Sebuah Pamit yang Pahit

Sebuah Pamit yang PahitOleh: Ind Bumbung asap dan limbah gas rutin menggelapkan langit cerah, membakar semangat kaum muda-mudi untuk berkeliling stadion di pagi hari sembari menghirup udara segar. Sebagian besar mengalir bersama angin dan mengganggu pemuda-pemudi di wilayah sebelah; kaum tua dan lansia apalagi, hanya termenung menatap langit yang cerahnya tak dapat disapa lagi. Sebagian kecil resap di perawakan pepohonan. Sebagian lagi difiltrasi, katanya. Entahlah, udara, air dan segenap tanah seakan bukan milik kita lagi. Mereka dioptimalkan, lebih tepatnya dijadikan alat barter untuk mendinginkan ego kaum yang sedang kehausan, kelaparan…

Peta

PetaOleh: nawalapatra Aku menemukan petaTepat dalam suatu yang kau sebut isi kepalaAku kira ia takkan membuatku tersesat arahTapi mengapa terus membuatku lelah bertanya Aku menemukan petaTepat dalam suatu yang kau sebut isi kepalaAku ingin telusuri kota mana sajaTapi belum melangkah, aku telah dibuatnya menyerah

Sebuah Tangga di Utara

Sebuah Tangga di UtaraOleh: Lian Malam itu hujan baru saja turun, menyisakan udara dingin yang menusuk tulang begitu kuat. Keadaan sangat senyap karena orang-orang tidak berniat keluar rumah sama sekali, memlih untuk tetap tinggal di dalam ruangan dengan lapisan selimut tebal. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Satria Pamujiono. Pemuda yang biasa dipanggil Mas Tri oleh tetangga sekitar rumahnya, masih terduduk tenang di teras rumah, menatap rintik kecil hujan yang masih sedikit turun dari balik genteng rumahnya yang berlubang. Padahal jarum jam sudah berada tepat di angka sebelas, tetapi Tri…

Bagiku….Bukan Melulu Masa Lalu

Bagiku….Bukan Melulu Masa LaluOleh: Ranmaru Bagiku, bukan melulu masa laluMasa lalu…. tentang sebuah kebenaran, sebuah buktiIa menyimpan pengetahuanYang tersembunyi, terkubur, terhijabi dalam waktu Bukannya aku gagal move on atau romantisme semuAtau semacamnya, terserah apa katamu aku tidak peduli karena inilah akuJiwaku adalah masa lalu, dalam keterlemparan menurut Das seinPenaku, kertasku, semuanya adalah masa laluHanya saja eksistensiku adalah masa kini… Menyusuri lorong diakronik, menembus waktu, adalah keahliankuDan lagipula aku seorang pengelana, jiwaku seperti hantu penasaranYang ke sana kemari mencari jejakDari puing puing yang tersisa, menyingkap misteriPengetahuan dan kebenaran yang terkubur oleh…

Catatan Penulis

Catatan PenulisOleh: Diki Mahpudi Cerita ini ditemukan dalam bahasa yang hanya bisa dipahami penemunya. Lalu ia terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan upaya sebisanya karena keterbatasan kosakata yang dimiliki. Di malam yang sunyi ia berjalan dengan sangsi. Mengikuti kunang-kunang bercahaya terang. Kala itu langit terbelah, dan membuyarkan ia punya konsentrasi kepada apa yang ia ikuti. Kunang-kunang terang itu hilang. Sebuah botol kaca jatuh menimpa kepala. Keduanya tidak pecah, tapi memberi benjolan di jidatnya. Ia mengaduh dan mengutuk, lalu mengambil botol itu. Hampir ia membuangnya dengan penuh amarah, ia menyadari ada…