CERPEN – JATUH DAN CINTA

1
367

JATUH DAN CINTA

Oleh: Dewi Sekar Sari

Mega mentari mulai memerah, menerjang angin yang menerobos penjuru arteri. Dan menunjukkan aura tenangnya, terlihat di sudut danau seorang laki-laki berkulit tinggi, bertubuh tinggi. Ia adalah Rozi, seorang langganan pengunjung danau itu, baginya tempat ini adalah untuk mengehilangkan penat dan menghilangkan beban pikiran. Dia adalah seorang mahasiswa yanga sangat hemat berbicara, karenanya ia hanya memiliki satu teman akrab, yaitu Jhoni.

Meskipun Rozi setia dengan diamnya dia disukai oleh banyak wanita di kampusnya, karena wajahnya yang terbilang tampan, dan terlihat cool karena diamnya. Namun ia tidak memperdulikan itu, baginya percuma disukai banyak wanita jika ia sendiri tidak menyukai wanita itu. Namun ada nama yang terselip dalam hatinya, yaitu seorang wanita yang membuatnya tak biasa, yang membuat mukanya memerah, saat bersapa dengannya, wanita itu adalah Devi. Ia menyukai Devi sejak pertama kuliah, mereka memang satu kelas sejak pertama kuliah hingga sekarang semester enam.

Ricuh terdengar di telinga, mahasiswa datang dan pergi silih berganti, kebisingan yang tak pernah henti, tempat penghilang haus dan lapar, begitulah suasana kantin di setiap harinya. Terlihat di sudut kantin Rozy sendirian, sedang membaca sembari menyeduhkan kopinya.

“Hey Roz, nanti malam ikut aku yuk, aku mau ngenalin kamu sama seseorang” Suara Jhoni yang mengangetkan Rozy

“siapa.? pacarmu?” Tanya Rozi

“lihat saja nanti” jawab Jhoni

“Ah., paling pacarmu”

Malam yang dijanjikanpun tiba, Rozi sudah sampai di tempat sebelum Jhoni dan sesorang.

Sekitar sepuluh menit kemudian Jhoni datang bersama  seseorang, dan betapa terkejutnya yang datang bersama Jhoni adalah Devi, seorang wanita pujaan Rozi sejak pertama kuliah. Sekarang sudah menjadi pacar sahabatnya sendiri. Wajah Rozi memerah, jantungnya menerjang kencang. Ia tidak berucap sepatah katapun, hatinya hanya terlukis luka yang berusaha ia tutupi dengan senyuman.

“Hay Roz” sapa Devi

Rozy hanya tersenyum

“kalian sudah saling kenalkan, orang kita satu kelas kok” kata Jhoni

Malam itu adalah malam yang tidak pernah ada dalam mimpi Rozi, hingga tidak ada suaranya di sana. Sedangkan Jhoni asyik berbicara sama Devi, sekali-kali menyapa Rozi, hanya saja Rozy saat itu hanya ingin diam, sehingga ia tidak terlalu terlibat dalam perbincangan. Tidak lama kemudian Rozi pamit untuk pulang lebih awal, dengan alasan takut nyokapnya khawatir. Padahal hatinya yang tak bisa menerima apa yang dilihat oleh mata.

Tiba-tiba ada darah yang mengalir cukup deras dari hidung Rozy, sejak kecil darah itu mengalir keluar dari hidungnya, ragam obat dan perawatanpun sudah ia lalui, namun tetap saja penyakit itu tak mau keluar dari tubuhnya. Ia  mengidap leukemia.

Rozy dan keluarganya sepakat untuk berobat ke Singapura , dan meninggalkan Jakarta untuk sementara waktu sampai proses pengobatan selesai. Tanpa menggurus cuti kuliah terlebih dahulu Rozi  berangkat ke Singapura karena penyakitnya semakin parah.

Sudah tiga hari Rozi tidak masuk kuliah, Jhoni dan Devi mencari kabar tentang Rozi hingga akhirnya Jhoni dan Devi memutuskan untuk ke rumah Rozy. Namun sebelumnya Devi mendapatkan selembar surat dari Rozy, yang ia titipkan ke Aldi temannya. Devi langsung membuka surat itu, yang berisi tentang cinta Rozi kepadanya, ia langsung meneteskan air matanya, dan menyadari bahwa ternyata Rozi begitu mencintainya.

 

Devi menyeka air mata yang mengalir di pipinya, dan ingin bertemu Rozy saat itupula. Hingga akhirnya mereka berangkat ke rumah Rozy. Sesampai di sana rumahnya kosong tak berpenghuni, segera  Jhoni mencari kabar tentang Rozy dan keluarganya. Ia bertanya kepada tetangga Rozy.

“maaf Bu mengganggu, apa Ibu tahu pemilik rumah ini ke mana?” Tanya Jhoni

“pemilik rumah ini ke singapura ngantarin anaknya berobat” jawab tetangga

“anaknya sakit apa Bu?” Tanya Devi

“kalau gak salah Leukimia nak” jawab tetangga

Air mata Devi langsung menyerang pipinya, sebenarnya ia mencintai Rozi, malam pertemuan antara mereka bertiga dengan maksud agar Jhoni membuat Devi dan Rozi lebih dekat, karena sulit bagi wanita untuk mendekatinya dengan sikap dia yang terlalu dingin. Rozy dan Devi pulang dengan membawa kepedihan yang tak mereka sangka sebelumnya. Selain berharap Rozy pulang dengan keadaan sembuh, Devi juga berharap dapat bertemu dengannya dan langsung menceritakan semua isi hatinya.

Satu minggu berlalu, tak ada kabar dari Rozy, setiap sms yang dikirimkan tak ada balasan, ia hanya tahu bahwa Rozy di rawat di rumah sakit yang cukup terkenal di Singapura. Hingga akhirnya Devi memberanikan diri untuk ke Singapura . Karena ia tak sanggup menahan sesak dada tanpa kabar Rozy selama satu minggu ini. Tanpa berpikir panjang Devi nekad ke Singapura sendirian.

Sesampainya di sana ia melihat Rozy terbaring lemas. Lantas air mata Devi kembali turun, melihat orang yang dicintai terbaring lemas. Ia langsung menghampiri Rozy, dan mengatakan semuanya kepada Rozy bahwa ia mencintainya dari sejak lama.

“lalu kamu sama Jhoni” Tanya Rozi

“Tidak.. malam itu Jhoni bermaksud untuk membuat aku dan kamu lebih dekat”jawab Devi

Rozi hanya tersenyum bahagia, ternyata seseorang yang selama ini ia cintai dalam gelao, telah menemukan titik cahaya, bahwa yang dicintai juga mencintainya. Seperti ada energy yang menyengatnya, kini ia memiliki semangat untuk sembuh.

“Hari ini kau lihat aku jatuh, maka aku akan bangkit kembali karena cinta, karena kamu adalah kelemahan juga kekuatanku.”

Sebab cinta menguatkan yang lemah.

 

-TAMAT-

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here