PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA GLOBALISASI

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA GLOBALISASI
Oleh : Safirah

Seiring dengan perubahan zaman yang telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, penguatan karakter yang berkualitas perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak faktor yang mempengaruhi karakter manusia mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Di era sekarang, tanda-tanda menurunnya karakter bangsa semakin terlihat nyata . Hal tersebut tentu dapat dilihat melalui sikap generasi muda yang tidak wajar kepada antar sesama, bahkan kepada orang yang lebih tua. Misalnya, rendahnya rasa hormat kepada guru atau orang tua. Selain itu menurunnya nilai karakter bangsa juga dibuktikan dengan meningkatnya kekerasan, juga penggunaan bahasa yang kurang sopan dalam keseharian.

Fenomena menurunnya kualitas karakter akan semakin mengalami peningkatan apabila masyarakat pengguna teknologi tidak dapat memahami filosofi teknologi sehingga salah dalam memanfaatkan dan memandang nilai fungsi teknologi (Dalyono, B, dkk : 2017).  Perkembangan teknologi sangat bermanfaat apabila diimplementasikan pada ranah yang positif, namun dalam kenyataannya masih banyak generasi muda yang tidak memikirkan pentingnya mengontrol sikap negatif dalam merespon arus globalisasi. Maka pendidikan karakter sangat penting digencarkan dan diperhatikan oleh berbagai pihak. Keluarga yang merupakan pendidikan pertama bagi anak, maka sudah seharusnya pihak keluarga menuntun arah tindakan anak-anaknya agar tidak salah jalur. Jika dari rumah seorang anak telah dididik untuk bersikap baik dengan cara yang tepat, maka anak tersebut akan menggambarkan jati dirinya yang baik pula ketika di luar rumah. Selain keluarga, sekolah juga tempat penting bagi seorang anak dalam menguatkan karakternya. Ketika anak telah terbiasa hormat pada orang tuanya, maka ketika dia di sekolah, anak tersebut juga akan menghormati gurunya. Sedangkan lingkungan teman juga memiliki pengaruh kuat dalam karakter seseorang. Maka tentu pihak keluarga akan lebih selektif dalam mengawasi lingkungan pergaulan anak.

Berdasarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada lima nilai utama karakter.  Pertama, karakter religius yang mencerminkan beriman kepada Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dengan melaksanakan ajaran yang dianut, juga menghargai pemeluk ajaran lain. Menjunjung tinggi toleransi, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, cinta damai dan persahabatan serta melindungi yang kecil.

Kedua, nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan menghargai bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, serta lebih mementingkan bangsa dan negara di dibanding kepentingan  diri sendiri dan kelompoknya. Sikap nasionalis ditunjukkan dengan  mengapresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta terhadap tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati adanya keragaman budaya, suku, dan agama.

Ketiga, nilai karakter integritas merupakan upaya menjadikan diri sebagai orang yang selalu dapat dipercaya baik dalam perkataan, tindakan, maupun pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Seseorang yang berintegritas juga menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas), serta mampu menunjukkan keteladanan.

Keempat, karakter mandiri merupakan sikap yang menunjukkan tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Sikap mandiri ditunjukkan dengan etos kerja yang baik, tangguh, berdaya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Kelima, yaitu nilai karakter gotong royong mencerminkan sikap menghargai, semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan terealisasikannya nilai ini,diharapkan dapat menunjukkan sikap menghargai sesama, dapat bekerja sama, inklusif, mampu berkomitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, memiliki empati dan rasa solidaritas, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.

Karakter seseorang tidak akan lepas dari pendidikan keluarga, namun sejatinya, pendidikan sekolah juga memiliki pengaruh besar terhadap anak, lingkungan teman yang baik harus diutamakan. Jika tidak, maka seorang tersebut akan mengikuti arus pertemanan yang negatif. Sehingga penguatan nilai karakter manusia sangatlah penting, terlebih lagi di era perubahan ini. Karakter yang berkualitas akan menunjukkan jati dirinya yang baik. Dalam menghadapi dan menjalani kehidupan tentunya tidak akan lepas dengan komunikasi. Sehingga, seseorang harus memiliki karakter baik, agar ketika dia berkomunikasi dengan orang lain, ia akan tau bagaimana cara yang tepat dalam pemilihan kata, maupun sikap dalam mengambil keputusan.

Daftar Rujukan

Dalyono, B., & Lestariningsih, E. D. (2016). Implementasi penguatan pendidikan karakter di sekolah. Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora, 3(2, Oktober), 33-42.

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07/penguatan-pendidikan-karakter-jadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasional
https://jurnal.polines.ac.id/index.php/bangun_rekaprima/article/view/865

Related posts

Leave a Comment