Peran Pendidikan Di Era Society 5.0

Peran Pendidikan Di Era Society 5.0
Oleh: Qonita Zakiyah

Saat ini dunia pendidikan sedang mengalami masalah yang serius. Dengan perubahan IPTEK yang sangat cepat dan kompleks, menuntut untuk lebih mempersiapkan secara matang dalam menghadapi perubahan dunia yang serba cepat ini. Belum lama ini Society 5.0 sedang hangat-hangatnya diperbincangkan. Konsep Society 5.0 merupakan penyempurnaan dari konsep-konsep yang ada sebelumnya. Dimana seperti kita ketahui, Society 1.0 adalah pada saat manusia masih berada di era berburu dan mengenal tulisan, Society 2.0 adalah era pertanian dimana manusia sudah mengenal bercocok tanam, Society 3.0 sudah memasuki era industri yaitu ketika manusia sudah mulai menggunakan mesin untuk membantu aktivitas sehari-hari, Society 4.0 yakni manusia sudah mengenal computer hingga internet dan Society 5.0 era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri, internet bukan hanya digunakan untuk sekedar berbagi informasi melainkan untuk menjalani kehidupan (HumasWidyaMataram, 2020).

Society  5.0  menjadi  konsep  tatanan kehidupan yang baru bagi masyarakat. Melalui konsep society 5.0 kehidupan masyarakat diharapkan akan lebih nyaman dan berkelanjutan. Orang–orang akan disediakan produk dan layanan dalam jumlah dan pada waktu yang dibutuhkan. Society 5.0 diartikan sebagai sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi (Nastiti, 2020). Dalam teknologi society 5.0 AI berbasis big data dan robot melakukan atau mendukung pekerjaan manusia. Berbeda dengan revolusi industri 4.0 yang lebih menekankan pada bisnis saja, namun dengan teknologi era society 5.0 terciptalah sebuah nilai baru yang akan menghilangkan kesenjangan sosial, usia, jenis kelamin, bahasa, dan menyediakan produk serta layanan yang dirancang untuk beragam kebutuhan individu dan kebutuhan banyak orang (Faruqi, 2019).

Pada bidang pendidikan di era society 5.0 bisa jadi siswa atau mahasiswa dalam proses pembelajarannya langsung berhadapan dengan robot yang khusus dirancang  untuk menggantikan pendidik atau dikendalikan oleh pendidik dari jarak jauh. Bukan tidak mungkin proses belajar mengajar bisa terjadi dimana saja dan kapan saja baik itu dengan adanya pengajar ataupun tidak. Sebagai pendidik di era society 5.0, para pendidik harus memiliki keterampilan dibidang digital dan berpikir kreatif. Menurut Zulfikar Alimuddin, Director of Hafecs (Highly Functioning Education Consulting Services) menilai di era masyarakat 5.0 (society 5.0) pendidik dituntut untuk lebih inovatif dan dinamis dalam mengajar di kelas (Alimuddin, 2019).

Saat ini fokus keahlian bidang pendidikan abad 21 meliputi cretivity, critical thingking, communicaion dan collaboration atau yang dikenal dengan 4C (Risdianto, 2019). Beberapa kemampuan yang harus dimiliki di abad 21 ini meliputi: leadership, digital literacy, communication, emotional intelligence, enterpreneurship, global citizenship, problem solving, dan team-working. Apakah pendidikan kita siap untuk menghadapi society 5.0? Beberapa cara yang bisa dilakukan oleh dunia pendidikan di  Indonesia untuk menghadapi society 5.0 yaitu yang pertama dilihat dari infrastruktur, pemerintah harus berusaha untuk meningkatkan pemerataan pembangunan dan perluasan koneksi internet ke semua wilayah di Indonesia, karena seperti yang kita ketahui bahwa saat ini belum semua wilayah di Indonesia dapat terhubung dengan koneksi internet.

