ESAI – KUTIPANKU DARI MAJELIS-MAJELIS ILMU

0
194

 KUTIPANKU DARI MAJELIS-MAJELIS ILMU

Oleh : Riko Dwiki Pratama

 

  1. Cara melihat kemunafikan pada seseorang itu dapat dilihat pada saat dia melaksanakan subuh dan isya’. Kecuali karena ada suatu hal yang menghalangi dia sholat atau udzur.

Ust. Athoillah Wijayanto dalam Kajian Jum’at Pagi  Kitab Bulughul Maram(1)

Di PP. Mambaul Huda Li Ahlissunnah Wal Jama’ah

  1. Ngaji tentang Agama itu harus selamanya, jangan hanya ketika masa muda saja, tapi walaupun sudah tua tetap ngaji. Ngajilah ketika saat masa muda hingga masa tuamu.

Ust. Athoillah Wijayanto dalam Kajian Jum’at Pagi Kitab Bulughul Maram(2)

Di PP. Mambaul Huda Li Ahlissunnah Wal Jama’ah

  1. Jika seseorang itu sholeh, maka kebaikannya (kesholehan-nya) itu akan terbawa kepada keturunannya orang tersebut sebanyak 7 turunan. Kunci kehidupan itu harus jadi orang yang sholeh.

Ust. Athoillah Wijayanto dalam Kajian Jum’at Pagi 3 November 2017

Kitab Nashoihud Diniyyah  Wal Washoya Al-Imaniyyah(3)

Di PP. Mambaul Huda Li Ahlissunnah Wal Jama’ah

4.  Meninggalkan maksiat itu lebih berat daripada taat. Oleh sebab itu, maka berhati-hatilah wahai saudaraku.

Amal itu lebih baik sedikit tapi tidak banyak maksiat daripada amal yang banyak tapi tetap banyak maksiat.

Al Habib Achmad Jamal bin Thoha Ba’agil dalam Kajian Senin Ba’da Magrib

Kitab Tanbihul Mughtarrin(4) Di Masjid Al-Huda Embong Arab Malang

  1. Dosa mesikpun itu kecil akan menjadi besar bila dilakukan dengan 3 hal ini: (1) diulang-ulang, (2) meremehkan, dan (3) menganggap tidak ada dampaknya nanti di akhirat.

  Al Habib Achmad Jamal bin Thoha Ba’agil dalam Kajian Senin Ba’da Magrib

Kitab Tanbihul Mughtarrin(5) Di Masjid Al-Huda Embong Arab Malang

  1. Iri yang halal atau baik terbagi menjadi 2 yaitu: (1) iri kepada orang yang sedekah, dan (2) iri kepada orang yang berilmu (sehingga orang tersebut yang berilmu, bisa berbagi ilmu).

Al Habib Achmad Jamal bin Thoha Ba’agil dalam Kajian Senin Ba’da Magrib

26 Februari 2018 Kitab Tanbihul Mughtarrin(6) Di Masjid Al-Huda Embong Arab Malang

  1. Barang siapa yang meminta-minta padahal dia punya, maka nanti di hari Kiamat mukanya akan luka-luka.

Al Habib Muhammad Al-Hadad dalam Kajian Kamis Ba’da Subuh

Kitab Ihya ‘Ulumuddin(7) Di Majelis Beliau Di Sawahan Dekat Embong Arab Malang

  1. Belajarlah mulai sekarang sebelum kamu menjadi pemimpin. Pemimpin itu di samping memiliki karakter leadership juga diharuskan berilmu, berilmu yang bersanad (sambung berantai ke Rosulullah SAW).

  Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad Mauladdawilah dalam Pembacaan Hadrah Basaudan dan Kajian Kitab Bidayatul Hidayah(8) Selasa Pagi

Di Majelis Ta’lim Riyadus Sholihin Embong Arab Malang

  1. Orang di zaman sekarang ini jika membaca Al-Qur’an suaranya merdu dan enak, tapi bacaan tersebut hanya sampai pada tenggorokan saja, tidak sampai pada hatinya, sehingga dapat diamalkan dalam kesehariannya.

  Al Habib Achmad Jamal bin Thoha Ba’agil dalam Kajian Senin Ba’da Magrib

26 Februari 2018 Kitab Tanbihul Mughtarrin(9) Di Masjid Al-Huda Embong Arab Malang

  1. Kalau sholat jangan hanya sekedar gerakan sholat saja. Tapi hayati maknanya. Jangan terburu-buru. Jika kamu sholat hanya sekedar gerakan saja, maka setan-setan didekat kamu akan ketawa kepada kamu sendiri.

  Al Habib Muhammad Al-Hadad dalam Kajian Selasa Ba’da Subuh

Kitab Ihya ‘Ulumuddin(10) Di Majelis Beliau Di Sawahan Dekat Embong Arab Malang

  1. Orang yang paling banyak masuk neraka dan orang yang masuk neraka tanpa dihisap terlenih dahulu adalah: (1) pemimpin yang dzolim, (2) orang yang fanatisme/fanatic berlebihan terhadap suku, (3) orang yang sombong atas kelebihan yang diberikan Allah kepada mereka, (4) pedagang yang curang/tidak jujur, (5)orang awam karena kebodohannya/tidak ingin belajar agar bisa lebih baik lagi, dan (6) Ulama’ yang hasud/iri dengki, saling mencaci, menebarkan kebencian terhadap orang lain.

