ESAI – KUTIPAN KALIMAT PADA MEDIA SOSIAL YANG BERPENGARUH PADA MENTALITAS REMAJA MASA KINI

0
154

KUTIPAN KALIMAT PADA MEDIA SOSIAL YANG BERPENGARUH PADA MENTALITAS REMAJA MASA KINI

Oleh : Ary Kusuma Wardhani

 

Globalisasi membawa dampak pada perubahan iklim budaya, khususnya di Indonesia. Perubahan tersebut terjadi dari budaya media konvensional menjadi budaya media digital yang lebih mapan. Kemapanan tersebut ditandai dengan masuknya internet di Indonesia. Internet memudahkan warga global saling berkomunikasi secara lebih dekat seakan sudah luntur batas-batas dan jarak-jarak antarkomunikator. Seiring berkembangnya zaman, pengguna internet semakin membeludak. Hal ini sesuai dengan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), yaitu sebanyak 63 juta orang Indonesia pengguna internet yang 95 persennya mengakses berbagai aplikasi media sosial. Indonesia menjadi Negara pengakses instagram terbesar se-Asia Pasifik yang berjumlah 45 juta pengguna.

Keberadaan internet dilengkapi berbagai media sosial secara tidak langsung telah menciptakan generasi baru yang melek teknologi. Kebaruan tersebut diikuti terutama oleh remaja yang selalu tertarik untuk belajar hal-hal yang baru. Menurut survei Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet dan media digital saat ini menjadi pilihan utama saluran komunikasi yang digunakan. Motif penggunaan media digital antara lain sebagai sumber mencari informasi, menjalin pertemanan dengan teman lama atau baru, dan mencari hiburan. Pencarian informasi biasa dilakukan untuk memenuhi tugas-tugas sekolah atau kuliah sedangkan untuk penggunaan media sosial dan konten hiburan sebagai kebutuhan pribadi. Adanya pergeseran budaya berkomunikas menjadikan remaja aktif di media sosial yang secara tidak langsung terpengaruh pada tulisan-tulisan di dalamnya sehingga dapat mengubah identitas atau konsep terhadap dirinya sendiri.

 

Penggunaan Media Sosial: Instagram Pada Remaja

Remaja adalah tahap perkembangan yang lepas dari anak-anak menuju pada proses pencarian jati diri untuk pematangan di tahap dewasa. Definisi tersebut sejalan dengan pendapat Hurlock (1992), remaja berasal dari kata latin adolescent yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial, dan fisik. Perkembangan remaja dibatasi oleh para ahli pada usia 12 hingga 21 tahun. Rentang usia 12-15 tahun adalah masa remaja awal, 15-18 tahun adalah masa remaja pertengahan, dan 18-21 adalah masa remaja akhir. Masa remaja merupakan faktor penting dalam mengenali diri sendiri dan dasar-dasar pembentuk karakter, tetapi tidak semudah membalikkan telapak tangan.  Pada kenyataannya, masa remaja seringkali diwarnai dengan aksi merasa dirinyalah yang paling benar, paling berkuasa, paling jagoan, paling gengsi, dan lain-lain yang menunjukkan eksistensinya. Eksistensi remaja sesuai dengan konsep dirinya yang berasal dari nilai-nilai pembelajaran pada proses pencarian jati diri. Hal tersebut sependapat dengan Gudykunst (dalam Ayun, 2015:8) menyatakan bahwa nilai individu merupakan nilai-nilai personaliti yang dimiliki oleh individu dalam mempertahankan dan menjaga kepercayaan diri seseorang ketika melakukan komunikasi. Selain itu, ciri remaja menurut Putri, dkk (2016:50) , remaja menarik perhatian lingkungan, seperti aktif pada kegiatan yang disukainya juga faktor yang menimbulkan adanya sikap “berani” pada masa remajanya.

