ESAI – PENINGKATAN PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA INDONESIA 

0
280

PENINGKATAN PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA INDONESIA 

Oleh: Zahid Zufar At Thaariq

Pancasila telah menjadi suatu dasar negara dan aturan pokok berkehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila tetap kokoh, meski banyak peristiwa-peristiwa pemberontakan yang pernah terjadi dengan tujuan mengganti Ideologi Pancasila. Pancasila tetap kokoh dikarenakan dari kalangan bawah hingga kalangan atas bersatu menghadapi pemberontakan yang memiliki tujuan mengganti Ideologi Pancasila. Hal ini menandakan bahwa Pancasila terbukti dapat mempersatukan semua kalangan. Dalam tulisan ini sedikit akan menjelaskan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila yang kini semakin lama semakin memudar.

Pancasila telah menjadi suatu ideologi yang sudah mengakar kuat sebagai suatu kesatuan Republik Indonesia. Pancasila berasal dari bahasa sanskerta yaitu panca berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas. Pancasila adalah dasar negara bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia tidak saja sebagai dasar negara RI, tetapi juga alat untuk mempersatukan bangsa, kepribadian bangsa, pandangan hidupa bangsa, sumber dari segala sumber hukum positif dan sumber ilmu pengetahuan di Indonesia (Aziz, dalam Sutono, 2015) Pancasila merupakan rumusan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (Wikipedia, 2018). Pancasila memiliki lima prinsip yang mendasarinya, yaitu (1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) persatuan Indonesia, (4) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan (5) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Prinsip-prinsip dari Pancasila tercantum pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke-4. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan suatu kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia maka pandangan hidup tersebut dijunjung tinggi karena pandangan hidup Pancasila berakar pada budaya dan pandangan hidup masyarakat (Sutono, 2015). Dengan demikian pandangan hidup Pancasila bagi bangsa Indonesia yang memiliki bhineka tunggal ika tersebut harus merupakan asas pemersatu bangsa sehingga tidak boleh mematikan kenekaragaman (Kaelan, 2013).

Dengan banyaknya manfaat yang diperoleh dari Pancasila, menjadikan seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, perlu untuk menghafal, memahami dan mengamalkan Pancasila. Namun, yang terjadi di lapangan, masih ditemukan beberapa mahasiswa yang belum dapat menghafal prinsip-prinsip Pancasila dengan sempurna. Ini dibuktikan dengan riset melalui wawancara yang dilakukan oleh penulis pada sejumlah mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Dari 6 mahasiswa yang menjadi objek penelitian, sekitar 30 persen tidak dapat menghafal Pancasila dengan baik. Ketigapuluh persen tersebut rata-rata salah menyebut prinsip-prinsip dari Pancasila, sehingga dapat dikatakan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila masih rendah.

Salah satu hal yang menyebabkan memudarnya pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila adalah penghapusan P4 (Pedoman Penghayatan, Pengamalan Pancasila), penghapusan mata pelajaran Pancasila pada jenjang sekolah pasca terjadinya reformasi dan kurangnya sosialisasi Pancasila pada mahasiswa. Mahasiswa pada era sebelum reformasi, masih memiliki pemahaman yang kuat terhadap Pancasila. Mahasiswa saat itu, masih memperjuangkan Pancasila dengan berani. Hal ini sangat jauh berbeda apabila dibandingkan mahasiswa saat ini yang cenderung acuh tak acuh terhadap Pancasila.

Mahasiswa adalah orang yang belajar pada jenjang perguruan tinggi. Di samping belajar, mahasiswa juga terlibat dalam program-program pengembangan, seperti organisasi, penalaran, dan sebagainya. Namun, secara kuantitatif, masih sangat sedikit mahasiswa yang terlibat pada program pengembangan penalaran dan keilmuan, bakat, minat, organisasi dan kepemimpinan (Hadi, 2017). Hal ini dikarenakan tingginya biaya kuliah dari mahasiswa yang menyebabkan mahasiswa ingin segera cepat selesai dan cepat bekerja.

Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan, bahwa Pancasila adalah lima prinsip yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan asas pemersatu bangsa yang berbhineka tunggal ika atau berbeda-beda tetap satu. Dengan peranannya yang besar tersebut, menjadikan mahasiswa perlu memiliki pemahaman terhadap Pancasila. Namun, masih banyak mahasiswa yang tidak dapat memahami atau bahkan menghafal prinsip-prinsip Pancasila dengan sempurna. Ini menandakan pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila masih rendah. Maka dari itu, perlu adanya penerapan-penerapan yang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila.

Dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap prinsip-prinsip dari Pancasila, peran aktif keluarga, pengajar, pemerintah dan masyarakat luas sangat dibutuhkan. Solusi yang penulis tawarkan dalam upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila adalah (1) penerapan kembali kebijakan P4 yang terbukti mampu secara efektif dapat meningkatkan pemahaman Pancasila, (2) dalam perkuliahan maupun rapat organisasi, pada tahap pembukaan, perlu penyebutan ayat-ayat Pancasila, di samping menyanyikan lagu Indonesia dan (3) dalam pengajaran mata kuliah Pendidikan Pancasila, perlu adanya strategi belajar mengajar secara interaktif. Manfaat dari penerapan ini adalah (1) dengan adanya kebijakan P4 (Pedoman Penghayatan, Pengamalan Pancasila), maka Pancasila secara efektif dapat dipahami oleh masyarakat, khususnya mahasiswa, (2) dengan penyebutan ayat-ayat Pancasila, dengan sendirinya, mahasiswa mampu menghafal Pancasila dengan baik dan (3) strategi belajar mengajar secara interaktif dapat memudahkan mahasiswa dalam pembelajaran pada mata kuliah Pendidikan Pancasila.

Pancasila telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka, dan resmi menjadi ideologi ketika Indonesia telah merdeka. Meski banyak upaya yang berusaha mengganti ideologi Pancasila, namun Pancasila tetap berdiri kokoh berkat adanya rasa persatuan dari seluruh rakyat Indonesia. Persatuan itulah yang menjadikan bangsa Indonesia kokoh dan disegani oleh bangsa lainnya. Maka dari itu, kaum generasi muda seperti mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap Pancasila, agar eksistensi Pancasila di kalangan kaum muda tidaklah pudar dimakan oleh pesatnya perkembangan zaman.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hadi, S. 2017. Pengembangan Kemahasiswaan Universitas Negeri Malang. Materi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru. Malang: Universitas Negeri Malang.

Kaelan. 2013. Negara Kebangsaan Pancasila Kultural, Historis, Filosofis, Yuridis dan Aktualisasinya. Yogyakarta: Paradigma

Sihaloho, M J. 2017. Ahmad Basarah: Penghapusan P4 Menyebabkan Tumbuhnya Gerakan Anti-Pancasila. (online) (http://www.beritasatu.com/nasional/455513-ahmad-basarah-penghapusan-p4-menyebabkan-tumbuhnya-gerakan-antipancasila.html) diakses pada 30 Agustus 2018

Sutono, A. 2015. Meneguhkan Pancasila sebagai Filsafat Pendidikan Nasional. Civis Vol V, No. 1

Wikipedia, 2018. Pancasila. (online) (https://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila)

Yulianto, A. 2017. Unas Kritisi Perbedaan Gerakan Mahasiswa Dulu dan Sekarang. (online) (https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/08/23/ov4wkq-unas-kritisi-perbedaan-gerakan-mahasiswa-dulu-dan-sekarang) diakses pada 30 Agustus 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here