PENGARUH ABAD RENAISSANCE TERHADAP PERKEMBANGAN GERAK SEJARAH LINEAR DI DUNIA PADA ABAD PERTENGAHAN

PENGARUH ABAD RENAISSANCE TERHADAP PERKEMBANGAN GERAK SEJARAH LINEAR DI DUNIA PADA ABAD PERTENGAHAN

Oleh Anggi Putri Puspitasari

Filsafat sejarah spekulatif merupakan perenungan secara filsafati mengenai tabiat-tabiat, sifat, dan pola dari proses sejarah. Filsafat sejarah spekulatif bertujuan untuk menjelaskan bagaimana proses sejarah terjadi, faktor penyebabnya, hingga penggerak sejarah. Filsafat sejarah spekulatif merupakan sebuah permulaan bagi seorang filsuf. Sejarah spekulatif menjadi awal yang menjelaskan bagaimana proses sejarah berjalan, sehingga dapat ditemukan suatu arti atau kecenderungan yang fokus dan mendalam tentang suatu proses sejarah. Hingga kemudian, segala aktivitas manusia di masa lampau dapat memberikan suatu arti dan makna bagi masa tersebut. 

Filsafat sejarah banyak direnungkan dalam perjalanan historis, yang dapat memunculkan tiga pertanyaan besar, yakni 1) plot dari sejarah, 2) motor penggerak sejarah, serta 3) dan muara atau tujuan akhir dari sejarah. Filsafat sejarah spekulatif mengkaji proses sejarah secara total, sebagai peristiwa yang berkaitan dengan manusia. Usaha dalam pengkajiannya dibarengi dengan perenungan yang mendalam tentang perjalanan arus sejarah. Salah satu poin penting dalam filsafat sejarah spekulatif yang berhubungan dengan arus perjalanan sejarah adalah pertanyaan tentang muara atau tujuan dari sejarah. Hal ini menjadi konsepsi tentang kosmologi sejarah, yakni akan kemanakah alam semesta ini. Sesuai dengan metode kontemplatif yang terdapat dalam filsafat sejarah spekulatif, terdapat tiga pola dalam menjelaskan gerak sejarah, diantaranya adalah 1) gerak sejarah garis lurus, 2) gerak sejarah yang berjalan dalam daur kultural yang berkembang dalam kehidupan manusia, serta 3) tidak semua gerak sejarah memiliki pola atau tidak berpola. 

Filsafat sejarah spekulatif juga menaruh perhatian pada bahasan tentang gerak sejarah, yang meliputi pola gerak yang diikutinya untuk melahirkan suatu pola tertentu dalam gerak sejarah, dan menemukan makna yang terkandung dalam gerak sejarah. Metode ini dilakukan melalui pengungkapan hukum-hukum yang berlaku mendominasi dalam gerak sejarah. Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa gerak sejarah berkembang pada arah kebebasan, keadilan, kehendak tuhan, hingga kemajuan menuju kehendak manusia. Bagi seorang filsuf sejarah spekulatif, gerak sejarah dimaknai sebagai sesuatu yang biasa, namun dicari makna di dalamnya. Mereka memandang suatu proses sejarah sebagai fakta yang menyeluruh dan menemukan suatu struktur dasar yang terdapat dalam proses sejarah. Dengan kata lain, filsafat sejarah spekulatif berusaha mencari makna tersembunyi dalam proses sejarah yang dapat menjelaskan alasan keberlangsungan suatu pola gerak sejarah. Gerak sejarah merupakan suatu alur yang dapat menggambarkan jalannya suatu proses sejarah sebagai suatu peristiwa dalam kehidupan manusia. 

Perkembangan mengenai munculnya gerak sejarah dapat ditelisik lebih jauh, hingga pada zaman Yunani. Salah satu aliran atau pola gerak sejarah yang berkembang besar di dunia ini adalah gerak sejarah linear. Gerak sejarah linear menganggap bahwa perjalanan sejarah terus berkembang mengikuti garis lurus. Dalam gerak sejarah linear, masa lalu pada akhirnya akan menjadi masa kini, dan terus berjalan menjadi masa depan. Menurut pola gerak sejarah ini, perjalanan sejarah hanya dapat dilihat berdasarkan tiga tahap atau fase, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan. Pola gerak sejarah ini dianggap sesuai dengan perjalanan mahluk hidup di bumi. Dalam pola sejarah linear, sejarah hanya dipandang sebagai dimensi semata. Pola gerak sejarah linear atau garis lurus menggambarkan bagaimana perkembangan manusia dapat dicapai melalui tahapan secara terus menerus, dengan proses yang panjang sehingga mencapai suatu titik tertentu, yang dinamakan kemajuan. Pola gerak sejarah linear banyak dipengaruhi masa Renaissance atau masa keemasan yang melahirkan banyak tokoh pelopor kemajuan, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan. 

Pola gerak sejarah linear merupakan pola gerak sejarah yang bergerak menuju ke arah kemajuan dan meninggalkan tahap sebelumnya. Pola gerak sejarah ini disebut juga sebagai pola garis lurus. Gerak sejarah ini bersifat progresif menuju ke tahapan yang lebih tinggi. Dalam pola gerak sejarah ini menyatakan bahwa, kehidupan manusia dicapai melalui berbagai tahapan hingga mencapai titik tujuan, yakni kemajuan. Optimistik dipandang sebagai keinginan manusia untuk mewujudkan kesempurnaan dalam kehidupannya. 

Pola gerak sejarah linear sendiri merupakan gerak sejarah yang berkembang pada abad ke-18 dan 19. Gerak sejarah linear perkembangan pertamanya lahir pada zaman dimana kekuatan gereja sudah mulai runtuh, kemudian digantikan oleh zaman Renaissance, dengan ciri masyarakat yang selalu bergerak mengupayakan kehidupan yang lebih baik dari masa sebelumnya. Zaman ini juga ditandai dengan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Keadaan ini kemudian memunculkan pemikiran baru di Eropa, hingga berpengaruh pada gerak sejarah. 

Kehidupan manusia tidak lagi bertumpu hanya pada Tuhan, namun sudah pada prinsip rasionalitas. Pada abad Renaissance, manusia mulai menyadari bahwa mereka sendiri yang menjadi pusat dunianya (vaber mundi), dan bukan merupakan objek dunianya (fitiator mundi). Hal tersebut kemudian menimbulkan perubahan dalam gerak sejarah. Titik utama dari segala peristiwa bukan lagi bersumber dari Tuhan, melainkan kepada evolusi atau kemajuan, yakni suatu keharusan yang memaksa segalanya untuk maju, hingga kemudian memunculkan pola gerak sejarah yang maju. Abad Renaissance merupakan masa yang menekankan pada otonomi dan kedaulatan manusia dalam berpikir, eksperimen, serta pengembangan diri dalam seni sastra dan ilmu pengetahuan. Manusia pada masa abad Renaissance tidak lagi ingin diikat oleh doktrin manapun, kecuali kekuasaan yang dimiliki dirinya sendiri, yakni akal.  

Pada akhir abad ke-19, ide tentang gerak sejarah ini semakin tersebar luas. Teori mengenai kemajuan ini berkembang dan mulai mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Hal tersebut membuat abad ke-19 disebut sebagai abad kemajuan, yang bermakna “ide pengembangan watak manusia sebagai hasil tertinggi proses perkembangan itu sendiri”. Kemudian dari masa ini, ide kemajuan dalam sejarah juga terkandung dalam watak tersebut. Dalam pola gerak sejarah ini, kemajuan dimengerti sebagai filsafat optimistis yang memandang kesempurnaan manusia sebagai hal yang tidak terbatas. Sejarah manusia yang bergerak maju, terdapat perkembangan pengetahuan manusia secara terus-menerus, sehingga sedikit demi sedikit akan mencapai tujuan akhir yaitu kemajuan, kebebasan, dan kesempurnaan. Kemajuan dalam diri manusia dapat direalisasikan apabila manusia mampu menggunakan hukum-hukum perkembangan dengan baik, seperti yang dijelaskan dalam kajian sejarah yang ilmiah dan mendalam.

Sejarah dijelaskan dalam pola gerak sejarah linear sebagai suatu peristiwa yang bermulai dari suatu titik permulaan menuju pada titik akhir yang menjadi tujuan perjalanan sejarah. Oleh karena itu, ide tentang kemajuan historis menjadi poin utama dalam watak gerak sejarah linear. Hal ini berkaitan dengan filsafat denominasional yang mengambil corak teori yang integral dalam filsafat sejarah. Ide dalam gerak sejarah linear cenderung berkaitan dengan perbuatan manusia beserta hasil pencapaiannya dalam perjalanan sejarah. Ketika terjadi polemik antara pengikut sastrawan dan kritis lama pada abad ke-19, pola gerak sejarah ini mulai tersebar meluas. Manusia akan semakin dewasa beserta pula dengan kebijakannya yang semakin matang dan orisinil. Kemanusiaan berjalan beriringan dengan perkembangan zaman yang semakin maju. 

