ESAI – KEEP FIVE THINGS BEFORE COMING FIVE THINGS DALAM KEHIDUPAN KESEHARIAN

0
152

KEEP FIVE THINGS BEFORE COMING FIVE THINGS
DALAM KEHIDUPAN KESEHARIAN

Riko Dwiki Pratama

Dalam menjalani kehidupan ini, setiap manusia pasti menemukan lika-liku yang membuatnya merasakan kebahagian dan kesedihan secara bergantian. Hidup kadang berada di bawah dan kadang juga berada di atas. Hidup itu selalu dinamis tidak selalu statis.
Pramono (2016), menyatakan bahwa perubahan hidup yang sedemikian dinamis ini seharusnya bisa kita tanggapi dengan bijak. Tidak dengan menyepelekan, namun tidak juga dengan berlebihan. Salah satu cara untuk bisa terus tegar menjalani kehidupan dengan segala dinamika yang ada di dalamnya adalah dengan melakukan introspeksi diri. Introspeksi diri merupakan sebuah proses di mana seseorang melakukan pengamatan terhadap dirinya sendiri. Introspeksi diri dapat membantu seseorang untuk bercermin tentang diri dan kehidupannya selama ini. Bercermin tentang hal-hal yang dilakukan dalam kesehariannya.
Ada 5 hal yang dapat kita aktualisasikan dalam keseharian kita dan harus selalu kita jaga secara kontinuitas dan terus berhati-hati dengan 5 hal yang dapat mendatangi kita atau dapat disebut dengan jaga lima hal sebelum datang 5 hal (Keep Five Things Before Coming Five Things), 5 hal tersebut penulis mengutip dari Kitab Nashaihul ‘Ibad yang telah diterjemahkan Sunarto (1996). 5 hal tersebut sebagai berikut.
Menjaga masa muda sebelum datangnya masa tua. Kita harus terus menjaga masa muda kita dengan perbuatan-perbuatan yang baik (baik dengan tuhan maupun dengan orang lain), perbuatan yang positif, dan perbuatan yang dapat bermanfaat dengan orang lain. Saat kita masih muda kekuatan kita masih segar, maka selalulah berbuat taat dengan kesungguhan kita sebelum datang masa tua dimana kita sudah tidak kuat seperti saat muda dulu. Contohnya saat muda maka teruslah menggali ilmu/belajar, teruslah beribadah di malam hari saat orang tidak mengetahui kamu beribadah sebelum nanti kita tua. Kita tua sudah tidak bisa beribadah lagi dengan sempurna layaknya saat muda. Saat tua kita sudah sulit memahami suatu ilmu.
Menjaga kesehatan kita sebelum datang sakit. Saat sehat maka teruslah lakukan perbuatan amal-amal sholeh, amal-amal baik sebelum datang sakit. Semangat beribadah, semangat berjamaah di masjid, semangat menggali ilmu. Jikalau sudah sakit maka terkadang kita tidak bisa pergi lagi ke masjid, saat kita sakit lumpuh kita sulit untuk menggali ilmu ke majelis-majelis ilmu. Mumpung sehat maka lakukanlah perbuatan yang baik.
Menjaga kekayaan kita sebelum jatuh miskin. Menjaga kekayaan kita ini maksudnya bukan kita menjaga untuk tidak mengeluarkan harta kita. Tetapi menjaga kekayaan kita dari hal-hal yang tidak baik. Saat kita kaya maka lakukanlah perbuatan yang dapat membuahkan amal jariyah buat kita. Lakukanlah sedekah, perbanyak menyumbang untuk kegiatan yang baik seperti pembangunan masjid, acara majelis ilmu, majelis sholawat dan lain sebagainya, yang intinya adalah perbuatan baik. Mumpung masih kaya, maka kekayaan itu teruslah lakukan untuk kebaikan sebelum datangnya musibah yang dapat merusak kekayaan kita. Jikalau sudah miskin maka kita sulit untuk bersedekah. Oleh karena itu, pada saat kaya perbanyaklah sedekah.
Jaga masa hidup sebelum nanti datang kematian kita. Saat kita hidup maka lakukanlah hal-hal yang bermanfaat untuk semua orang. Saat hidup maka selalulah beramal baik. Amalan-amalan kebaikan kita saat masih hidup itu akan menjadikan kebaikan buat kita kelak saat sudah datang kematian. Maka sebelum mati maka teruslah berjuang dijalan kebaikan, dijalan yang disitu selalu terdapat hal-hal positif yang baik dan bermanfaat.
Menjaga waktu senggang sebelum datangnya kesibukan. Saat kita di dunia maka pasti banyak kesenggangan waktu kita, maka waktu yang senggang itu lakukanlah untuk hal-hal yang baik yang dapat menambah pahala kita. Manfaat waktu dengan baik, karena di dunia waktunys hanya sementara, di akhiratlah yang selama-lamanya. Maka jaga waktu dengan baik di dunia sebelum datang kesibukan nanti di akhirat. Di akhirat kita hanya bisa jadi orang yang winner atau losser. Winner maksudnya kita menang bisa mendapatkan kebaikan di akhirat (surga) atau losser maksudnya kerugian yang amat berat di akhirat (neraka).

Semoga kita semua bisa selalu menjaga kehidupan kita dengan hal-hal yang baik. Semoga kita semua bisa menjadi orang yang baik (orang yang pandai syukur dan sabar), yang bermanfaat dengan orang lain, dan orang yang selalu membantu orang-orang yang membutuhkan.
Aamiin Yarobbal ‘Alamiiin

DAFTAR RUJUKAN

Pramono, Eric. 2016. Pentingnya Introspeksi Diri Dalam Kehidupan, (Online), (http://ciputrauceo.net/blog/2016/4/18/pentingnya-introspeksi-diri-dalam-kehidupan-1), diakses 21 Oktober 2018.
Sunarto, Achmad. 1996. Nasihat Bagi Hamba Allah. Surabaya: Al-Hidayah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here