Media sosial adalah wadah interaksi personal maupun antarindividu yang dalam penggunaanya memiliki motivasi tertentu sebagai wujud ekspresi dan eksistensi diri. Putri (2016), Media sosial adalah sebuah media online di mana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi.  Sependapat dengan definisi tersebut, Novitasari., dkk. (2015) menyatakan bahwa media sosial adalah tempat di mana pengguna dapat membangun atmosfer berpikirnya. Media sosial bagaikan pedang bermata dua. Di sisi kiri seakan dapat menggiring pola pikir penggunanya apabila semua informasi yang diberikan secara mentah diterima, tetapi di sisi kanan media sosial dapat dikontrol oleh pengguna yang secara kritis dapat menyaring informasi yang diterimanya sebagai media pelajaran, bahan diskusi, atau perenungan pribadi. Ketertarikan remaja pada media sosial yang sangat besar membawa harapan bagi pembangunan bangsa. Remaja bukan sebagai agen penerus bangsa melainkan sebagai agen perbaikan dari segala aspek kehidupan berbangsa, maka dari itu peran remaja dalam penggunaan media sosial yang positif dapat menjadi penentu kualitas diri pribadinya sebagai bagian dari warga Negara yang akan menjadi agent of change. Kontribusi tersebut secara tidak langsung sudah memberikan dampak bagi remaja lain, misalnya foto ketika mendapat prestasi diunggah di media sosial disertai kutipan kalimat yang menggambarkan proses perjuangannya sehingga mendapatkan hasil yang terbaik. Remaja lain yang melihat unggahan tersebut akan memiliki perspektif positif  dan tersugesti untuk berprestasi serta lebih bijak menggunakan media sosialnya. Namun, ketidakbijakan dalam menggunakan media sosial akan menimbulkan masalah, seperti fenomena yang banyak terjadi akhir-akhir ini, yaitu kasus bullying yang penyebarannya lebih cepat dan membawa dampak buruk apabila disalahtafsirkan sehingga menjadi contoh bagi remaja lain untuk membenarkan tindakan tersebut.

Instagram merupakan contoh media sosial yang efektif dan banyak menarik minat pengguna kalangan remaja. Instagram seperti album foto atau video dalam dunia maya. Peran bahasa Indonesia dalam mengkomunikasikan maknanya disampaikan melalui unggahan foto berupa kutipan-kutipan kalimat. Remaja seringkali menggunakan foto tersebut sebagai media menyampaikan pendapatnya yang secara tidak langsung merupakan bagian sikap yang ditujukan untuk pengguna lain.

 

Dampak Kutipan Kalimat pada Mentalitas Remaja Masa Kini

            Mentalitas (KBBI Daring) adalah keadaan dan aktivitas jiwa (batin), cara berpikir, dan berperasaan. Melalui media sosial, instagram, memiliki peran penting dalam menyalurkan eksistensi diri remaja baik berupa petualangan, cerita pengalaman, dan karya yang dihasilkan yang diunggah melalui foto atau video. Koleksi foto dan video di instagram seakan menjadi galeri pribadi bagi akun-akun yang memiliki tujuan tertentu. Akun-akun yang sering mendapat perhatian followers (pengikut) sebagian besar yang memuat tentang kutipan-kutipan kalimat dalam foto. Hal ini karena kutipan-kutipan dalam foto sangat efektif menyampaikan aspirasi diri remaja untuk menunjukkan pengakuan atas dirinya. Remaja cenderung mencari tahu kutipan kalimat yang mewakili perasaannya sebagai proses masa pencarian jati diri. Sasaran mentalitas yang tertanam pada diri masing-masing remaja tidaklah sama. Hal itu tergantung pada kualitas setiap individu dalam mempertimbangkan mana yang pantas dan tidak untuk dijadikan sebuah motivasi dalam dirinya melalui kutipan-kutipan kalimat dalam foto akun-akun tertentu.