Kedua dari segi SDM yang bertindak sebagai pengajar harus memiliki keterampilan di bidang digital dan berfikir kreatif. Di era society 5.0 guru dituntut untuk lebih inovatif dan dinamis dalam mengajar di kelas. Ketiga,  pemerintah harus bisa menyinkronkan antara pendidikan dan industri agar nantinya lulusan dari perguruan tinggi maupun sekolah dapat bekerja sesuai dengan bidangnya dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh industri sehingga nantinya dapat menekan angka pengangguran di Indonesia. Keempat, menerapkan teknologi sebagai alat kegiatan belajar mengajar. Teknologi mampu dijadikan sebagai alat untuk memudahkan proses mengajar oleh tenaga pendidik. Selain itu, dapat dimanfaatkan oleh para siswa pula untuk menggali lebih banyak ilmu. Apabila dari pihak pengajar dan pendidik mampu menggunakan teknologi ini dengan baik, maka kualitas pendidikan di Indonesia pun akan semakin membaik.

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad  Nasir, menerangkan bahwa ada empat hal yang harus menjadi perhatian perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki kompetensi. Pertama, pendidikan berbasis kompetensi menjadi salah satu  misi utama perguruan tinggi di era saat ini. Setiap mahasiswa mempunyai bakat dan kemampuannya masing-masing oleh karena itu, pendekatan teknologi informasi dibutuhkan untuk membantu menentukan program studi yang tepat sesuai kemampuannya.

Kedua pemanfaatan Internet of Things (IoT) )pada dunia pendidikan, dengan adanya IoT dapat membantu komunikasi antara mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran. Ketiga, pemanfaatan virtual/augmented reality dalam dunia pendidikan. Dengan digunakannya augmented reality dapat membantu mahasiswa dalam memahami teori – teori yang membutuhkan simulasi tertentu sesuai dengan  kondisi sebenarnya. Keempat, pemanfaatan Artifical Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan untuk mengetahui serta mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran  yang  dibutuhkan  oleh  pelajar. Proses identifikasi kebutuhan siswa akan lebih cepat   dengan   teknologi   mechine  learning yang  tertanam artifical intelligence.

Peran pendidikan di era society 5.0 turut berperan penting dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada satu sumber seperti buku, melainkan tenaga pendidik berkembang untuk menerima informasi dari berbagai sumber seperti internet. Pendidikan di Indonesia dalam menyongsong era society 5.0 yaitu dengan melihat infrastruktur yang ada di Indonesia, pengembangan SDM, menyinkronkan pendidikan dan industri dan penggunaan teknologi sebagai alat kegiatan belajar mengajar. Empat hal yang agar membuat perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu pendidikan berbasis kompetensi, pemanfaatan IoT (Internet  of  Things), pemanfaatan virtual atau augmented reality dan yang terakhir pemanfaatan AI (Artifical Intelligence).

Daftar Pustaka

Admin, Sevima. (2021). Perguruan Tinggi Menghadapi Era Society 5.0. diakses 12 Oktober 2021. https://sevima.com/perguruan-tinggi-menghadapi-era-society-5-0/ 

Nastiti, F. E., & Abdu, A. R. N. (2020). Kajian: Kesiapan pendidikan Indonesia menghadapi era society 5.0. Edcomtech5(1), 61-66.

Faruqi, U. A. (2019). Survey  Paper: Future Service In Industry 5.0. Jurnal Sistem Cerdas 02 (01) , 67–79

Humas Widyatama Mataram. (2020). Menghadapi Era Society 5.0, Perguruan Tinggi harus Ambil Peran. Diakses 12 Oktober 2021. http://new.widyamataram.ac.id/content/news/menghadapi-era-society-50-perguruan-tinggi-harus-ambil-peran#.YWT2TtpBzIV

Alimuddin, Z. (2019). The New You: Petakan Ulang Hidupmu dan Jadilah Hebat. Book 1. Jakarta Pusat: PT Insan Baru Indonesia.

air-jordan-4-retro-cement-x-new-era-chicago-bulls-sneaker-hook-up-hat | SBD – 100 Release Date – nike air yeezy brown pink blue eyeshadow black Tech Grey CT8527 – nike swoosh shoes high cut women black dress boots

Related posts

Leave a Comment