Betty

Betty Oleh Shevi R. A “Andai pun bisa kembali dan mengubah musim panas itu, aku tidak akan melakukannya.” *** Rasanya baru minggu lalu aku menerima kabar bahwa dia pulang saat hujan badai. Semua tetangga berkunjung ke rumahnya, bertukar sapa setelah sekian lama atau sekadar meminta buah tangan karena dia dikenal sangat dermawan, tapi tidak denganku. Aku tetap berjibaku dengan tepung protein sedang, telur, dan mesin pemanggang. Tidak, tidak sedikit pun aku membencinya. Aku ingin—tapi tidak pernah bisa. “Tidakkah kamu merindukannya?” tanya tetanggaku kemarin sore. Aku menjawab tanpa jeda, “Tentu.” Tetanggaku…

Untuk Kali Ini

Untuk Kali Ini Oleh: Nisa Kali ini giliran saya yang memohon Atas hirupan udara setiap hari Jangan pernah lelah meskipun monoton Sebab saya selalu ingin melihat kamu dari bawah mentari Kali ini giliran saya yang meminta Atas segala kesalahan Mungkin saya tidak berhak untuk memaksa semata-mata Hanya saja, saya tidak ingin kamu dendam sendirian Kali ini giliran saya yang berbicara Atas segala waktu yang telah lalu, biarkan menjadi kenangan tanpa pewara Sebab saya enggan lagi jadi benalu Kali ini izinkan untuk terakhir kali, izinkan saya mohon undur diri Sebab saya…

The Sunset is Beautiful, Isn’t It?

The Sunset is Beautiful, Isn’t It? Oleh: scriptgurl        Bintang tidak pernah paham bagaimana konsep dari sebuah cinta. Apakah itu tentang payung yang 90% ada di atas kepala pasangan kita dan membiarkan pundak kita basah? Atau tentang cokelat favorit yang tetap kita simpan di dalam tas meskipun kita tahu dia selalu mengambilnya? Atau contoh lain, tentang kita yang membiarkan kulit ayam kita untuk dimakan pasangan kita meskipun kita sangat menyukainya? Atau mungkin juga tentang suapan ice cream terakhir yang kita relakan untuk pasangan kita? Masih banyak andai-andai lainnya, dan Bintang…

Parum Memoria

Parum Memoria Oleh: Scriptgurl Hingar dan riuh itu perlahan menurunkan bahananya Ketika kulihat senyum lebar di balik kaca pigura  Aku membalas senyumnya, menaruh sejuta atensiku di situ Semakin lama semakin lebar, tanpa sedikit pun ragu Iya, aku melihatnya Semuanya sama, termasuk rambut pendeknya Kecuali satu hal, matanya tidak berkantung Dan ia hanya menangisi luka yang nyata, bukan rasa berkabung

Lilin Malam Itu

Lilin Malam Itu By : Alvita “Lama, ya, kita ngga ketemu. Kamu apa kabar?” tanya pria yang tengah duduk di depannya. Dia adalah Haidar Ghifari Fannan, seorang pria yang berasal dari masa lalunya. Sudah lima tahun sejak ia memutuskan untuk pindah kampus, ia tak pernah lagi bertemu dengan Haidar. Hari itu bisa disebut hari pertama mereka kembali bertemu setelah lima tahun lamanya. — 5 tahun lalu Kisah ini berawal dari pertemuan mereka saat ospek di kampus, awalnya mereka tak saling kenal. Saat hari pertama ospek mereka melakukan kesalahan yang sama…