Sejarah

Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis (UKMP) lahir dengan nama Himpunan Mahasiswa Penulis (HMP). Pada tanggal 12-16 April 1982, diadakan Penataran dan Lokakarya Penulisan Ilmiah Populer.  Drs. Syamsul Arifin (mantan Pembantu Rektor III IKIP Malang waktu itu) melontarkan ide dan keinginannya agar dibentuk suatu wadah yang dapat menampung dan membina aktivitas kepenulisan mahasiswa. Salah seorang peserta lokakarya,  Gogok Rahmat Basuki, menyambut gagasan itu dengan karya nyata. Ia menggagas sebuah wadah yang dimaksudkan oleh sang mantan PR III itu.

Sambutan hangat dan dukungan datang dari para mahasiswa. Puncaknya, atas persetujuan PR III waktu itu, dibentuklah Serikat Penulis Muda, dengan Gogok Rahmat Basuki sebagai ketua umumnya pada tanggal 7 Mei 1982. Akan tetapi nama Serikat Penulis Muda dirasa kurang tepat, sehingga pada tanggal 10 Mei 1982 diadakan rapat khusus dengan agenda tunggal penegasan dan penentuan nama organisasi yang baru berdiri dua hari itu. Tiga alternatif nama diajukan, yaitu: Serikat Penulis Muda, Ikatan Mahasiswa Penulis, dan Himpunan Mahasiswa Penulis. Nama yang disepakati adalah Himpunan Mahasiswa Penulis.

Untuk melengkapi syarat de facto maupun de jure, maka pada tanggal 16 Mei 1982 diadakanlah Sidang Umum yang pertama untuk membahas dan menetapkan AD dan ART Himpunan Mahasiswa Penulis. Untuk memperoleh legitimasi formal, enam bulan berikutnya Rektor IKIP Malang waktu itu mengesahkan susunan pengurus pertama Himpunan Mahasiswa Penulis. Pembina yang ditunjuk waktu itu adalah Drs. Basenang Saliwangi. Sejak saat itulah HMP mantap menjadi organisasi fungsional di lingkungan IKIP Malang, sejajar dengan organisasi lain yang telah mendahului keberadaannya.

Bentuk usaha pembinaan dan ruang lingkup kerja pembinaan profesional adalah satu poin penting yang menjadi perhatian HMP. Selain itu, sebagai pengembang dan wadah bagi minat kepenulisan, HMP juga dituntut untuk bergulat dalam melaksanakan kinarya kepenulisan sebagai bagian utama dalam tradisi masyarakat cendekia. Sementara itu, dalam setiap kegiatan HMP selalu berusaha ntuk menggalang kerjasama dengan pihak lain. Penerbitan media massa yang ada di Malang dan Jawa Timur sering berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan. Karya-karya anggota HMP juga menjadi ujung tombak koran kampus KOMUNIKASI. Mayoritas isi tulisan maupun liputannya adalah hasil jerih payah anggota HMP. Sejak tahun 2002, nama organisasi ini diubah dari nama semula, Himpunan Mahasiswa Penulis (HMP) menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis (UKMP).

UKMP memiliki produk jurnalistik SIAR.Terlepas dari sejarah UKMP sebagai induk organisasi, SIAR sendiri berdiri sebagai salah satu dari sejarah UKMP. SIAR telah eksis sejak tahun 1987. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya buletin SIAR yang terbit saat itu. Sayangnya, sampai saat ini masih belum ditemukan data yang akurat mengenai keberadaan SIAR sendiri. Karena pada awal berdirinya, lembaga ini merupakan lembaga penalaran, bisa diduga SIAR adalah salah satu produk dari HMP yang berkembang lebih lanjut di satu bidang sendiri yaitu jurnaistik. Bahkan, bisa pula SIAR telah ada sebagai media HMP sebelum tahun 1987. Perekonstruksian sejarah SIAR sendiri menjadi buram karena data yang kurang.

Meski begitu, ada satu masa yang dapat membuktikan bahwa SIAR telah eksis sebagai lembaga jurnalistik atau yang bisa disebut Lembaga Pers Mahasiswa. Hal ini diketahui dari keikutsertaan SIAR sebagai salah satu bagian dari Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) pada tahun 1992. Tentu itu menandakan bahwa SIAR yang sebelumnya hanyalah bagian dari suatu media di HMP telah mengembangkan kadernya menjadi lebih profesional dalam ranah jurnalistik. Pada tahun 2004 SIAR telah mendeklarasikan dirinya sebagai Lembaga Pers Mahasiswa(LPM).

Berikut adalah nama-nama ketua umum Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis Universitas Negeri Malang:

  1. Vryda Eka Tryasari (masa bakti tahun 2012)
  2. Milatuz Zakiyah (masa bakti tahun 2011)
  3. Ritma Yuniasari (masa bakti tahun 2010)
  4. Sulviana Puspitasari (masa bakti tahun 2009)
  5. Jayaning Sila Astuti (masa bakti tahun 2008)
  6. Qudsi Falki (masa bakti tahun 2007 semester kedua)
  7. Pramuji Wibowo (masa bakti tahun 2007 semester pertama)
  8. Dida Erlina (masa bakti tahun 2006)
  9. Wiwi Widianti (masa bakti tahun 2005)
  10. Nur Chasan (masa bakti tahun 2004)
  11. Nanang Maryanto (masa bakti tahun 2003)
  12. Ika Maya Susanti (masa bakti tahun 2002)
  13. Ghurrun Adib Ahmadi (masa bakti tahun 2000-2001)
  14. Gogok Rahmat Basuki (ketua umum pertama)

Beberapa nama ketua umum tidak berhasil ditemukan, disebabkan karena keterbatasan sumber informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *