COMING SOON (Kelas Menulis)

Akulah Penulis!

Hai para penulis muda, bagaimana kabar kalian? Masih galau tentang cara menulis ilmiah? Susah mendapat ide, padahal selebaran kompetisi ilmiah melayang dimana-mana? Oh atau mungkin minder? Aduh udah basi, mending simak yuk kegiatan rutinan baru kami, dijamin bakal seru dan kalian pasti tidak akan takut salah apalagi takut gagal dalam menulis.

Department INKubator of UKMP proudly present “Writing Class or Kelas Menulis”

Mau tahu seputar Kelas Menulis?

Yap,
COMING SOON ON FEBRUARY 2017

More info:
085733387142 (Rosi)

Cerpenis Nasional dan Editor Kompas Minggu datang ke UM

 

Universitas Negeri Malang (UM) didatangi oleh cerpenis nasional dan editor Kompas Minggu, melalui acara Pameran Karya (PK) 2015 pada Sabtu (24/10). Cerpenis nasional, Agus Noor dan Putu Fajar Arcana, editor Kompas Minggu. Mereka datang sebagai narasumber pada kegiatan tersebut. Kegiatan ini dipelopori oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis (UKMP) UM. Acara yang bertajuk Workshop Cerpen Kompas ini merupakan kerja sama UKMP UM dengan Kompas. Ketua Umum UKMP, Syahrul Saputra mengungkapkan, mekanisme workshop pada tahun ini adalah yang terbaik. Peserta workshop harus melalui seleksi panitia karena kuota yang terbatas.

 

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Umum UKMP, Ketua Pelaksana PK 2015, dan dibuka oleh pendamping UKMP, Moh. Syahri, S. Sos., M. Si. Dilanjutkan dengan pemutaran Video Company Profile Kompas yang dibahas oleh Vicentia Sulyana, community engagement specialist Kompas. Setelah itu, terdapat sesi perkenalan mengenai Workshop Kompas dari Putu Fajar Arcana.

 

“Kerjasama yang dilakukan komunitas-komunitas yang memiliki jalur yang sama dengan Kompas merupakan upaya untuk mendekatkan Kompas secara emosional dengan pembaca,” kata pria kelahiran 10 Juli 1965 itu. Menurut laki-laki yang mengenakan topi hitam Fedora ini, workshop kepenulisan dapat merawat kemanusiaan melalui karya sastra.

 

Sejumlah 35 peserta workshop mendapat penjelasan kreatif membuat cerpen oleh Agus Noor. “Antusiasme peserta workshop kali ini kurang, tidak seperti di kota-kota lainnya, mereka saling berebut untuk bertanya,” ungkap pria berkacamata ini. Menurutnya, pertanyaan yang diajukan oleh para peserta kebanyakan masih bersifat elementer. Padahal, workshop Kompas lebih mengedepankan pembuatan cerpen agar lebih menarik. “Walaupun begitu, para peserta memiliki semangat yang tinggi untuk belajar,” tutur pria yang lahir pada bulan Juni ini.

Setelah istirahat, salat, dan makan, para peserta melakukan observasi di sekitar Kampus UM dan mengidentifikasi karya-karya dari koran Kompas. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu membuat sebuah karya dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia. Selanjutnya, karya-karya tersebut diulas oleh narasumber.

Rangkaian Workshop Cerpen Kompas ditutup dengan pemberian kenang-kenangan pada tiga peserta terbaik dan foto bersama. “Melalui kegiatan ini saya berharap para peserta workshop khususnya teman-teman UKMP mampu mengembangkan kepenulisannya dan kerja sama dengan Kompas dapat berlanjut,” kata Ratih Meylana, Ketua Pelaksana PK 2015. (hna//yna)

 

Hana Anggita

Mahasiswi 2014

S1 Pendidikan Bahasa Jerman

Universitas Negeri Malang