Malam Kecil yang Pernah Terlewat

Malam Kecil yang Pernah Terlewat
Oleh: Kevin Alfirdaus

Di suatu waktu, tempat saya bertugas;
laut kelabu dan pasir pantai dihempaskan palung,
bulan sabit terang dengan penampilan buruk,
dan ombak kecil terus mengejutkan indera

Dalam ikal yang berapi-api dari bingarnya suara-suara pantai,
saya mendapati teluk yang mampu mendorong haluan manusia,
di tepi pantai itu —siapapun putus asa mengingat kenangan

Kemudian satu mil dekat dermaga —beraroma laut yang hangat; bulan sabit yang gelap, dan ombak besar yang menghanyutkan;
rantai bintang di kedua sisi jalan, memantulkan cahaya —menjadikannya garis lampu.

Seseorang muncul;
flanel lusuh lengkap dengan goresan tajam sorot mata,
dan semburan biru dari korek api yang menyala.
Ia melewati saya, menuju gelap —mungkin palung itu!

Wajahnya penuh ceria,
ada sedikit rasa takut 
Mungkin harapan masa lalu sempat tertinggal

Jantung saya berdetak
tubuh saya sulit dikendalikan
sebentar lagi saya menuju cahaya
Tapi bulan tidak pernah bersinar tanpa membawakanku mimpi,
Mengapa juga orang itu tidak tinggal?

Benar juga!
saya mungkin ingin hidup, tapi aku harus kembali!
Ada kehancuran lain yang belum saya tertawakan di palung itu

Lautan lepas,
(24/7/21)

Leave a Comment