ESAI – PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM PENDIDIKAN

0
120

Pembelajaran Inkuiri dalam Pendidikan
Oleh : Intan Permatasari

Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap orang dan kemajuan bangsa negara yang mencakup pengetahuan, nilai serta sikap dan keterampilan seseorang. Pendidikan dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan individu. Marimba (dalam Hasbullah, 2015:3) menyatakan, bahwa pendidikan merupakan bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa pendidikan merupakan upaya yang dilakukan untuk membentuk kepribadian dan kegiatannya berlangsung di bangku sekolah. Sederhananya pendidikan merupakan sebuah proses dimana seorang individu tidak mengetahui suatu hal lalu menjadi tahu. Dalam proses pendidikan juga digunakan sebagai tahap pencarian jati diri untuk mengetahui siapa sebenarnya dirinya.
Pendidikan akan berlangsung secara efektif apabila fungsi dan tujuan pendidikan dapat tercapai. Dalam meraih fungsi dan tujuan pendidikan dipengaruhi oleh keberhasilan guru dalam proses pembelajaran. Tujuan pendidikan adalah membentuk anak menjadi makhluk aktif dan kreatif (Friedrich Frobel dalam Ciputra). Agar tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai, maka diperlukan peningkatan kualitas pendidikan salah satunya dengan menerapkan kurikulum. Kurikulum dapat digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Interaksi antara pendidik dan peserta didik juga masuk di dalam kurikulum. Penerapan proses pembelajaran pada kurikulum 2013 revisi berpusat kepada peserta didik yang harus berpartisipasi secara aktif dan mampu berfikir kritis.
Agar pembelajaran bisa berlangsung efektif harus didampingi oleh sumber belajar dan media belajar yang tepat. Selain itu harus didampingi juga dengan model pembelajaran yang tepat agar siswa bisa memahami materi yang disampaikan. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar, bisa diterapkan penggunaan model pembelajaran tertentu. Dengan adanya penggunaan model pembelajaran tertentu diharapkan terjadi perubahan pembelajaran dan diharapkan peserta didik menjadi lebih aktif. Dengan kata lain, ketika mengajar di kelas guru harus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan dapat mendorong siswa untuk belajar serta berperan aktif dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini sesuai dengan sistem pendidikan yang baru di Indonesia yaitu kurikulum 2013, dengan kata lain ketika mengajar dikelas, guru harus berupaya menciptakan kondisi belajar yang kondusif dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan secara aktif.
Dari banyak cara agar pembelajaran bisa berjalan lancar, penulis ingin menyoroti tentang efektifitas sebuah model pembelajaran khususnya untuk siswa sekolah menengah keatas. Pendidik harus bisa mengarahkan siswa untuk belajar secara aktif dan memahami materi dengan baik. Agar bisa mencapai tujuan tersebut, pendidik dapat menggunakan model pembelajaran tertentu dalam proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri, merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada peserta didik ketika di dalam kelas. Salah satu model pembelajaran inkuiri yaitu inkuiri terbimbing. Sani (2013:218) menyatakan, bahwa inkuiri terbimbing merupakan permasalahan atau pertanyaan diajukan oleh guru, guru membimbing peserta didik melakukan penyelidikan lalu peserta didik menentukan prosedur investigasi dan guru membimbing peserta didik menganalisis melalui diskusi.
Terdapat beberapa prinsip pembelajaran inkuiri ketika diterapkan dalam proses pembelajaran. Pertama yaitu berorientasi pada pengembangan intelektual, dimana pembelajaran ini berorientasi padahasil belajar dan juga proses belajar. Kedua yaitu interaksi dimana siswa dituntut untuk bisa berinteraksi dalam proses pembelajaran agar lebih bermakna dan interaksi ini menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar melainkan pengatur lingkungan atau interaksi itu sendiri. Prinsip ketiga yaitu bertanya, dimana guru sebagai penanya dan siswa menjawab pertanyaan. Keempat yaitu prinsip belajar untuk berpikir untuk mengembangkan potensi seluruh otak, bukan hanya mengingat sejumlah fakta. Kelima yaitu prinsip keterbukaan dimana tugas guru yaitu memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan hipotesis secara terbuka dan menemukan kebenarannya
Melalui metode inkuiri terbimbing, diharapkan siswa terlibat aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru dan mampu untuk belajar secara mandiri dengan cara mereka masing-masing untuk mendapat pemahaman yang lebih baik. Pembelajaran inkuiri ini lebih cocok digunakan oleh siswa menengah keatas karena dalam pembelajaran ini menuntut siswa untuk berfikir secara aktif dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru. Dengan model pembelajaran ini, diharapkan siswa mampu untuk berfikir kritis dan menemukan jawaban secara individu maupun berkelompok. Dengan pembelajaran inkuiri ini, siswa akan bersikap lebih aktif karena diharuskan untuk berfikir menemukan jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru.
Syah dalam Fathurrohman (2015:109) menyatakan, bahwa ada beberapa prosedur pengaplikasian model pembelajaran dikelas yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum.
Stimulation (orientasi, guru memberikan permasalahan yang harus dipecahkan)
Problem statement (identifikasi permasalahan dan menemukan jawaban sementara)
Data collection (pengumpulan data untuk membuktikan kebenaran atas hipotesis sebelumnya)
Data Processing (pengolahan data untuk menemukan alternatif jawaban)
Verification (pembuktian benar tidaknya hipotesis alternatif)
Generalization (menarik kesimpulan atas temuan yang didapatkan)
Dari beberapa langkah pembelajaran inkuiri diatas dapat diketahui bahwa peserta didik dituntun untuk berfikir secara aktif dalam menyelesaikan masalah secara bertahap. Dengan model ini, peserta didik akan terbiasa dengan metode pemecahan masalah sehingga menemukan banyak alternatif jawaban dari hasil olah pikir. Oleh karena itu, dengan metode tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa melalui perubahan pola pikir dari setiap proses pembelajaran yang dilakukan. Dengan metode ini dapat menimbulkan daya pikir kreatif, inovatif dan membuat siswa lebih aktif untuk memahami materi yang disampaikan oleh pendidik.

DAFTAR PUSTAKA

Ciputra. 2016. Tujuan Pendidikan yang Penting Untuk Diketahui. (Online), (http://ciputrauceo.net/blog/2016/2/25/tujuan-pendidikan-yang-penting-untuk-diketahui), diakses pada 19 November 2018.
Fathurrohman. 2015. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Hasbullah. 2015. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. PT Rajagrafindo Persada: Depok.
Sani, Ridwan Abdullah. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here