            Dua akun yang menjadi fokus analisis yang berisi kutipan-kutipan kalimat dalam instagram. Pertama, pada akun @kumpulan_puisi, salah satu foto unggahannya mengutip dari Hastings “Kunci terbaik membebaskan diri dari sakit hati: jangan percaya manusia, percaya pada Tuhan.” pada foto tersebut disukai sekitar 12 ribu dari 260 ribu pengikut akun tersebut. Selain itu, sebanyak 80 orang mengomentari foto tersebut yang kebanyakkan terdiri dari remaja. Isi komentarnya beragam, seperti membenarkan kutipan kalimat tersebut dan memberikan tagar pada teman-teman lainnya agar membacanya. Kedua, pada akun @catatanfilm, salah satu foto unggahannya mengutip film Doraemon “Jangan menengok ke masa lalu terus. Lebih baik belajar dari sekarang untuk masa depanmu!” pada foto tersebut disukai sekitar 49 ribu dari 2 juta pengikut  Selain itu, sebanyak 141 orang mengomentari foto tersebut yang kebanyakkan terdiri dari remaja. Isi komentarnya juga senada dengan akun pertama.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mentalitas remaja dapat terbentuk dari penggunaan bahasa yang menarik, yaitu berupa kutipan-kutipan dari puisi dan film sesuai dengan perasaan yang dialami remaja serta dikemas dengan visual yang mendukung semakin membuat remaja tertarik untuk membaca kutipan tersebut. Remaja tidak hanya sekadar terwakilkan perasaannya, tetapi dengan membaca kutipan-kutipan tersebut membuatnya memiliki kosa kata baru,  wawasan tentang kesusastraan dan kebahasaan, dan mendapat hiburan.

Dari kedua fenomena penggunaan kutipan-kutipan  kalimat dalam media sosial (instagram) dapat ditarik kesimpulan bahwa bahasa dapat berfungsi sebagai kontrol diri. kontrol diri yang dimaksudkan, yaitu remaja yang sudah dapat memilih “asupan-asupan” untuk pikirannya secara berkualitas. Sehingga dapat mempergunakan media sosial sebagai sarana ekspresi yang positif guna mendapatkan pengakuan dengan cara kutipan-kutipan tersebut menjadi buah renungan yang dapat memotivasi diri remaja menjadi pribadi yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Ayun, Primada Qurrota. Fenomena Remaja Menggunakan Media Sosial dalam       Membentuk Identitas.Channel, Vol.3 No.2, Oktober 2015, hal. 1-16.       Yogyakarta: Programa Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan     Yogyakarta

Hurlock B. Elizabeth. 1980. Development Psychology (A little span Approach),     fifth edition. McGraw Hill, Inc.

Kominfo.com, 2017. Riset Kominfo dan UNICEF Mengenai Perilaku Anak dan    Remaja Dalam Menggunakan Internet.           https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3834/Siaran+Pers+No.+17-  PIH-KOMINFO-2 2014+tentang+Riset+Kominfo+dan+UNICEF+Mengenai+Perilaku+Anak            +dan+Remaja+Dalam+Menggunakan+Internet+/0/siaran_pers. Diakses      pada 27 September 2017

Kominfo.com, 2015. Pengguna Internet di Indonesia 63 Juta Orang.                       https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3415/Kominfo+%3A+Peng            guna+Internet+di+Indonesia+63+Juta+Orang/0/berita_satker. Diakses        pada 27 September 2017

Novitasari, Eka Imama., dkk. 2015. Impact From Social Media to Social Life. The             3rd International Multidiciplinary Conference on Social Sciences. Bandar        Lampung: Bandar Lampung University.

Putri, Wilga Secsio Ratsja., dkk. 2016. Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku   Remaja. Prosiding KS: Riset & PKM, vol.3, no.1, hal.47-51. Bandung:         Universitas Padjajaran Bandung

Tekno.kompas.com, 2017. Indonesia Pengguna Instagram Terbesar Se-Asia            Pasifik. http://tekno.kompas.com/read/2017/07/27/11480087/indonesia-       pengguna-instagram-terbesar-se-asia-pasifik. Diakses pada 27 September   2017

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here