ESAI – PELAJAR BAHASA INGGRIS SULIT BERBICARA BAHASA INGGRIS

0
48

Pelajar Bahasa Inggris Sulit Berbicara Bahasa Inggris

Oleh: Agnes Oktaviantina

 

Pelajar bahasa Inggris harus mempunyai empat skill, yakni membaca/reading, menulis/writing, mendengarkan/listening, dan berbicara/speaking baik dalam pendidikan formal maupun non-formal. Keempat skill tersebut harus berjalan seimbang, dipelajari, dan dipraktikkan oleh pelajar bahasa Inggris. Kenyataan yang ada tidak seperti apa yang diharapkan. Dalam pendidikan formal, mereka memiliki kesempatan yang tidak banyak untuk berbicara bahasa Inggris, bahkan tidak memiliki kesempatan sama sekali. Terdapat permasalahan yang dialami pelajar bahasa Inggris tingkat intermediate dan pre-advanced. Mereka belum mampu fasih berbicara bahasa Inggris formal maupun non-formal. Mereka mengalami kesulitan untuk menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka dalam bahasa Inggris. Tidak hanya itu, sebagian dari mereka tahu apa yang harus mereka bicarakan, tetapi mereka tidak memiliki kepercayaan diri atau bahkan takut untuk berbicara. Permasalahan tersebut terjadi karena mereka hanya fokus pada kebahasaan atau dalam bahasa Inggris disebut linguistics. Mempelajari kebahasaan suatu bahasa memang penting karena itu adalah ilmu dasar yang harus dipelajari, tetapi skill berbahasa harus tetap dikuasai terutama berbicara/speaking.
Bahasa adalah alat berkomunikasi yang harus diekspresikan, bukan untuk disimpan. Berkomunikasi dengan seseorang memang memerlukan aturan kebahasaan. Keduanya speaking maupun linguistics sama penting, tetapi tujuan utama dari bahasa sendiri adalah komunikasi. Menyambung isu mengenai kesulitan pelajar bahasa Inggris dalam berbicara bahasa Inggris, hal tersebut terjadi karena ketakutan atau ketidakpercayaan diri mereka untuk berbicara bahasa Inggris dan tidak adanya kemauan untuk berlatih. Kunci utama berbicara adalah kepercayan diri, entah kosa kata yang digunakan sudah baik dan benar atau belum. Seseorang tidak akan pernah berbicara jika selalu merasa takut, alhasil pelajar bahasa Inggris tidak akan pernah mahir berbicara bahasa yang ia pelajari. Berlatih speaking juga menjadi jembatan untuk mengaplikasikan aturan kebahasaan dalam bentuk komunikasi oral. Al-Hosni 2014 dalam penelitiannya mengatakan bahwa ada dua kendala dalam mempelajari bahasa Inggris, yaitu merasa bersalah dan ketakutan dalam berlatih berbicara/speaking. Maka dari itu, mereka perlu memiliki kepercayaan diri dalam belajar bahasa Inggris. Jika merasa takut, mereka dapat berlatih berbicara bahasa Inggris dengan teman maupun guru yang menguasai di bidangnya.
Selain dapat membentuk kepercayaan diri, berlatih speaking juga dapat meningkatkan kemampuan skill berbicara itu sendiri. Mereka yang sudah memiliki kepercayaan diri terus berlatih agar dapat fasih berbicara formal maupun non-formal karena semuanya memerlukan proses dan usaha. Tidak ada kesuksesan yang dapat diraih hanya dengan satu kali mengedipkan mata. Monica Lindbald dalam penelitiannya mengatakan bahwa anak harus mengembangkan kemampuan oral sebelum belajar membaca dan menulis dalam mempelajari bahasa. Anak dapat diartikan sebagai pemula bagi pelajar non-native speaker, karena tentunya bahasa ibu mereka berbeda. Sangatlah jelas apa yang dikatakan Monica bahwa kemampuan berbicara memang sangat penting karena hal tersebut dapat mempengaruhi output yang dihasilkan dalam mempelajari bahasa Inggris.
Salah satu output yang diharapkan dari mempelajari bahasa Inggris terutama skill berbicara yaitu memiliki kemampuan bagus untuk berbicara di depan umum atau public speaking. Setelah memiliki kepercayaan diri dan kelancaran berbicara, pelajar bahasa Inggris tentunya ingin memiliki kemampuan yang baik berbicara di depan umum, dalam acara formal maupun non-formal. Mereka dapat mengikuti lomba story telling, lomba pidato berbahasa Inggris, atau debat bahasa Inggris. Prestasi non-akademik juga tidak kalah penting untuk dikejar. Arina Nikita dalam buku Successful Public Speaking mengatakan bahwa semua orang dari umur 10 hingga 90 tahun sudah menempatkan diri mereka pada situasi dimana mereka harus berbicara di depan umum. Memiliki kemampuan public speaking tidak harus mengisi pidato di upacara-upacara penting. Bercerita lucu atau stand up comedy saat menghadiri pesta, memperkenalkan diri di depan kelas, atau mempresentasikan karya tulis sudah merupakan berbicara di depan umum.
Belajar bahasa tidak harus di pendidikan formal. Siapapun bisa belajar bahasa Inggris melalui buku atau teman. Hal tersebut sama dengan belajar berbicara. Siapapun yang belajar bahasa Inggris dapat berlatih speaking dengan teman yang tertarik dan memahami bahasa tersebut. Mereka dapat memulai dengan percakapan sehari-hari, misalnya menanyakan kemana ia akan pergi atau apa yang sedang ia lakukan. Sesimpel itu, bukan? Berlatih speaking pun tidak harus di dalam kelas. Siswa SMP yang tertarik untuk belajar bahasa Inggris lebih dari yang mereka pelajari di kelas juga dapat berlatih speaking dengan teman mereka. Kembali lagi kuncinya adalah kepercayaan diri. Siswa SMA atau mahasiswa yang menyukai di bidang bahasa terutama bahasa Inggris tentunya memiliki kesempatan besar yang tidak boleh disia-siakan. Mereka dikelilingi oleh orang-orang yang menyukai dan ahli di bidangnya. Selain kepercayaan diri, kemauan mereka juga diperlukan untuk meningkatkan kemampuannya.
Pelajar bahasa Inggris seharusnya sadar bahwa mereka tidak hanya mencari ilmu, tetapi juga harus merealisasikan ilmunya. Selain itu, mengasah soft skill juga penting agar prestasi non-akademik tercapai. Pelajar bahasa Inggris di pendidikan formal harus merasa malu kepada mereka yang mempelajari bahasa Inggris di luar pendidikan formal jika mereka memiliki kualitas yang lebih bagus dalam berbicara bahasa Inggris.
Referensi:
Lindbald, Monica. 2011, Communication Strategies in Speaking English as a Foreign Language. Swedish.
Gudu, BO. 2015, Teaching Speaking Skills in English Language using Classroom Activities in Secondary School Level in Eldoret Municipality. Kenya: Moi University
Nikita, Arina. 2011, Successful Public Speaking. Russia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here