Sejak kemunculannya, teori kemajuan memiliki keterkaitan erat dengan ilmu pengetahuan. Masa Renaisans merupakan salah satu tanda kemajuan ilmu pengetahuan di dunia, khususnya di Eropa. Kemajuan ilmu pengetahuan ditegakkan dalam penemuan kemanusiaan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, dan di antara hasilnya adalah masa pencerahan yang memiliki optimisme serta percaya diri terhadap masa depan, yang salah satunya adalah keinginan untuk menguasai pembuatan sejarah. Gerak sejarah yang terlaksana beriringan dengan kemajuan filsafat dan teknik pemikiran baru di Eropa. Salah satu dampak besar yang mengikuti masa Renaisans adalah terciptanya berbagai pemikiran baru yang mempengaruhi pemikiran di dunia. 

Abad renaisans identik dengan kemajuannya dalam segala bidang kehidupan dibanding masa sebelumnya. Segala perkembangan dalam masa Renaisans telah meninggalkan doktrin sebelumnya dan berjalan menuju ke arah kemajuan. Hal ini sangat sama dengan bagaimana pola dalam gerak sejarah linear yang juga berjalan menuju ke arah kemajuan. Kemajuan yang berhasil diraih manusia merupakan bagian dari tersingkapnya sebagian pengetahuan yang belum diketahui sebelumnya, menjadi suatu pencapaian dalam arah kemajuan kemanusiaan. Para tokoh pada masa pencerahan (Renaissance) senantiasa berupaya untuk menemukan landasan posisi manusia demi kemajuan. Ide perkembangan dan ide kemajuan yang menyatu, melahirkan kemajuan kemanusiaan sebagai deterministis dan pasti. Hal ini akan mudah terealisasi apabila manusia mampu menggunakan penemuan-penemuan yang akan dikaji secara mendalam.  Pola gerak sejarah linear merupakan pola gerak sejarah yang progresif, yang tentunya banyak dipengaruhi oleh ide kemajuan pada masa itu. 

Masa Renaisans yang selalu dihubung-hubungkan dengan kemajuan, membuatnya sesuai dengan pola yang terdapat pada gerak sejarah linear. Hal ini karena, gerak sejarah linear memandang sejarah memiliki titik ujung dari perjalanannya, yakni kemajuan. Masa Renaisans merupakan masa manusia menuju abad modern. Oleh karena itu, dalam pola gerak sejarah linear dijelaskan bahwa manusia modern memiliki sarana dan ilmu pengetahuan untuk berjalan ke arah kemajuan, dibandingkan dengan orang-orang pada masa terdahulu. 

Pola gerak sejarah linear menjelaskan bahwa manusia memiliki tabiat untuk selalu berkembang menuju ke masa yang akan datang. Sebelumnya masa Renaisans, manusia masih terbelenggu oleh doktrin agama yang mengekang pemikiran ilmu pengetahuannya, sehingga pemikiran manusia kala itu sangat terbatas. Kemudian pada masa Renaisans, ilmu pengetahuan manusia mengalami perkembangan, dengan tidak lagi menyesuaikan doktrin agama, melainkan mengalami perkembangan secara meluas. Kedua hal tersebut menunjukan keterkaitan akan tabiat manusia yang senantiasa berkembang. Dengan demikian, kemajuan yang optimis merupakan suatu kesempurnaan manusia yang terus bergerak dengan tidak terbatas hingga mendekati akhir dari tujuan manusia, yakni penguasaan yang sempurna atas alam. Dalam kerangka dinamisme sosial yang dijelaskan oleh Auguste Comte, menyatakan bahwa pada akhirnya manusia akan mampu mengendalikan alam.

Ide mengenai gerak sejarah linear atau gerak sejarah maju, sering dikaitkan dengan perbuatan manusia dan segala pencapaiannya yang dilakukan dalam sejarah. Auguste Comte menggunakan pengaruh ide perkembangan ilmu pengetahuan sejarah dalam mengkaji perkembangan intelektual manusia dan berbagai fase yang dilaluinya. Para pemikir abad Renasians berupaya menemukan landasan posisi manusia dalam fisik alam dan menggunakan hukum-hukum sejarah menjadi sama dengan hukum alam. Hegel kemudian menjelaskan pemisahan tentang alam dan sejarah, dimana sejarah dianggap sebagai corak kemajuan. Lalu revolusi Darwimisme menjelaskan bahwa kemajuan dan perkembangan merupakan hal yang sama. Di dalamnya, menjelaskan bahwa pada akhirnya alam akan mengalami kemajuan seperti sejarah.

