Penggunaan E-Commerce di Era Digital

Penggunaan E-Commerce di Era Digital
Oleh: Qonita Zakiyah

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi di era digital saat ini semua kehidupan masyarakat mulai bergantung terhadap teknologi. Salah satunya yaitu dengan adanya kemudahan yang disediakan dalam berbagai bidang, contohnya dalam bidang pendidikan, media sosial, bidang perdagangan yang termasuk dalam cakupan ekonomi dan bisnis, dan lain sebagainya. Dengan adanya kemajuan internet saat ini dalam bidang perdagangan sudah banyak mengalami kemajuan yang pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari perubahan ketika melakukan transaksi jual beli. Dahulu kegiatan berdagang dan berbelanja dilakukan secara langsung dengan tatap muka. Namun dengan adanya internet perdagangan dapat dilakukan secara online yang terintegrasi dengan suatu sistem yang disebut dengan e-commerce.

E-commerce didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa, dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet (Wibowo, 2014). Dengan adanya layanan jasa berupa e-commerce yang dapat secara cepat dapat dinikmati oleh pelanggan maupun perusahaan sendiri maka segala layanan yang diinginkan oleh para pelanggan dapat segera ditindak lanjut dengan cepat, sehingga perusahaan tersebut akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan tercepat bagi para pelanggan. E-commerce memberikan pilihan kepada produsen tentang jenis usaha dan skala usaha yang akan dikembangkan. Dengan mengimplementasikan teknologi informasi e-commerce, produsen dapat memilih untuk mengembangkan target pasar kepada pasar global atau hanya fokus terhadap segmen pasar tertentu. Bagi usaha kecil dan menengah, dengan menggunakan e-commerce dapat menawarkan sesuatu yang berkualitas dan terjangkau (Rizal, 2011).

Veronica Agustina dalam surat kabar online kumparan.com mengatakan bahwa perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia terus mengalami peningkatan di tiap tahunnya. Perkembangan bisnis e-commerce ini juga tidak terlepas dari pengaruh perkembangan infrastruktur dan penetrasi digital di Indonesia. Menurut Global Web Index, Indonesia merupakan negara dengan tingkat penggunaan e-commerce tertinggi dibandingkan negara lain di dunia.

Kemunculan e-commerce memberikan beberapa dampak positif bagi aktivitas pemasaran, diantaranya memudahkan promosi produk dan jasa secara interaktif dan real time melalui saluran komunikasi langsung via internet, menciptakan saluran distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di hampir semua belahan dunia, layanan pelanggan yang lebih responsif dan memuaskan, karena pelanggan bisa mendapatkan informasi lebih rinci dan merespon cepat secara online, selain itu juga menghemat biaya dan waktu dalam menangani pemesanan, karena sistem pemesanan elektronik memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat (Wibowo, 2014).

Dengan melihat adanya keuntungan yang cukup besar dari layanan e-commerce tersebut, banyak para pengusaha atau penyedia layanan usaha lainnya yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengembangkan bisnis mereka melalui e-commerce yang salah satunya adalah dalam online shop atau belanja online. Bisnis online shop di Indonesia hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Belanja online ini cenderung diminati oleh kalangan masyarakat, khususnya anak muda yang sering melakukan hal yang praktis atau instan untuk memenuhi segala kebutuhannya. Melalui sistem e-commerce ini banyak tersedia aplikasi toko online yang paling banyak diminati masyarakat, yaitu shopee, lazada, tokopedia, bukalapak, dan lainnya.

Dari berbagai manfaat e-commerce terdapat juga dampak negatif e-commerce bagi dunia bisnis antara lain: (1) Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada. (2) Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban. (3) Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem.

Dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi internet diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu melakukan implementasi teknologi ke dalam perusahaannya. Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan produk-produk adalah dengan menggunakan electronic commerce (e-commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Dengan adanya layanan electronic commerce (e-commerce) ini maka pelanggan dapat mengakses serta melakukan pesanan dari berbagai tempat.

Daftar Pustaka

Wibowo, E.A. (2014). Pemanfaatan Teknologi E-Commerence dalam Proses Bisnis. Equilibria,1(1).

Darida, A.V. (2021). E-commerce Sebagai Penunjang Perkembangan Bisnis Belanja Online di Era Digital. https://kumparan.com/veronica-agustina/e-commerce-sebagai-penunjang-perkembangan-bisnis-belanja-online-di-era-digital-1uvAOkc0TS1/full. Diakses 1 Agustus 2021.

Rizal, Palil. (2011). The Effect of E-commerence on Malaysian tax System: An Empirical evidence from academicisns an Malaysian tax Practitioners. http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_78 52.html. Diakses 1 Agustus 2021.

991 – CN9671 – Blauw – Nike Air Max 1 By You Custom herenschoen – nike air max lays blue cheese commercial actor | nike air max2 uptempo black and yellow shoes – 004 – White 2021 For Sale CT0979 – Latest Air Jordan 1 Zoom CMFT Grey/Light Blue

Related posts

Leave a Comment