Love is Hurt?

Love is Hurt?Oleh: Nafisah “Akh… “ Suara rintihan itu semakin jelas terdengar di telingaku. Aku bersembunyi di balik tembok beton yang tak jauh dari sumber suara, menetralkan degup jantungku untuk kembali normal. Langkah kakiku sengaja kupelankan agar tidak ada orang yang tahu akan keberadaanku. Aku berusaha mengintip dari balik tembok beton, siapakah gerangan yang tengah merintih kesakitan di malam hari seperti ini? Deg! Aku melihat Cala tengah meringis kesakitan, ia tengah bersandar di balik meja kayu sembari memegangi kakinya yang sudah berlumuran darah. Sesegera mungkin aku mendekatinya dan ia nampak…

Bucin Bukan Bucin

Bucin Bukan BucinOleh: Bela Lembut kian kata itu merasuki kalbuSehalus embun yang menyentuhTergiang-ngiang pulaBak nyamuk nan mengitari empunya Kata demi kata itu takkan pernah sirnaBahkan telah menggerogoti ragaSang tulang rusuknya, mungkin Jelas sudah, bukan hanya ingin bercumbu sajaTapi maunya pun memiliki seluruh jiwaKalo dikata sekarang itu namanya, bucinBukan BUdak CINtaTepatnya Bukti Untuk Cari Idaman Naim Malang nian,Nasib para kuntum iniMeski habis manisSepat pun lupa dibuangBersarang dan berakar dalam kantong sejalur pusarTumbuh hidup membelenting besar.

Apa Pun yang Terjadi, Dunia Akan Tetap Berputar

Apa Pun yang Terjadi, Dunia Akan Tetap BerputarOleh: iaznmhr Aku bosan. Dua kata itu selalu terngiang bebas dalam pikiran. Ketika aku berdiri maupun duduk; ketika aku makan maupun minum; ketika aku berjalan maupun berlari; bahkan ketika aku melamun dan memejam mata, aku tetap merasa bosan. Tidak ada lagi hal yang bisa memantik gelora semangat pada jiwa. Aku bosan.Dunia ini juga membosankan. Tidak ada lagi yang menarik minat dan kesan. Semuanya memuakkan. “Apa pun yang terjadi, dunia akan tetap berputar,” adalah kata-kata yang selalu kugaungkan di benak. Tak peduli pagi atau…

Keadilan untuk Rakyat Jelek

Keadilan untuk Rakyat JelekOleh: Dys “Maaf ya Mbak.” Nahas, setelah tatapan penuh cibiran itu hanya kata maaf yang ia dapat. Sedang si pemilik tempat usaha masih duduk memainkan handphone, enggan menatapnya. “Memang mengajak bercanda Si Bangs*t ini.” Tentu saja umpatan itu hanya berani ia ucapkan dalam hati, tangannya yang berkeringat meremas amplop coklat kuat. Selaras dengan gemuruh kesal di hatinya. Gadis itu bernama Elok, ia berdiri memperhatikan tempat itu baik-baik sebelum beranjak pergi.  Andai jika sesuatu buruk terjadi, entah kebakaran ataupun gulung tikar. Ia adalah orang pertama yang akan menggelar…