Bahagia di Kepalamu

Bahagia di Kepalamu Oleh: Mita Berliana Dipenghujung siang dia menelponku. Berkata harus menemuinya sepulang magang. Dia berjanji akan mentraktir segelas jus mangga kesukaanku. Dia selalu sukses agar aku tertarik padanya. Aku datang ke tempat yang dia suruh aku datang. Di sana kulihat dia sudah berpakaian rapi bahkan disetrika. Terlihat jelas dari lipatan-lipatan yang kencang itu. Dari kejauhan, dia ternyata menyadari kehadiranku, maka dia mengangkat bibirnya, tersenyum padaku. Dia wangi. Rupanya dia mandi dulu sebelum bertemu denganku. Niat sekali, pikirku. Dia masih basa-basi padaku, padahal aku menanti isi kepalanya. To the…

Kamu Tidak Akan Menemukan Apapun

Kamu Tidak Akan Menemukan Apapun Oleh: Widhi Hidayat Kejutan kecil dari seloki, di tengah pandemi kami bagikan keseruan canda dan tawa. Di atas bale dengan bambu yang berbaris dengan rapi, tempat tunggu cuci motor yang ramai ketika siang hari dan sunyi di malam hari, menjelma menjadi sebuah tempat cengkrama yang biasa dilakukan. Beberapa kawan memilih untuk duduk dengan melingkar, ditemani minuman khas kota kelahiran (yang dibeli tadi siang), meskipun rasa dan aroma tidak seperti biasanya, seloki akan tetap berputar meskipun pelan. Tanpa disuruh pria paruh baya menghampiri kami, “Saya bukan…

Jika Pandemi Usai

Jika Pandemi Usai Oleh: Ahmad Syaihuddin Tri Harjono “Bruumm..” Jalu menarik gas motornya setelah ia berpamitan dengan ibunya. Motor matic hitam yang dikendarainya mengangkut barang-barang dan makanan yang telah disiapkan ibunya beberapa jam yang lalu. Nasi, daging, sayur, serta camilan dibungkus dalam kresek hitam dan ditaruhnya di depan. Sementara barang-barang seperti pakaian dan buku-buku diletakkan di kardus di bawah makanan, ada juga yang di dalam jok. Jalu sangat bersemangat karena hari ini akhirnya ia bisa kembali ke tanah rantauan Kota Malang setelah berbulan-bulan berada di rumah akibat adanya pandemi. Kini…

The Shard of Memories

The Shard of Memories Oleh: Rozi Ibadallah Takdir seorang manusia tertulis jauh di dalam sel tubuh mereka, cerita yang semegah takdir terbentuk oleh banyak kata yang kecil dan rapuh, kata-kata itu tersusun dari empat macam huruf yaitu A, T, C dan G. Terbatas hanya tiga huruf untuk menyusun sebuah kata seperti CAG, CTG ataupun TAA. Banyak kata yang terbentuk dari kombinasi susunan empat macam huruf adalah 64 kata berbeda satu sama lain. Kata-kata itu merangkai sebuah paragraf cerita, sebuah paragraf gen.  Manusia setidaknya memiliki 60.000 hingga 80.000 macam paragraf gen…

Wo de Lao Ban

Wo de Lao Ban Oleh: Mita Berliana Angkara. Namun, kami dan warga setempat diminta memanggilnya Lao Ban yang berarti bos. Lao Ban seorang juragan ayam. Dia punya rumah besar dan di belakang rumah besar itu terdapat lahan yang ia jadikan kandang ayam paling besar lagi luas yang pernah kulihat. Dia kaya raya, dari kesemua warga yang tinggal di desa ini mungkin hanya aku yang berpikir, “Bagaimana seorang juragan ayam bisa sekaya ini?” dan mungkin hanya aku pula yang berpikiran bahwa ia ikut pesugihan atau hal-hal yang berhubungan dengan demit lainnya.…