ESAI – GERAKAN BIPORI TIAP SATU METER UNTUK MENJADIKAN BUMI LEBIH SEHAT

Gerakan Biopori Tiap Satu Meter untuk Menjadikan Bumi Lebih Sehat

Oleh: Irma Nur Khasanah

Saat ini, semakin berkurang lahan atau daerah resapan air di Indonesia. Hal ini terjadi karena semakin banyaknya lahan yang digunakan untuk pemukiman penduduk, pabrik, maupun pertokohan. Terjadi pembangunan besar-besaran khususnya di kota-kota besar. Lahan yang dulunya banyak ditumbuhi pepohonan sekarang menjadi lahan dengan gedung-gedung yang berdiri kokoh. Jika dulu masih terdapat banyak lahan dengan tanah subur sekarang digantikan oleh tanah yang dilapisi oleh aspal.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, tercatat jumlah penduduk Indonesia pada tahun 1971 adalah 119.208.229 jiwa dan terus mengalami pertumbuhan hingga pada tahun 2010 tercatat 237.641.326 jiwa. Semakin banyak jumlah penduduk, mengakibatkan kebutuhan akan lahan sebagai tempat tinggal juga akan bertambah. Jika kesadaran untuk menyediakan daerah resapan air tidak ada maka, suatu saat nanti tidak akan ada celah sedikitpun untuk tempat meresapnya air. Seluruh lahan akan tertutup oleh aspal beserta bangunannya.

Kurangnya daerah resapan air ini berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir maupun timbulnya genangan di musim hujan. Tak hanya hal tersebut yang akan timbul karena kurangnya daerah resapan air berkurangnya persediaan air tanah juga akan menjadi salah satu masalah yang akan muncul sehingga saat musim kemarau tiba persediaan air di dalam tanah akan berkurang yang akan berpotensi mengakibatkan kekeringan.

Saat tidak ada daerah resapan air maka, saat musim hujan tiba, air hujan yang turun akan mengalir begitu saja dan tidak meresap ke tanah. Air akan langsung mengalir ke sungai, waduk, maupun penampungan air lainnya. Jika terus menerus terjadi dan sungai, waduk, maupun penampungan air lainnya tidak dapat menampung air hujan tersebut maka, air akan meluap dan terjadi banjir. Di satu sisi, banjir sangat merugikan penduduk sekitar. Banjir mengakibatkan pasokan air bersih berkurang. Hal ini karena sumber air terkontaminasi oleh air banjir. Tak hanya itu karena banjir banyak penduduk yang akan terjangkit penyakit seperti gatal-gatal dan diare.Tumbuhan yang terendam banjir akan mati dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengembalikan lingkungan seperti sebelum dilanda banjir.

Jika tanah tidak dapat menyerap air dengan baik maka akan menimbulkan suatu genangan. Hal ini akan menjadi suatu masalah jika terjadi pada musim hujan karena genangan akan terjadi secara terus menerus. Genangan yang timbul dan tidak segera ditangani akan menjadi media yang bagus bagi tempat hidup jentik-jentik nyamuk.

Kekeringan dapat terjadi karena kurangnya daerah resapan air. Daerah resapan air akan menyerap air hujan yang turun dan menyimpannya di dalam tanah. Semakin banyak air yang tersimpan di dalam tanah akan semakin banyak pula cadangan air yang bisa digunakan di musim kemarau. Suatu tempat dengan daerah resapan air yang kurang akan memiliki lebih banyak potensi terjadi peristiwa kekeringan jika dibandingkan dengan tempat yang memiliki daerah resapan air yang cukup. Kekeringan akan meyebabkan berkurangnya hewan dan tumbuhan karena kematian, berkurangnya air untuk kebutuhan sehari-hari, serta berkurangnya bahan makanan karena tanaman di pertanian dan perkebunan tidak akan bisa hidup di lahan yang kekurangan air.

Indonesia memiliki dua musim yaitu musim hujan dan kemarau. Jika masalah kurangnya daerah resapan air tidak segera ditanggulangi maka akan mengakibatkan masalah yang cukup rumit. Hal ini karena di setiap musim akan selalu terjadi masalah. Saat musim hujan tiba akan terjadi banjir dan genangan yang berpotensi timbulnya banyak jentik-jentik nyamuk dan saat musim kemarau akan terjadi kekeringan.

Masalah kurangnya daerah resapan air akan bisa ditanggulangi dengan menambah daerah resapan air. Akan tetapi akan menjadi masalah jika berada di daerah yang padat penduduk dengan lahan yang sempit. Hal efektif yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan mebuat lubang resapan biopori atau biasa hanya disebut biopori.

Lubang resapan biopori atau bopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Cara membuatnya adalah dengan membuat lubang silindris berdiameter 10 cm dengan kedalaman 1 m atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanah dangkal. Lubang yang telah dibuat diisi dengan sampah organik. Sampah organik yang telah menjadi kompos bisa diambil dan diganti dengan sampah organik baru. Kompos yang telah terbentuk bisa dimanfaatkan untuk pupuk. Hal ini akan dapat mengurangi banyaknya sampah organik di lingkungan. Selain itu, dibandingkan dengan membakar sampah untuk mengurangi volume sampah yang mengakibatkan polusi udara hal ini cukup efektif dan sangat ramah lingkungan untuk dilakukan.

Pembuatan biopori harus dilakuakan oleh setiap rumah. Setiap rumah membuat lubang resapan biopori di halaman maupun lahan di sekitar rumah dengan jarak tiap lubang adalah 1 m. Gerakan Biopori Tiap Satu Meter ini akan menambah daerah resapan air bahkan di daerah yang padat penduduk denga lahan yang sempit. Dengan bertambahnya daerah resapan air maka saat hujan turun air akan meresap ke tanah dan disimpan oleh tanah. Hal ini juga akan menjadi cadangan air di musim kemarau.

Dengan Gerakan Biopori Tiap Satu Meter akan menjadikan bumi lebih sehat karena mengurangi resiko terjadinya bencana banjir dan kekeringan. Daerah resapan air akan bertambah meskipun di daerah yang pandat penduduk dan lahan sempit. Pasokan air akan semakin kaya sehingga saat musim kemarau tiba masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan air. Selain itu kompos yang terbentuk sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, kompos yang terbentuk karena proses alami ini sangat aman untuk lingkungan dan tanaman itu sendiri. Dengan biopori, volume sampah organik di lingkungan akan berkurang. Genangan air yang awalnya akan muncul tiap musim hujan akan bisa diatasi sehingga potensi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk akan dapat diminimalisir.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

https://www.bps.go.id/statictable/2009/02/20/1267/penduduk-indonesia-menurut-provinsi-1971-1980-1990-1995-2000-dan-2010.html

http://www.aktualpress.com/read/2016/12/14/ini-dia-dampak-hilangnya-daerah-resapan-air/

https://id.wikipedia.org/wiki/Biopori

https://rizkynovi99.blogspot.com/2013/05/pengertian-penyebab-dampak-dan-cara.html

http://skedrcoretan.blogspot.com/2015/08/dampak-kekeringan-bagi-pertanian-dan.html

Related posts

Leave a Comment