DIARY KEBAIKAN : PADLET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KI 2 BAGI SISWA SMA

DIARY KEBAIKAN : PADLET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KI 2 BAGI SISWA SMA
Oleh: Himmatus Sholikhah

Pemanfaatan teknologi merupakan hal yang penting dalam dunia pendidikan agar sekolah dapat menjadi ruang belajar dan tempat bagi peserta didik mengembangkan kemampuannya secara optimal. Dalam proses belajar mengajar, media benar-benar diperlukan. Media tidak hanya sekadar menyampaikan pesan pembelajaran tetapi juga dalam beberapa hal memudahkan siswa dalam belajar. Media bisa disebut sebagai alat transfer informasi.  Media pembelajaran interaktif harus memenuhi fungsi atensi yaitu media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian siswa terhadap materi pembelajaran (Winda, 2016). Media bermanfaat untuk memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga  dan daya indera, menimbulkan gairah belajar, dan interaksi lebih langsung antara murid/siswa dengan sumber belajar (Hafid, 2016).

Saat ini media pembelajaran dengan berbagai macam teknologi telah mengalami banyak perkembangan. Terdapat banyak web dan aplikasi berbasis pendidikan yang gratis dan mudah diakses. Hal tersebut dapat memudahkan guru untuk memilih media pembelajaran. Salah satu web yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran adalah Padlet. Padlet menyerupai virtual wall di kelas. Padlet dilengkapi dengan berbagai macam catatan yang dapat diposting, yaitu catatan berisi teks, tautan, gambar, video, dan file dokumen sehingga memudahkan guru dan siswa untuk memberi lampiran tambahan pada postingannya.

Padlet mudah diakses oleh guru dan siswa karena tampilannya yang user friendly. Guru dan siswa bisa menulis apa saja di Padlet secara terbuka untuk bahan simakan. Aplikasi Padlet merupakan papan tulis yang dapat menarik perhatian siswa untuk senang menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan dengan bebas berekspresi di dinding Padlet (Fitriani, 2021). Tampilan Padlet yang dilengkapi berbagai tema dan warna yang dapat disesuaikan menjadi salah satu kelebihan Padlet sebagai media pembelajaran yang atraktif. Melalui Padlet, guru dapat mengajarkan berbagai kompetensi yang sesuai dengan kurikulum 2013 yang berlaku saat ini, salah satunya adalah kompetensi inti sikap sosial (KI 2).

Dalam Kurikulum 2013, kompetensi inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1/ KI 1), sikap sosial (kompetensi 2/ KI 2), pengetahuan (kompetensi inti 3/ KI 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi 4/ KI 4). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari kompetensi dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu siswa belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi inti kelompok 4).  Contoh KI 2 (sikap sosial ) pada kelas X SMA adalah “Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

Apabila selama ini guru mengajarkan KI 2 secara tidak langsung melalui proses pembelajaran KI 3 dan KI 4, maka dalam inovasi pembelajaran guru dapat memodifikasi  pembelajaran KI 2 ke dalam satu jam pelajaran khusus. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya sikap sosial. Jam pelajaran khusus untuk pembelajaran KI 2 dimaksudkan agar guru dapat menanamkan nilai-nilai sosial kepada siswa serta untuk mengapresiasi kerja keras siswa dalam menerapkan nilai dan norma sosial di lingkungan sekitarnya. Pembelajaran KI 2 sejalan dengan peran guru yang tidak hanya mengajar materi namun juga mendidik siswa dengan nilai dan norma sosial agar tercapai tujuan pembelajaran. 

Gambar : Contoh Penggunaan Padlet sebagai Pembelajaran KI 2
Sumber : Dokumen Pribadi

Contoh penggunaan Padlet sebagai pembelajaran KI 2 yaitu guru membuat homepage Padlet dan menyebarkan tautannya kepada ketua kelas, kemudian ketua kelas menyebarkannya di grup kelas. Guru memberi waktu penulisan diary dalam jangka waktu tertentu. Siswa dapat menulis di wall sesuai keinginannya. Ketika jam pelajaran, guru dapat menampilkan wall padlet di kelas. Hasil tulisan siswa kemudian diapresiasi bersama-sama.

Apresiasi terhadap hasil tulisan diary kebaikan meliputi dukungan kepada siswa untuk terus berbuat kebaikan kepada diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Melalui cerita yang dituangkan dalam Padlet, siswa dan guru dapat saling memberi contoh sikap jujur, suka menolong, disiplin, tanggung jawab, dan sebagainya. Kebaikan yang dituliskan dalam wall Padlet bukan ditujukan untuk ajang pamer namun untuk ajang berlomba-lomba melakukan hal baik yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Membahas diary kebaikan dalam satu jam pelajaran khusus dapat memberikan contoh sikap sosial yang bermakna.

Berdasarkan uraian di atas, Diary Kebaikan sebagai pembelajaran kompetensi inti sikap sosial (KI 2) pada siswa SMA menggunakan media Padlet diharapkan dapat menjadi  alternatif proses pembelajaran yang menarik dan efektif. Pemanfaatan fitur yang tersedia dalam Padlet dapat dilakukan sekreatif mungkin agar dapat menjadi pembelajaran diary kebaikan yang berkesan bagi guru dan siswa. Dengan memahami pentingnya nilai-nilai sosial, siswa dapat memahami bahwa proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan belajar menekankan pada proses bukan hanya hasil saja. Ketika membebaskan siswa menulis pengalamannya, guru dapat mendorong siswa memiliki interpretasi sendiri terkait pengetahuan/ kejadian, dan memberikan keseimbangan antara kegiatan terstruktur dan spontan/ ekspresif. Dengan adanya pembelajaran KI 2, diharapkan nilai sosial yang diajarkan di sekolah bukan hanya sebagai formalitas namun untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Fitriani, Y. (2021). Penerapan” Padlet” dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi. Dinamika. 4, 1–15. Dari  https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/article/view/1047.

Hafid, Abd. (2016). Sumber dan Media Pembelajaran. Jurnal Sulesana. 6(2), 69-78. Dari http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/sls/index.

Kemdikbud. (2014). Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013. https://kemdikbud.go.id/kemdikbud/dokumen/Paparan/Paparan%20Wamendik.pdf. Diakses pada 22 Mei 2021.

Winda, Novia. (2016). “Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.” Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. 1(1), 87-94. Dari  https://jurnal.stkipbjm.ac.id/index.php/STI/article/view/343.

Related posts

Leave a Comment