Membangun Literasi Ilmiah Berbasis Digital pada Kalangan Terpelajar

Membangun Literasi Ilmiah Berbasis Digital pada Kalangan Terpelajar

oleh : Zahid Zufar At Thaariq
email : zahidthoriq123@gmail.com

Tulisan ini akan mencoba menganalisis dan memecahkan suatu masalah, khususnya persoalan literasi di era keterbukaan saat ini. Literasi pada dasarnya penting untuk membangun karakter berkemajuan yang siap menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman. Salah satu literasi yang dapat diaplikasikan dan memiliki kebermanfaatan adalah literasi ilmiah. Dengan adanya penguasaan literasi ini, berbagai persoalan di kalangan masyarakat dapat dipecahkan dengan berbagai ragam ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Secara kebahasaan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016), literasi bisa dikatakan sebagai kemampuan menulis dan membaca, pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu, kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Berarti secara bahasa, pada intinya literasi adalah kemampuan menulis atau membaca berdasarkan pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu untuk kecakapan hidup.

Di era keterbukaan seperti saat ini, segala informasi yang beredar dapat diakses hanya melalui gawai milik masing-masing. Hal ini tentu berbeda dengan era lama yang masih harus mencari literatur melalui buku-buku yang belum tentu ada di perpustakaan atau jurnal-jurnal yang aksesnya sangat sulit dijangkau. Melalui gawai, laptop dan internet segala kemudahan telah didapatkan, khususnya berkenaan dengan literasi ilmiah.

Secara teoritis, literasi ilmiah adalah kemampuan dalam mengaplikasikan ilmu yang dimiliki ke dalam kehidupan nyata. Literasi ilmiah merupakan hal yang penting dan syarat untuk dapat beradaptasi di era globalisasi (Triyanto, Susilo, Rohman, & Lestari, 2016). Literasi ilmiah merupakan kecakapan hidup yang harus dikembangkan bagi kalangan terpelajar (Rychen & Salganik, 2003).

Saat ini, Indonesia sedang mengalami permasalahan terkait dengan literasi. Berdasarkan data UNESCO mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, pada setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Masyarakat di Indonesia rata-rata membaca nol sampai satu buku per tahun. Kondisi ini lebih rendah dibandingkan penduduk di negara-negara anggota ASEAN, selain Indonesia, yang membaca dua sampai tiga buku dalam setahun. Angka tersebut kian timpang saat disandingkan dengan warga Amerika Serikat yang terbiasa membaca 10-20 buku per tahun. Saat bersamaan, warga Jepang membaca 10-15 buku setahun (Republika, 12 September 2015 dalam Permatasari, 2015).Tingkat literasi kita juga hanya berada pada rangking 64 dari 65 negara yang disurvei. Satu fakta lagi yang miris tingkat membaca siswa Indonesia hanya menempati urutan 57 dari 65 negara (Republika, 12 September 2015 dalam Permatasari, 2015).

Maka, guna memecahkan masalah tersebut, penulis mencoba akan melakukan konstruksi dalam mencari bahan literasi secara ilmiah melalui internet. Mulai dari google search, google scholar dan Z-Library. Ketiga platform tersebut dipilih karena kemudahan akses serta penggunaannya bagi sebagian besar orang dan perspektif penulis sendiri.

            Yang pertama, kita bisa menggunakan platform google search. Google adalah mesin pencari paling populer di World Wide Web yang menarik sebagian besar (67%) dari 113 miliar pencarian web per bulan (Lipsman dalam Mccallum & Bury, 2013). Adapun cara mencari bahan melalui search engine dari google adalah sebagai berikut.

  1. Buka platform google.com
  1. Telusuri dengan kata kunci menggunakan kata-kata yang cenderung akan mengarahkan pengguna terhadap pengetahuan yang akan dicari. Misalnya “Blended Learning”.
  1. Buka salah satu platform yang tersedia. Contohnya penulis membuka Wikipedia.
  1. Berikut ini adalah platform yang penulis buka

Yang kedua, kita juga bisa menggunakan platform google scholar. Pada dasarnya, platform ini secara khusus menyediakan artikel-artikel yang dipublikasikan melalui jurnal nasional maupun internasional. Adapun caranya sebagai berikut.

  1. Buka platform scholar.google.com
  1. Telusuri dengan kata kunci menggunakan kata-kata yang cenderung akan mengarahkan pengguna terhadap pengetahuan yang akan dicari (bisa tema atau nama penulisnya). Misalnya mencari penulis dengan nama “Zahid Zufar At Thaariq”.
  1. Buka salah satu artikel yang tersedia dengan cara klik bagian pdf.
   
  1. Artikel sudah bisa dibaca.

Terakhir, apabila kita ingin mencari buku-buku referensi secara online, bisa menggunakan platform Z-Library. Penulis mendapatkan informasi ini berdasarkan informasi yang diberikan saat penulis mengikuti mata kuliah dari dosen penulis. Adapun caranya adalah sebagai berikut.

  1. Buka platform book4you.org
  1. Telusuri dengan kata kunci menggunakan kata-kata yang cenderung akan mengarahkan pengguna terhadap pengetahuan yang akan dicari. Misalnya “Blended Learning”.
  1. Buka salah satu buku yang tersedia.
  1. Setelah itu, tekan download.
   
  1. Buku (pdf) sudah bisa terunduh.

Demikian merupakan tutorial dalam memanfaatkan berbagai platform di dunia maya dalam membangun literasi ilmiah. Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat mempermudah pembaca dalam mencari referensi ilmiah, khususnya yang sedang ingin berkompetisi ilmiah atau tugas akhir. Semoga Bermanfaat.

DAFTAR RUJUKAN

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2016). Literasi—KBBI Daring. Diambil 4 Februari 2021, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/literasi

Mccallum, M. L., & Bury, G. W. (2013). Google search patterns suggest declining interest in the environment. Biodiversity and Conservation, 22(6), 1355–1367. doi: 10.1007/s10531-013-0476-6

Permatasari, A. (2015). Membangun kualitas bangsa dengan budaya literasi. Dalam Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa 2015 (hlm. 146–156). Unit Penerbitan FKIP Universitas Bengkulu. Diambil dari http://repository.unib.ac.id/11120/

Rychen, D. S., & Salganik, L. H. (2003). Key Competencies for a Successful Life and Well-Functioning Society. Hogrefe Publishing.

Triyanto, S. A., Susilo, H., Rohman, F., & Lestari, E. S. (2016). Kecakapan Berpikir Kritis dan Literasi Ilmiah Siswa Kelas XI IPA 7 SMAN 1 Karanganyar. Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek 2016, 7.

Related posts

Leave a Comment