Peran Mahasiswa Masa Kini Sebagai Generasi Z dalam Upaya Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDG’S) 2030 di Indonesia

Peran Mahasiswa Masa Kini Sebagai Generasi Z dalam Upaya Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDG’S) 2030 di Indonesia

Oleh Rizkita Kuscahyani

            Mahasiswa menjadi salah satu bagian dari dunia pendidikan yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Mahasiswa terdiri dari dua kata yaitu “maha” dan “siswa” yang dapat dimaknai yaitu seorang siswa yang memiliki tingkat lebih tinggi lagi (Kurnia, 2014). Menurut peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990, mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu (Kurnia, 2014).

Mahasiswa merupakan bagian yang dapat menunjang kemajuan serta pembangunan negeri yang diharapkan dapat menyumbangkan kemampuannya melalui kapasitas intelektual yang dimiliki, selain itu mahasiswa yang memiliki peran sebagai agent of change, social controller dan future leader memiliki potensi yang dapat memahami perkembangan serta perubahan di lingkungan masyarakat dan dengan kemampuan yang dimiliki, mahasiswa dituntut untuk mengimplementasikan kemampuan sesuai dengan keilmuannya dalam perubahan yang lebih beradab (Kurnia, 2014).

Generasi masa kini atau yang lebih dikenal dengan nama Generasi Z (Gen Z) merupakan generasi anak yang lahir di antara tahun 1995 hingga 2010 (Arninputranto, et al., 2018). Menurut Bencsik (2016) generasi ini memiliki kemampuan multitasking dan terbiasa dengan dunia internet (Arninputranto, et al., 2018).

Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa masa kini yaitu di tahun 2022 menjadi salah satu bagian dari generasi Z yang lahir di antara 1995 hingga 2010. Mahasiswa merupakan seorang siswa yang menempuh dan terikat di dalam perguruan tinggi tertentu. Mahasiswa memiliki peran dalam lingkungan masyarakat dan dengan kemampuan intelektualitasnya, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dari dunia perkuliahan ke dalam lingkungan masyarakat. Salah satu peran yang dapat diambil mahasiswa yaitu dalam rangka mengembangkan Sustainable Development Goals (SDG’S) 2030 di Indonesia.

Menurut Theresia (2018), Sustainable Development Goals atau SDGs adalah suatu agenda yang disepakati dalam Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) ke 70 di New York, Amerika Serikat pada September 2015 (Astuti, et al., 2020). SDGs adalah kelanjutan dari Millennium Development Goals atau biasa dikenal dengan MDGs yang disepakati oleh PBB pada tahun 2000 dan berakhir pada tahun 2015, kesepakatan SDGs ini diharapkan dapat mengakomodasi permasalahan pembangunan lebih komprehensif, dan secara kualitatif maupun kuantitatif ditargetkan dapat menyelesaikan secara tuntas setiap sasaran dan tujuannya (Astuti, et al., 2020).

Tujuan dari SDGs penting untuk menjadi acuan suatu pembangunan yang tetap menjaga kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dan menjadi suatu komitmen global, tujuan SDGs terdiri dari 17 poin yang tercantum dalam Open Working Group proposal for Sustainable Development (2014) yaitu : 1) tanpa kemiskinan, 2) tanpa kelaparan, 3) kehidupan sehat dan sejahtera, 4) pendidikan berkualitas, 5) kesejahteraan gender, 6) air bersih dan sanitasi layak, 7) energi bersih dan terjangkau, 8) pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, 9) industri, inovasi, dan infrastruktur, 10) berkurangnya kesenjangan, 11) kota dan permukiman yang berkelanjutan, 12) konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, 13) penanganan perubahan iklim, 14) ekosistem laut, 15) ekosistem daratan, 16) perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, 17) kemitraan untuk mencapai tujuan (Juned, et al., 2018).

Mahasiswa dapat berperan dalam pengembangan SDGs di Indonesia, peran tersebut dapat direalisasikan mahasiswa dengan cara berikut : 1) memahami pentingnya SDGs, khususnya tujuan yang ingin dicapai dari SDGs, 2) ikut dan berperan aktif dalam melaksanakan program SDGs untuk menjalankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan, 3) aktif dalam berpartisipasi menggalakkan SDGs di masyarakat bersama teman maupun rekan dalam perkuliahan maupun organisasi (Zakiyah, 2021).

Dalam upaya guna mengembangkan Sustainable Development Goals (SDGs) perlu peranan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan mahasiswa, dalam hal ini mahasiswa diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat, contohnya angka pengangguran yang terus meningkat, pengelolaan sampah yang kurang maksimal, dan minimnya pendapatan dari masyarakat (Sari, et al., 2018). Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengupayakan mahasiswa menjadi wirausaha muda yang aktivitasnya sarat dalam lingkup kegiatan sosial, langkah tersebut dapat diusahakan oleh pihak perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi dalam mewujudkan social entrepreneur di kalangan mahasiswa (Sari, et al., 2018).