  Al Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dalam Rangkaian Acara Haul Akbar

Al Imamain Darul Hadist Al Faqihiyyah 1439 H/2018 M Kitab Ihya ‘Ulumuddin(11)

Di Ma’had Darul Hadist Al Faqihiyyah Ahlussunnah Wal Jama’ah

12. 3 hal yang tidak dipandang oleh Allah SWT di akhirat nanti adalah: (1) durhaka kepada kedua orangtuya, (2) membiarkan istrinya bergaul dengan laki-laki lain dan dia tidak cemburu, (3) seorang laki-laki yang menyerupai perempuan, begitu juga sebaliknya.

Al Habib Asadullah bin Alwi Alaydrus dalam Kajian Sabtu Ba’da Magrib dalam Kajian Kitab Sulamuttaufiq(12) Di Masjid Al-Huda Embong Arab Malang 

  1. Jika kamu di dalam urusan dunia, kamu juga menjaga akhiratmu, dalam artian dunia tidak melalaikanmu untuk ibadah. Maka insya allah kehidupanmu akan dipermudah oleh Allah SWT, karena semua ketentraman/ketenangan itu terdapat pada dzikir, memperbaiki diri agar bisa lebih baik, dan selalu mengingat Allah dimanapun berada.

  Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad Mauladdawilah dalam Kajian Kitab Nashoihud Diniyyah(13) Sabtu Pagi Di Majelis Ta’lim Riyadus Sholihin Embong Arab Malang

  1. Sekolah yang baik atau sekolah yang berkualitas itu harus memenuhi 3 hal ini: (1) pendidik yang mumpuni, (2) cara mendidik yang tepat, (3) uji hasil peserta didik/santri.

  Ustadz Abdullah Ibrahim(14) dalam Rangkaian Acara Haul Akbar Al Imamain

Darul Hadist Al Faqihiyyah 1439 H/2018 M Di Ma’had Darul Hadist

Al Faqihiyyah Ahlussunnah Wal Jama’ah

  1. Saat kamu sakit, maka obatilah penyakit kalian itu dengan sedekah, insya allah segera sembuh dan dipermudah untuk sembuh. Jika engkau sakit jangan melupakan Allah SWT, tetaplah mengingat sang Robbil ‘Alamiin. Do’anya orang sakit itu mustajab.

  Al Habib Achmad Jamal bin Thoha Ba’agil dalam Kajian Senin Ba’da Magrib

12 Maret 2018 Kitab Tanbihul Mughtarrin(15) Di Masjid Al-Huda Embong Arab Malang

16. Ibu adalah sekolah yang paling terbesar dalam suatu rumah tangga. Universitas tertinggi anak adalah pada ibu.

  Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad Mauladdawilah dalam Kajian Kitab Fathul Qorib(16) Rabu Pagi Di Majelis Ta’lim Riyadus Sholihin Embong Arab Malang

 

 

(1) Kitab Karangan Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asyqollani, cetakan Darul Kutub Ilmiyah Beirut-Lebanon.

(2) Ibid.

(3) Kitab Karangan Al-Qutb Wal Irsyad Al-Habib Abdullah bin Alawy Al-Haddad Al-Hadhromi As-Syafi’i, cetakan Darul Kutub AlIslamiyah Jakarta-Indonesia.

(4) Kitab Karangan Syaikh Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali Asy-Sya’rani atau Imam Sya’rani, cetakan Darul Kutub Al-Islamiyyah Jakarta-Indonesia.

(5) Ibid.

(6) Ibid.

(7) Kitab Karangan Imam Al-Gazhali atau Abu Hamid.

(8) Kitab Karangan Imam Al-Gazhali atau Abu Hamid, cetakan Darul Kutub Al-Islamiyyah Jakarta-Indonesia.

(9) Kitab Karangan Syaikh Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali Asy-Sya’rani atau Imam Sya’rani, cetakan Darul Kutub Al-Islamiyyah Jakarta-Indonesia.

(10) Kitab Karangan Imam Al-Gazhali atau Abu Hamid.

(11) Kitab Karangan Imam Al-Gazhali atau Abu Hamid.

(12) Kitab Karangan Sayyid Abdullah bin Husain bin Tohir Ba Alawi Al-Hadhromi Al-Syafi’I, cetakan Darul Kutub Al-Islamiyyah Jakarta-Indonesia.

(13) Kitab Karangan Al-Qutb Wal Irsyad Al-Habib Abdullah bin Alawy Al-Haddad Al-Hadhromi As-Syafi’i, cetakan Darul Kutub AlIslamiyah Jakarta-Indonesia.

(14) Beliau membacakan manaqib/biografi Al Imamain di acara Haul Akbar.

(15) Kitab Karangan Syaikh Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali Asy-Sya’rani atau Imam Sya’rani, cetakan Darul Kutub Al-Islamiyyah Jakarta-Indonesia.

(16) Kitab Karangan Asy-Syekh Muhammad bin Qasim Al-Ghazy, cetakan Majelis Ta’lim Riyadus Sholihin Jagalan Asem Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here