Terlambat

TerlambatOleh: Raisa Duka itu datang, bahkan sebelum, sesaat, dan setelah kubayangkanBagaimana aku bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan?Ketika ia kerap hadir dalam keduanya. Duka itu membuatku menjadi seorang berpenyakitYang terjangkit virus kronis, menghancurkan sistem air matakuIa meluncur tak terkontrol, seperti nafsu manusia di dunia. Seluruh uangku tidak bisa untuk membeli mesin waktuAtau menukarnya dengan ribuan permata, tidak.sebelum matahari itu terbit, aku hanya ingin sekali sajaAku ingin pulang dan menciumnya.

Ekuilibrium

EkuilibriumOleh: Rizkita Kuscahyani Jemari mungilnya menggenggam erat jempolku dengan kuat. Sayangnya, genggamannya mulai merenggang dibasahi oleh titik-titik air yang meluncur dari mataku sebelah kiri sebagai pertanda kesedihan. Di hadapan nisan anak tunggalku, aku berjanji akan mengawal setiap tugas perkembangan kedua anaknya. Akibat pemabuk yang bergentayangan di jalan raya, putriku Anne dan suaminya Genta, menjemput ajalnya di saat Hanifah berumur 15 bulan dan seragam merah putih khas sekolah dasar membalut tubuh Margaret. Kedua cucuku itu adalah harapan, semangat, dan tekadku yang kuat dalam tiap jejak langkahku. *** “Nek, Hanifah berangkat ya…

Ada yang Tanggal dan Kita Belum Mengerti Apa

Ada yang Tanggal dan Kita Belum Mengerti ApaOleh: nawalapatra Ada yang tanggal dan kita belum mengerti apa Barangkali tatkala tiba masa kita memungutrasa secukupnya, dan menyimpannyadalam saku kemejamu yang putih gadingLantas luntur bersama segala kenangyang ujungnya tenggelam dalam kening Ada yang tanggal dan kita belum mengerti apa Barangkali tatkala percakapan kedaluwarsaberganti menjadi kaset rusakyang berputar di kepalaLantas bayang dan rengkuhmukini hanya menjelma sekelebat hampa Pada stasiun kereta penuh, taman kota riuh,dan segala keramaian acakMenjadi saksi sepi yang bergelung nyaman di pundakDan segala tanya yang masih menempeli kepala:Ada yang tanggal dan…

Sepasang Sayap

Sepasang SayapOleh: Nuril “Kampret, gila lu!”           Seorang pria berpiak tengah menatap tajam wajah Audy yang terburu menahan lidahnya saat menyadari ia menjadi sorotan setelah mengucap kalimat ternodai pada seekor kucing hitam. Audy memalingkan wajah berusaha menjauh dari tatapannya. Bukannya menghindar, pria ini terus mendekat perlahan pada Audy.           “Mbak, ini earphone milikmu?” Oh shit! Audy pikir pria ini akan memarahinya setelah ia menggertak kucing tak bersalah karena terus mengikuti di mana pun Audy berada. Ia menunduk sambil berpura-pura membenahi kerudungnya.           “Eh iya Mas punya saya, terima kasih.” Wajah…

Dengan Gaun Kau Telanjang

Dengan Gaun Kau TelanjangOleh: M. Ma’ruf Muzaqi Ini tubuhku yang telanjangBerserah pada heningPasrah pada mata beningApa kau lihat?Ada bekas robek di dahi,mata kiri, juga hati yang kau curi Masuklah pada hatiku yang hilangAda perayaan malam telanjangUntuk setiap hati yang nestapaSemua orang datang tanpa busanaDan bergumul dengan kenanganDi kamar yang abadi oleh puisi Lihat mataku yang telanjangDari sebening bercak darahDi titik hitam matakuAda dirimu dan seorang priaSedang ku kutuk sebagai masa lalu Lantas, mengapa kau tutup dirimuDengan gaun pesta ulang tahunSementara tubuhmu ialah tubuhkuLukamu sepenuh ingatanku padamu