ESAI – MANUSIA DAN SILATURAHMI

0
156

Manusia dan Silaturahmi
Oleh : Intan Permatasari

“Apa itu silaturahmi?”
Silaturahmi merupakan istilah akrab yang santer diucapkan dalam tindakan pergaulan umat islam sehari-hari. Silaturahmi menjadi bagian dari setiap kehidupan manusia yang pada dasarnya merupakan makhluk sosial. Istilah silaturahmi pada hakekatnya merupakan bentukan dari bahasa Arab, berasal dari kata silaturahim yaitu silah yang berati hubungan dan rahim yang berarti peranakan. Secara umum arti silaturahmi yaitu menghubungkan tali kekerabatan dengan cara saling berkunjung kerumah saudara, teman maupun tetangga.
“Pentingkah silaturahmi?”
Silaturahmi menjadi sebuah ajang pertemuan antara suadara, teman dan kerabat yang satu dengan yang lainnya. Orang yang jauh akan terasa dekat kembali apabila selalu menyambung silaturahmi, bahkan tidak hanya dengan orang jauh, dengan orang yang sudah dekat pun perlu dilakukan silaturahmi agar tetap terjaga tali persaudaraannya. Kata silaturahmi akan terdengar dan dilakukan setiap umat muslim ketika di hari raya idul fitri, sebagai moment untuk meminta maaf satu sama lain. Orang yang tinggal jauh dengan orangtua dan sanak keluarga akan pergi untuk menemui dan meminta maaf agar hubungan mereka tetap terjaga. Menemui sanak saudara, tetangga, teman, ataupun saudara muslim lainnya insyaallah akan mendapat kebaikan dan bisa meluaskan rezeki seseorang menurut pandangan islam. Dengan bersilaturahmi hubungan baik akan selalu terjaga karena tanpa disadari setiap manusia membutuhkan orang lain terutama keluarga sebagai orang yang dekat dengan mereka.
“Dosakah memutuskan silaturahmi?”
Pemikiran sempit terkadang masih terdengar pada beberapa kalangan manusia tertentu. Pemikiran ini dalam arti tidak mau menyambung silaturahmi lagi dengan saudara, teman dan kerabatnya atau lebih sering dikenal dengan memutuskan tali persaudaraan. Itu dikarenakan ego dari kedua belah pihak, dan benihnya yaitu sebuah permasalahan yang bisa menimbulkan pertikaian. Pertikaian atau pertengkaran biasa terjadi di kalangan manusia, namun tidak harus menjadikan seseorang dengan orang lain memutuskan tali persaudaraan. Ketika terjadi permasalahan, seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin, karena setiap permasalahan pasti akan ada jalan keluarnya jika masing-masing mau terbuka dan ingin menyelesaikannya. Sebagai umat muslim yang taat agama seharusnya tau bahwa itu tindakan yang buruk, harus mengalah ketika terjadi hal demikian, menurunkan ego dan memiliki sikap pemaaf sesungguhnya harus dimiliki manusia agar bisa hidup tentram dan damai dengan keluarga, teman, tetangga dan kerabat lainnya.
Dalam hadist Imam Muslim disebutkan bahwa, “Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi”. Dapat diketahui bahwa silaturahmi merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap umat manusia, maka apa yang menyurutkan niat manusia untuk bersilaturahmi? Mempererat hubungan silaturahmi itu mudah, yang pertama dahulukan keluarga yang terdekat, terutama orang tua. Selalu mengingat kebaikan sanak keluarga, menghafal seluruh nama saudara agar tidak lupa dan yang terakhir jangan menyakiti orang lain agar tali silaturahmi tetap terjaga sampai anak cucu kelak nantinya. Sebagai orang tua, harus mengajarkan kepada anaknya bagaimana bersikap baik dengan semua orang, sering mengajak anak untuk bertemu atau bersilaturahmi dengan keluarga agar mereka hafal dan tidak lupa. Hal lain yang bisa dilakukan yaitu mengajarkan anak untuk menurunkan ego dan memiliki sikap pemaaf yang tinggi, agar ketika terjadi permasalahan mereka bisa berfikir positif dan bisa memaafkan supaya tidak sampai terjadi saling tidak menyapa atau memutuskan silaturahmi.
Sudah jelas dapat diketahui bahwa silaturahmi merupakan tindakan wajib yang harus dilakukan oleh setiap manusia agar hubungan mereka tetap terjaga. Ketika ada manusia yang memilih untuk memutuskan silaturahmi atau tali persaudaraan, maka orang tersebut akan diancam oleh Allah dengan tidak akan memasukkannya dalam syurganya. Kerugian memutuskan tali persaudaraan akan terasa di dunia maupun akhirat, di akhirat mereka tidak akan masuk syurga, demikian di dunia mereka tidak akan bisa hidup dengan damai karena masih terbesit sikap benci untuk orang lain. Sebagai seseorang yang mengerti agama, cerdas dan memiliki pemikiran tinggi, mereka akan selalu mempererat tali tali persaudaraan dengan bersilaturahmi dan bersikap baik kepada semua orang. Silaturahmi dapat memberikan banyak dampak positif di dunia maupun akhirat yang membuat setiap manusia bisa hidup lebih damai dan bisa menolong satu sama lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here