Bucin Bukan Bucin

Bucin Bukan BucinOleh: Bela Lembut kian kata itu merasuki kalbuSehalus embun yang menyentuhTergiang-ngiang pulaBak nyamuk nan mengitari empunya Kata demi kata itu takkan pernah sirnaBahkan telah menggerogoti ragaSang tulang rusuknya, mungkin Jelas sudah, bukan hanya ingin bercumbu sajaTapi maunya pun memiliki seluruh jiwaKalo dikata sekarang itu namanya, bucinBukan BUdak CINtaTepatnya Bukti Untuk Cari Idaman Naim Malang nian,Nasib para kuntum iniMeski habis manisSepat pun lupa dibuangBersarang dan berakar dalam kantong sejalur pusarTumbuh hidup membelenting besar.

Paket

PaketOleh: Anggun I. Seperti paket yang dinantiTak peduli waktu lagiAku menanti Seperti paket yang ditungguTak peduli walau menggangguAku terpaku Seperti paket yang beralamatTak peduli diperalatAku mendekat Seperti paket yang dijagaTak peduli tipu dayaAku berdoa Semoga paket karuniaSegera tibaDari-Nya.

Hatiku Selembar Kanvas

Hatiku Selembar KanvasOleh: Hanamizuki Hatiku selembar kanvasTerhelai kosong dan terabaiSuci dari tangan kotor si empuYang tak pandai melukis Hatiku selembar kanvasYang tak tergores oleh kuasMembiarkan lembar putihnya tertutup debuBegitu saja hingga jadi kelabu Hatiku selembar kanvasYang rindu akan parasmuMengabadikan tiap gores cantikSebelum tua dilahirkan waktu

Alarm

AlarmOleh: Why Apa yang bisa membangunkantidurmu di pagi hari?Lengkingan suara ibu, ataudering alarm yang mengganggu? Nyatanya, alarm dari langgaryang lebih menggelegar“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhInnalilahi…Telah berpulang si fulan,dalam pangkuan Tuhan.” Pada suatu masa terkuat,terasa pelik oleh duka teramat.Pada detik yang semakin menyingkat,apakah malaikat sedang mencicil kiamat?

Terlambat

TerlambatOleh: Raisa Duka itu datang, bahkan sebelum, sesaat, dan setelah kubayangkanBagaimana aku bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan?Ketika ia kerap hadir dalam keduanya. Duka itu membuatku menjadi seorang berpenyakitYang terjangkit virus kronis, menghancurkan sistem air matakuIa meluncur tak terkontrol, seperti nafsu manusia di dunia. Seluruh uangku tidak bisa untuk membeli mesin waktuAtau menukarnya dengan ribuan permata, tidak.sebelum matahari itu terbit, aku hanya ingin sekali sajaAku ingin pulang dan menciumnya.