ESAI – 3 PILAR PENINGKATAN CHARACTER BUILDING GENERASI MUDA

0
136

3 PILAR PENINGKATAN CHARACTER BUILDING GENERASI MUDA

Riko Dwiki Pratama 

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang

Alamat e-mail: dwiki.pratamaa@gmail.com

Character Building adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan/atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik (Masrukhin, 2013). Menurut Ramli (2001) dalam (Tanis, 2012), menyatakan bahwa pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Oleh sebab itu, character building sangat penting diperhatikan pada anak-anak agar jika telah dewasa nantinya akan terdidik dengan baik, agar baik terhadap siapapun yakni baik terhadap masyarakat sekitar, teman sekitar, teman sekolah, dan terhadap lingkungan sekitar.

Untuk melakukan peningkatan character building anak salah satunya adalah menerapkan 3 pilar ini. 3 pilar itu penulis maksud adalah OSM, yaitu orangtua, sekolah, dan masyarakat. Menerapkan peran OSM dengan baik dalam kehidupan itu akan dapat mempermudah dalam peningkatan pendidikan karakter/character builing generasi muda. Sonhadji (2014: 105) upaya peningkatan kualitas manusia yang paling efektif adalah melalui pendidikan.

 

Peran Orangtua

Jika kita renungkan, bahwasanya kita akan mendapati bahwa pendidikan dasar yang baik bagi seorang anak adalah pendidikan dari orangtua-nya. Lebih khususnya pendidikan dari seorang ibu, karena menurut (Nabil, 2015), ibu memiliki peran penting dalam pendidikan anak, sebab ia lebih banyak berinteraksi dengan anak baik laki-laki maupun perempuan.

Seperti yang dikatakan oleh Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad Mauladdawilah[1] yakni bahwasanya ibu itu adalah sekolah paling terbesar dalam keluarganya. Universitas tertinggi anak itu adalah pada ibu. Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan peran orangtua dalam pendidikan seorang anak. Pendidikan yang ditanamkan sejak dini akan menciptaka benteng yang kokoh bagi anak dari segala keburukan yang akan dihadapinya di jalan, di pasar, dan sekolah, maupun dimanapun berada.

 

Peran Sekolah 

Sekolah sebagai the three education center (tiga pusat pendidikan) sangat mempunyai peran strategis dalam pembentukan peserta didik seperti ungkapan Durkheim seorang sosiolog (dalam Maliki, 2010), bahwa lembaga pendidikan (sekolah) berperan penting dalam menjaga nilai-nilai moral yang menjadi landasan bagi tumbuh berkembangnya masyarakat yakni termasuk anak-anak. Generasi muda memerlukan bantuan pendidikan untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Setidaknya setiap lembaga sekolah selalu berusaha memperbaiki pendidikan karakter peserta didik agar generasi muda dapat menghasilkan generasi yang baik, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Septiarti (2012), menyatakan bahwa meskipun pendidikan karakter menjadi tanggung jawab bersama, namun sekolah juga memainkan peran yang penting karena anak-anak lebih banyak menghabiskan lebih banyak waktu bersama guru, teman-teman sebaya dan orang dewasa lain. Menciptakan situasi belajar yang demokratis sangat membantu dalam mengembangkan anak yang bertanggung jawab dan bermoral. Sekolah sebagai lembaga yang melakukan pelayanan pada masyarakat dengan menekankan secara sosial, moral dan akademis bertanggung jawab dengan mengintegrasikan pendidikan karakter pada semua disiplin materi pembelajaran atau di setiap aspek dari kurikulum.

 

Peran Masyarakat

Masyarakat berhak dan berkewajiban untuk mendapatkan dan mendukung pendidikan yang baik. Kewajiban mereka tidak sebatas pada bantuan dana, lebih dari itu juga pemikiran dan gagasan untuk pembangunan pendidikan agar bisa lebih baik lagi. Yang termasuk komponen masyarakat ialah tokoh masyarakat, lingkungan sekolah, tokoh agama, dunia usaha dan dunia industri, dan lembaga sosial budaya dan lain sebagainya. Hendhisca (2013), mengemukakan peran serta mereka dalam pendidikan berkaitan dengan: (1) pengambilan keputusan, (2) pelaksanaan, dan (3) penilaian. Tujuan dari peran masyarakat itu harusnya dapat memperbaiki pendidikan agar dapat lebih baik dan mencontohkan generasi muda dengan kebaikan-kebaikan, agar nantinya generasi muda dapat mengikuti dengan hal kebaikan.

 

Peran OSM dalam pendidikan karakter itu sangatlah penting. Harusnya kalangan orangtua, sekolah, dan masyarakat memahami dan menerapkan hal semacam ini. Agar kelak generasi muda dapat menjadi pemuda yang berjiwa baik berasal dari pendidikan karakter yang baik pula. OSM ini harus selalu bersinergi dan saling melengkapi agar pendidikan generasi muda dapat menyatu menjadi satu kesatuan dan tidak melemah, sehingga dapat saling melengkapi, karena jika 3 pilar itu ada satu saja yang tidak berfungsi dengan baik maka akan dapat mempengaruhi yang lainnya. Ke-tiganya itu harusnya saling berfungsi dengan baik untuk pendidikan karakter generasi muda.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Hendhisca. 2013. Komponen-komponen Peran Serta Masyarakat, (Online), (http://hendhisca.blogspot.co.id/2013/02/komponen-komponen-peran-serta-masyarakat_9604.html), diakses 17 mei 2018.

Maliki, Zainuddin. 2010. Sosiologi Pendidikan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pers.

Masrukhin, Agus. 2013. Model Pembelajaran Character Building dan Implikasinya Terhadap Perilaku Mahasiswa. Jurnal Humaniora, 4 (2): 12291236.

Nabil, Husin. 2015. Mendidik Anak dengan Benar. Tangerang: Putera Bumi.

Qodir, Abdul. 2018. Fathul Qorib: Pasal Hak Asuh Anak. Disampaikan dalam kajian kitab Fathul Qorib di Majelis Riyadus Sholihin Embong Arab Kota Malang.

Septiarti, S. W. 2012. Peran Pendidik dan Sekolah dalam Pendidikan Karakter Anak. Paper disampaikan dalam acara seminar parenting Sebagai kegiatan dalam rangka penutupan Forum Ibu Belajar dan Peringatan Hari Ibu Kabupaten Sleman, Rabu 19 Desember.

Sonhadji, A. 2014. Manusia, Teknologi, dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru. Malang: Universitas Negeri Malang.

Tanis, H. 2012. Pendidikan ”Character Building” dalam Membentuk Kepribadian Mahasiswa. Jurnal Insania, 13 (2): 9298.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here