ESAI – CANDU HALLYU (GELOMBANG KOREA)

0
193

CANDU HALLYU (GELOMBANG KOREA)

Oleh: Sifaul Munawaroh

 

Selama lebih dari lima tahun terakhir, Hallyu atau Gelombang Korea menjadi candu bagi masyarakat Indonesia sebagai akibat dari pesatnya arus globalisasi yang memudahkan akses ke berbagai informasi tanpa dibatasi waktu maupun wilayah. Hallyu atau Gelombang Korea adalah fenomena tersebarnya budaya Korea di seluruh belahan dunia, mulai dari drama, musik, pakaian hingga makanan. Hallyu sudah memiliki tempat tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia, terutama kaum hawa dan remaja. Tersebarnya Hallyu di Indonesia diawali dengan masuknya drama korea, yang kini tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia karena sudah banyak judul drama yang ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi swasta. Mulai dari Boys Princess Hours (2006), Boys Before Flowers(2009), The Heirs (2013), Pinocchio (2014), hingga Descendants Of The Sun (2016) yang memperoleh kesuksesan secara global. Penayangan drama tersebut tentunya sudah mengalami proses sunting oleh Lembaga Sensor Indonesia untuk menghapus adegan yang bertentangan dengan kebudayaan Indonesia. Semakin berkembangnya teknologi, drama korea tidak hanya dapat diakses melalui televisi, namun bisa secara langsung diakses secara pribadi melalui perangkat eletronik lain seperti smartphone dan laptop. Bahkan tak perlu menunggu waktu lama untuk dapat menyaksikan tontonan kesayangan para remaja ini, sehari setelah tayang di negaranya, drama korea sudah dapat diakses melalui internet dan aplikasi khusus seperti VIU, Tribe, dan Netflix lengkap dengan terjemahan dalam berbagai bahasa. Sekarang adalah masa jaya drama korea, karya seni ini begitu digemari oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Salah satu daya tariknya adalah genre drama yang disajikan beragam, mulai dari romace, sejarah, magic, fantasi dan komedidengan alur cerita yang unik membuat penontonnya kecanduan untuk menontonnya lagi dan lagi. Drama korea juga memiliki pemain yang good looking, dengan kemampuan acting yang tidak perlu diragukan lagi hingga penonton betah berlama-lama di depan layar televisi dan smartphone untuk mengikuti drama kesayangannya. Pada umumnya, drama korea terdiri dari 16 hingga 24 episode, namun ada beberapa judul drama yang memiliki jumlah episode sebanyak 32 hingga 50 episode karena respon yang baik dari para penonton. Dengan durasi waktu kurang lebih satu jam per episode, membuat para penggemar drama korea rela menghabiskan waktu semalam suntuk untuk menonton drama korea dari awal hingga akhir cerita. Pembawaan yang apik, matangnya ide cerita dan konsep dalam setiap episode drama korea meningkatkan rasa penasaran penonton untuk selalu menyaksikan kelanjutan ceritanya (Indah P, 2016). Meski terkadang memiliki jalan cerita di luar akal sehat, drama korea mampu menyajikan pesan mendalam kepada penontonnya dengan baik, yang dapat dijadikan sebagai motivasi dan pelajaran hidup. Dengan menonton drama korea, penggemarnya dapat mengetahui kesesuaian pandangannya dengan nilai-nilai di masyarakat, menentukan perilaku, memenuhi rasa ingin tahu dan merasa lebih percaya diri (Sari, 2015).