Dalam bidang penelitian, terutama dalam penanaman social entrepreneur, mahasiswa dapat diwajibkan membuat suatu mini riset yang berkaitan dengan isu-isu sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat maupun tempat tinggalnya yang tujuannya untuk mendekatkan diri dan membuat mahasiswa peka dengan permasalahan yang berkembang di masyarakat yang nanti dapat mengembangkan rasa kepedulian sosial serta empati mahasiswa terhadap permasalahan sosial yang tengah dihadapi oleh masyarakat (Sari, et al., 2018)

Selain itu, mahasiswa juga dapat diarahkan pembelajarannya melalui learning by case yang berkaitan dengan permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat sehingga dapat dijadikan menjadi suatu bahan kajian dan diskusi di kalangan mahasiswa, dan ketika rasa peduli serta empati telah berhasil dikembangkan, maka dengan mudah mahasiswa akan tergerak dalam terjun ke dunia masyarakat guna memberikan sumbangsih untuk menyelesaikan permasalahan sosial melalui pengabdian di masyarakat (Sari, et al., 2018)

Pengabdian masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, misalnya dengan mengadakan pelatihan pengelolaan limbah dan sampah dengan baik yang diharapkan dapat meningkatan pendapatan masyarakat, lalu mengadakan pelatihan keterampilan di lembaga sosial seperti panti jompo atau panti asuhan, mengadakan pembinaan keterampilan di lembaga masyarakat yang ada di suatu daerah, mengadakan bimbingan atau sosialisasi meningkatkan penghasilan ibu rumah tangga dan lain lain, realisasi pengabdian masyarakat sudah sepatutnya dapat memberikan ruang berpikir yang kreatif dalam mengembangkan pemikiran mahasiswa untuk program-program yang berbasis sosial. (Sari, et al., 2018)

Upaya yang telah dijelaskan di atas juga harus didukung dengan pemberian akses dengan pemerintah daerah bagi mahasiswa misalnya Dinperindagkop dan UMKM, Dinas Sosial, maupun dinas lainnya yang berkaitan dengan kewirausahaan dan penanganan persoalan sosial (Sari, et al., 2018)

Mahasiswa dalam mewujudkan perannya sebagai agent of change dapat menjadi pendorong serta penggerak kegiatan kewirausahaan dengan kemampuan social entrepreneur yang dimiliki yaitu melalui program kreatif dan inovatif yang berasal dari diri sendiri, perguruan tinggi maupun pemerintah, dan harapannya mahasiswa dapat peka terhadap lingkungan masyarakat sekitar, dengan social entrepreneur, mahasiswa dapat berperan guna melakukan pemerataan pendapatan di masyarakat sebagai wujud dari mengembangkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam upaya mendukung dan mewujudkan SDGs 2030 di Indonesia (Sari, et al., 2018).

Mahasiswa masa kini yang dapat dikategorikan ke dalam generasi Z memiliki peran yang dapat dikembangkan dalam upaya mewujudkan Sustainable Development Goals atau SDGs sebagai upaya dalam pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari 17 poin sebagai tujuannya. Mahasiswa masa kini dapat berperan melalui program pengabdian masyarakat secara langsung dengan mengadakan berbagai pelatihan, bimbingan, dan sosialisasi maupun pelaksanaan program perkuliahan melalui learning by case atau mini riset yang dapat dilakukan guna menganalisis serta memecahkan isu-isu sosial yang ada di masyarakat sebagai bentuk dalam mengembangkan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 di Indonesia.

Daftar Pustaka

Arninputranto, W., Puspandari, L. E. & Rosydah, B. M., 2018. Analisa Pengaruh Penerapan Metode Education 3.1 pada Pembelajaran English as Foreign Language Memanfaatkan Media Whatsapp di PPNS. Jurnal Teknovasi, V(2), p. 62.

Astuti, P. et al., 2020. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Universitas Hasanuddin Tentang Perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 di Indonesia. Jurnal Abdi, II(1), p. 41.

Juned, M., Kusumastuti, R. D. & Darmastuti, S., 2018. Penguatan Peran Pemuda dalam Pencapaian Tujuan Ketiga Sustainable Development Goals (SDGs) di Karang Taruna Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok. Prosiding Seminar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, I(1), p. 3.

Kurnia, H., 2014. Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Academy of Education Journal, V(2), pp. 94,100.

Sari, D. A., Susanti, S., Mutaallimah, A. & Rohmah, C., 2018. SDG’s dan Peranan Perguruan Tinggi Menciptakan Social Entrepreneur pada Mahasiswa. Buletin Bisnis dan Manajemen , IV(45-46), pp. 45-46.

Zakiyah, P., 2021. kumparan.com. [Online]
Available at: https://kumparan.com/puti-zakiyah/peran-mahasiswa-dalam-menyongsong-sdgs-untuk-indonesia-maju-1wgE1ngSP6i
[Accessed 29 June 2022].

Related posts

Leave a Comment