelahiranmu. Saat itu kondisi Kediri benar-benar kacau. Perseteruan antara PKI dan TNI kala itu telah merenggut nyawa ibumu. Ibumu dituduh menjadi simpatisan PKI yang meresahkan persatuan Indonesia kala itu karena telah menikah dengan ayah yang berasal dari Rusia. Yang tak lain berpaham komunis. Namun ibu dan ayah tidak pernah terlibat dalam PKI tersebut, meskipun ayah seorang komunis.

Pernyataan ayah david selalu terngia-ngia ditelinganya, berbekal dari sebuah foto dan alamat yang tertulis dibalik foto tersebut david mencari paling tidak dimana makam ibunya berada. Atau paling tidak saudara dari ibunya. Dengan bantuan Hannisa, pada akhirnya david dapat menemukan keluarga dari ibu David. Sampai akhirnya david memilih menetap tinggal di kediri. Rasa sukanya pada hannisa dan ajaran islam yang banyak diceritakan hannisa membuat hati david yang komunis tersentuh untuk masuk islam.

Resensi MENULIS BUKU ITU INDAH

Resensi MENULIS BUKU ITU INDAH

Bila membicarakan mengenai menulis dan penulis, angan kita akan berlari pada suatu objek yang besar, sebuah masterpiece. Padahal makna dari menulis sendiri sangatlah luas, tak terbatas pada penulis. Namun faktanya, tidak semua orang yang menulis patut disebut penulis. Penulis adalah sebuah pilihan dan terpilih dalam artian yang begitu kompleks.

Menulis Itu Indah: Pengalaman Para Penulis Dunia, merupakan sebuah kumpulan essai yang tidak biasa. Dikumpulkan dari para penulis besar yang hingga saat ini karyanya dikenang.  Ketika membicarakan para penulis ternama, tentu timbul pertanyaan mengenai ‘Bagaimana mereka menciptakan sebuah mahakarya?’. Dalam buku ini, para penulis dunia berbagi pengalamannya melalui sebuah essai yang epik dan nyaman dibaca. Begitu ringan seolah para penulis itu bercerita. Mungkin sebagian besar para pembaca baru akan heran dengan isi dari buku ini. Mungkin mereka tidak akan percaya bahwa buku ini berisi kumpulan essai. Mungkin mereka akan merasa bahwa ini sebuah kumpulan dari catatan harian para penulis. Tapi nyatanya tidak. Essai-essai ini dituliskan untuk menjawab pertanyaan para pembaca mengenai cara para penulis itu menulis. Membaca buku ini membuat kita memahami pandangan para penulis dunia mengenai hakikat menulis itu sendiri, sastra, juga tokoh-tokoh yang berjasa dalam setiap karya besar yang berhasil mereka ciptakan.  Sebagai contoh, pandangan Gao Xingjian “Penulis adalah orang biasa dan bukan juru bicara bagi banyak orang, dan sastra tidak hanya dapat menjadi suara seorang individu. (hal.49)” pandangan yang sarat akan hakikat seorang penulis dan karyanya.

Bahasa yang lugas selayaknya orang yang tengah bercerita merupakan kelebihan dari buku ini. Sayangnya tak semua essai mampu dipahami dengan cepat. Beberapa penulis menggunakan bahasa yang sulit dicerna dalam essainya. Tentu akan menyulitkan bagi pembaca awam. Dapat dikatakan buku ini mungkin hanya mampu dipahami oleh pembaca dari kalangan terpelajar (Mahasiswa dan tingkatan di atasnya) dan lebih cocok lagi bila dibaca oleh kalangan yang berkecimpung di dunia sastra. Beberapa essai memuat istilah-istilah yang berkaitan dengan kajian mengenai sastra. Seperti essai Albert Camus yang membahas mengenai kreator, proses kreatif, dan karya-karya absurd. Tidak dapat dipungkiri memang, bila membahas mengenai menulis, pasti akan tertuju pada penulis, dan akhirnya mengarah pada sastra. Seperti halnya ketika membicarakan ilmuwan tentu mengarah pada hasil penelitian, meski nyatanya ilmuwan sendiri menuliskan penelitiannya, entah mengapa mereka tidak disebut sebagai penulis, melainkan penemu.

Secara keseluruhan buku ini sangat direkomendasikan, terutama bagi kalangan yang bergelut dibidang sastra. Buku yang mampu menambah pandangan kita mengenai hakikat menulis itu sendiri. Bahkan mampu menambah pandangan mengenai dunia yang belum kita kenal seutuhnya.

 (Resensi oleh gadis yang baru belajar, Fatim)