Masa Renaisans adalah abad kelahiran kembali dalam sejarah Eropa. Masa ini merupakan abad yang disebut sebagai kebangkitan ilmu pengetahuan yang melahirkan berbagai perkembangan pengetahuan dan kebudayaan yang diilhami oleh kebudayaan Eropa Klasik yang lebih duniawi dibanding masa sebelumnya. Secara terminologi, Renaisans merupakan revolusi orang Eropa terhadap pandangan hidup mereka untuk beralih ke zaman baru dengan proses yang cepat. Renaisans merupakan periode intelektual, yang muncul dan mencapai puncaknya selama abad ke-15 hingga abad ke-16.

Pola gerak sejarah linear merupakan pola gerak sejarah yang progresif. Pola seperti ini tumbuh dan berkembang pesat pada masa Renaissance abad ke-18 hingga abad ke-19, yang tentunya banyak dipengaruhi oleh ide kemajuan pada masa itu. Abad Renaisans identik dengan kemajuannya dalam segala bidang kehidupan dibanding masa sebelumnya. Segala perkembangan dalam masa Renaisans telah meninggalkan doktrin sebelumnya dan berjalan menuju ke arah kemajuan. Hal ini sangat sama dengan bagaimana pola dalam gerak sejarah linear yang juga berjalan menuju ke arah kemajuan.

DAFTAR PUSTAKA 

A.F. Nur., A. Laely., dkk. 2020. Tumbuh dan Berkembangnya Humanisme pada Masa Renaisans Abad ke-14 sampai 17. Alur Sejarah: Jurnal Pendidikan Sejarah, 4(1), 214-221. Dalam: https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/alursejarah/article/view/7088 

A.T. Irfan, A.M, A. A. Iqbal, A.M. 2019. Pendidikan Masa Renaissance: Pemikiran dan Pengaruh Keilmuwan. Dalam: https://www.researchgate.net/publication/331248431_PENDIDIKAN_MASA_RENAISSANCE_Pemikiran_dan_Pengaruh_Keilmuan_EDUCATION_IN_RENAISSANCE_Scientific_Thought_and_Influence. Diakses pada 25 Febuari 2022 

Arif, S., Pratama, A., R., Perdana, S. 2020. Gerak Laju Sejarah dalam Pandangan Filsafat Karl Marx. Jurnal Artefak, 7(2), 1-12. Dalam: http://repository.lppm.unila.ac.id/24287/1/Vol%207%20No.%202%2C%20Sept%202020.pdf?msclkid=d36b08f0c25711ecb370dfe62030e854 

B.Ardini, Yunia S., M.2021. Renaissance: Dampaknya Terhadap Perkembangan Kesenian Eropa. Dalam: http://hmpsfis.student.uny.ac.id/2021/04/24/renaissance-dampaknya-terhadap-perkembangan-kesenian-eropa/?msclkid=0f932211c0c711eca1dbcbcbdb7b7334. Diakses pada 1 Maret 2022

Djaja., Wahjudi. 2012. Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Maiwan, M. 2013. Kosmologi Sejarah dalam Filsafat Sejarah: Aliran, Teori, dan Perkembangan. Jurnal Literasi, 3(2), 160-170. Dalam: https://fib.unej.ac.id/kosmologi-sejarah-dalam-filsafat-sejarah-aliran-teori-dan-perkembangan/ 

Saifullah, S. 2014. Renaissance dan Humanisme sebagai Jembatan Lahirnya Filsafat Modern. Jurnal Ushuluddin, 22(2), 133–144. Dalam: https://doi.org/10.24014/JUSH.V22I2.731 

Sarip, H.2021. Peran Manusia dalam Sejarah: Dinamika Peristiwa Sejarah dalam Perjalanan Waktu. Dalam: https://sengkala.com/2021/05/27/peran-manusia-dalam-sejarah-dinamika-peristiwa-sejarah-dalam-perjalanan-waktu/#:~:text=Gerak%20sejarah%20ini%20yang%20kemudian%20disebut%20sebagai%20gerak,lebih%20tinggi%20atau%20lebih%20sempurna%20%28Zed%2C%202018%3A%2058%29.?msclkid=93ebb858c25711ec8946dc01e69cb598.  Diakses pada 1 Maret 2022

Tohir, Ajid., Sahidin, A. 2019. Filsafat Sejarah: Profektif, Spekulatif, dan Kritis. Jakarta: Penerbit Kencana

Z.M.Mumuh. 2007. Effat al-Sharqawi tentang Gerak Sejarah. Seri I Bahan Ajar Mata Kuliah Filsafat Sejarah. Jurusan Sejarah, Universitas Padjadjaran. 

Related posts

Leave a Comment