Membahas tentang Hallyu tak lengkap rasanya jika melewatkan musik K-pop. Berkembangnya drama korea secara global menjadi pintu masuk bagi K-pop ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Berawal dari soundtrackyang menjadi pengiring tayangan drama korea membuat penonton penasaran dengan penyanyinya hingga berlanjut hingga menikmati musik-musik korea lainnya. Hal itu juga dapat dibuktikan dengan kesuksesan drama populer seperti Descendants of The Sun, The Heirs, dan Boys Before Flowers yang juga mendongkrak popularitas pengisi soundtrack drama tersebut. Banyak dari soundtrack drama tersebut dinyanyikan oleh penyanyi solo,boy band  dan girl band  Korea. Tingginya minat dan banyaknya jumlah fans K-pop di Indonesia membuat para idol asal Korea mulai memilih Indonesia untuk mengadakan konser dan fan meeting (jumpa fans). Diawali dengan konser RAIN di Indonesia, lalu disusul dengan kedatangan 2PM dan Super Junior. Bahkan, konser tahunan dari agensi terbesar di Korea Selatan, SM Entertaiment yaitu SMTown juga digelar di Indonesia. Musik K-pop menyimpan begitu banyak daya tarik, meliputi jenis musik yang ringan dan ceria, beat yang sesuai dengan generasi muda, hingga wajah penyanyinya yang tampan dan cantik.Hingga pertengahan tahun 2018 ini, sudah banyak idol ternama asal Korea Selatan yang datang ke Indonesia untuk melaksanakan konser maupun fan meeting, seperti GOT7, KARD, JBJ dan Wanna One.Fans K-pop berkembang dengan pesat di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari banyaknya cover lagu dan dance yang diupload di berbagai sosial media seperti Youtube dan Instagram. Trengirl band  dan boy band  Korea juga semakin mendunia, di Indonesia sendiri sudah ada beberapa grup yang mengadopsi K-pop dalam hal musik, koreografi hingga fashionnya seperti Smash, Dragon Boys, 7 Icons, hingga Cherry Belle Bahkan, terdapat sebuah ajang pencarian bakat yang tayang di salah satu stasiun swasta dengan tujuan mencari bakat anak bangsa untuk didebutkan sebagai girl band  dan boy band. Bermula dari para memberyang selalu tampil eye catchingdan unikdi setiap penampilannya, membuat gaya fashion ala Korea juga mendunia.Fashion korea didominasi dengan warna-warna terang, model yang unik, motif beragam dan menunjukkan sisi maskulinitas dan feminimitas penggunanya. Banyak aktris, penyanyi hingga selebgram Indonesia yang menjadikan gaya fashion Korea sebagai referensi untuk tampil dalam menjalankan profesinya. Tren ini juga dimanfaatkan oleh produsen dalam negeri untuk memproduksi pernak-pernik yang identik dengan K-pop seperti baju, tas, sepatu, dan aksesoris. Selain itu, juga terdapat beberapa distributor resmi yang memasarkan album, dan official merchandise dari berbagai idol asal Korea Selatan seperti Wanna One, GOT7, Twice, Red Velvet, dan masih banyak lagi. Segala sesuatu berbau Korea atau Hallyu diprediksi akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan melihat semakin berkembangnya jumlah fans dan tingginya minat masyarakat terhadap budaya Korea. Tak berhenti di situ, makanan di Korea juga semakin terkenal dengan semakin meluasnya ekspansi K-pop. Sudah banyak restoran di Tanah Air yang menyajikan masakan khas Korea Selatan dengan mendatangkan bahan-bahan langsung dari Korea seperti kimchi, ramen, bibimbap, bulgogi, jjajangmyeon dan masih banyak lagi.

Boleh saja mengikuti perkembangan zaman termasuk Hallyu, namun harus diingat bahwa nasionalisme harus tetap ada dalam diri masing-masing terutama para remaja yang nantinya akan menjadi penentu arah bangsa. Remaja juga perlu belajar tentang kebudayaan Indonesia yang tak kalah apik dengan kebudayaan Korea. Sudah sepatutnya, masyarakat Indonesia selektif dalam memilih tontonan, busana yang dikenakan, dan mengambil tindakan sebagai cerminan jati diri Bangsa Indonesia, terutama para remaja yang menjadi harapan bangsa Indonesia di masa depan.

 

 

Rujukan

 

Indah P, Nur. 2016. Studi Deskriptif Hyperealitas Tayangan Drama Korea “Descendants of The Sun” Terhadap Siswa SMK TI Airlangga Samarinda. eJournal Ilmu Komunikasi 4 (3)

Sari. Deshinta Firstiana. 2015. Motif Menonton Drama Korea di Televisi Oleh Remaja Surabaya. Commonline Departemen Komunikasi 4 (1)

https://lagu-kumpulirik.blogspot.com/2016/02/sejarah-dan-perkembangan-k-pop-di.html, diakses pada 7 Agustus 2018

https://ambpam.blogspot.com/2016/12/esai-tentnag-hallyu.html, diakses pada 7 Agustus 2018

https://www.dictio.id/t/bagaimana-perkembangan-musik-k-pop-di-indonesia/17310/2, diakses pada 7 Agustus 2018

http://lifequal.blogspot.com/2013/04/trend-fashion-kpop-di-indonesia.html, dikases pada 7 Agustus 2018

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here