Mimpi yang Kosong

Mimpi yang Kosong

Oleh: Shinta

Angin malang mengusik bulan ini

Petang datang membayang

Diikuti ironi nestapa yang kembali bergelut

Pada keberuntungan yang enggan berdamai

Jiwa kembali dituntun jadi sekeras batu

Hidup kembali dituntun macam air yang mengalir

Dan,

Mimpi akan terbang kembali

Bersama pasukan burung mungil itu,


Pupus

Diriku hanyalah selembar daun yang mengalir

mengikuti sungai kehidupan

Kemanakah kau akan membawaku?

Melintasi samudera seberang,

Atau harus mati tertimbun derasnya dirimu?


Di penghujung akhir bulan ini,

Sampaikan mimpiku pada Tuhan

Bersama pasukan burung mungil itu,

Hingga aku tak bisa melihatnya lagi

Biarlah dia terbang hingga langit ketujuh

Agar semua penduduk dunia tahu,

Diriku teramat bodoh untuk menggenggamnya

Related posts

Leave a Comment