Esai – Generasi Milenial

Generasi Melek Teknologi, Generasi Terbutakan Teknologi

Oleh: Nabela Ariana

            Di era digital saat ini, informasi diterima masyarakat dengan sangat cepat. Hampir segala hal yang terjadi di segala tempat di dunia bisa diketahui orang lain dibelahan bumi manapun. Dengan semakin cepatnya pergerakan informasi tersebut, maka batasan antara hal yang benar dan salah hampir menghilang.

Generasi yang tumbuh bersamaan dengan pesatnya kemajuan teknologi, memiliki kemampuan mengakses informasi lebih cepat dan termasuk pengguna terbanyak biasa disebut dengan generasi millenial. Menurut survey yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), ada 143,26 juta penduduk Indonesia yang menggunakan internet dan sebanyak 49.52% adalah generasi millenial. Dengan demikian, maka seharusnya generasi saat ini mampu menggunakan teknologi dengan baik, tidak gagap teknologi dan termasuk generasi yang melek akan teknologi.

Namun, kemelekan yang dimiliki generasi millennial tersebut tidak diimbangi dengan kepekaan sosial yang tinggi. Hanya demi eksis di dunia maya, segala cara akan dilakukan, walau dengan melukai perasaan orang lain seperti memberikan pendapat yang menyudutkan tentang berita orang terebut tanpa mencari tahu hal yang benar-benar dialami orang yang terlibat.

Generasi millennial memang merupakan generasi yang paling paham tentang teknologi daripada generasi sebelumnya. Berbagai hal mampu diketahui oleh generasi saat ini hanya dengan smartphone yang mereka punya. Hanya dengan mengetikkan beberapa kata maka dunia seakan berada digeggaman tangan mereka. Dengan informasi yang didapat, generasi zaman now merasa seakan-akan paling benar dengan pendapat mereka.

Secara tidak sadar, mereka menjadi malas dengan mencari kebenaran atas suatu informasi. Informasi yang menjadi berita hangatlah yang akan dengan mudah mereka percayai. Awalnya memang aneh, namun lama-kelamaan masyarakat saat ini menjadi terbiasa dengan hal tersebut. Masyarakat menjadi kurang peka dengan kondisi orang lain dan hanya mengandalkan cuitan social media. Dalam bermain teknologi memang mahir, namun juga secara tidak sadar menjadi budak teknologi, terbutakan oleh dampak positif teknologi itu sendiri. Beberapa hal yang sering dianggap biasa namun sebenarnya secara tidak sadar kita telah terbutakan akan teknologi, yaitu

  1. Hanya Ingin Meningkatkan Viewers

Hampir setiap hari atau bahkan setiap saat, generasi zaman now tersebut tidak lelah untuk selalu membagikan kegiatannya atau hanya sekedar melihat kehidupan orang lain.

Rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 1-3 jam sehari untuk menggunakan internet. Dan layanan internet yang paling sering diakses adalah chatting. Dengan menggunakan Whatsapp, Line, We Chat dan lain-lain sebesar 89,35%. Dan sosial media 87,13% untuk upload di Facebook, Instagram, Twitter dan lain-lain (Henri, 2017).

Begitu judulnya atau konten yang dibuat menarik dan membuat penasaran, maka dengan mudahnya generasi millennial langsung membagikan konten tersebut tanpa memikirkan berita tersebut benar atau tidak.

 

  1. Tak Sepemahaman, Awal Kebencian

Dengan pesatnya perkembangan digital, maka informasi yang diperoleh akan mudah didapatkan. Dengan demikian maka orang yang melihat dengan mudah akan berpendapat atau berkomentar dan akan timbul perdebatan tiada ujung yang sebenarnya bukanlah hal yang penting.

Awalnya niatan untuk menegur malah secara tidak sadar malah menyudutkan orang lain. Walaupun tidak menyangkut fisik seseorang, namun hal tersebut termasuk pembullyan.

 

  1. Meme Mempengaruhi Hidup Seseorang

Meme dari kesalahan atau kekurangan orang lain memang sangat menghibur diri. Pembaca akan bertambah, konten menjadi viral dan diri sendiri akan terhibur dengan semua itu. Namun, jarang disadari bagaimana keadaan orang sebenarnya yang kita jadikan meme atau bahan lelucon tersebut.

 

Dari beberapa ulasan tersebut, selain membawa dampak yang positif, namun dengan mudahnya mengakses informasi saat ini juga menjadikan generasi millennial kurang peka dengan orang lain. Pintar boleh, namun etika dalam berkomunikasi harus tetap dijaga.

Generasi yang melek teknologi, seharusnya juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi, selain memiliki kekritisan yang tinggi pula. Sudah seharusnya, kita tidak hanya sibuk di dunia maya, namun dunia nyata. Melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama teman akan lebih menarik dan menenangkan hati daripada menunduk sendiri menggeser jari apalagi menyudutkan orang di belahan bumi lain.

 

Sumber:

https://www.hipwee.com/motivasi/jangan-jadi-generasi-melek-teknologi-tapi-sikapnya-masih-seperti-ini/

https://kumparan.com/@kumparantech/generasi-millenial-dominasi-pengguna-internet-di-indonesia

https://www.kompasiana.com/lksjdhsdjfdifjnfkjndsfenfdjsf/57391b3606b0bd5705a61d62/dampak-negatif-dan-etika-kebebasan-berekspresi-melalui-meme-di-dunia-maya

https://communication.binus.ac.id/2018/04/04/generasi-milenial-dan-media-sosial/Air Jordan 3 Blue Cement CT8532 400 Release Date 1 | Jordan

Related posts

One Thought to “Esai – Generasi Milenial”

  1. DINDA ANGELINA

    Terima kasih untuk esai yg berkesan ini

Leave a Comment