Perbandingan Penerapan Sistem Informasi sebagai Strategi Keunggulan Kompetitif di Bidang Toko Online

Perbandingan Penerapan Sistem Informasi sebagai Strategi Keunggulan Kompetitif di Bidang Toko Online
Oleh: Eka Novita Sari

            Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi E-commerce tertinggi di dunia pada tahun 2019, sebanyak 90 persen dari pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun di Indonesia pernah melakukan pembelian produk dan jasa secara online (GlobalWebIndex). Di era ini, perusahaan harus mampu mengubah strategi dengan menggunakan sistem informasi untuk dapat bertahan dan menghadapi arus perubahan untuk dapat memenangkan persaingan yang ketat, termasuk dengan maraknya penggunaan e-commerce. Elektronic Commerce (e-commerce) adalah proses pembelian, penjualan atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan komputer. Di tengah gempuran teknologi yang berkembang cepat dan menjamurnya toko online, perusahaan dituntut untuk berinovasi serta mengikuti perkembangan zaman. Tidak melulu terpaku pada gaya lama, sehingga konsumen lari mengikuti perubahan pola konsumsi. Perbandingan penerapan sistem informasi sebagai strategi keunggulan kompetitif di bidang toko online akan terlihat jelas antara perusahaan yang berhasil menerapkannya dan perusahaan gagal untuk menerapkannya, contoh antara Shopee dengan Rakuten.

            Shopee merupakan salah satu e-commerce yang popular dan sering digunakan oleh masyarakat. Sistem informasi pada shopee berhasil diterapkan sebagai strategi keunggulan kompetitif yang menjadikan shopee mampu bertahan di dunia digital dan mampu bersaing dengan perusahaa e-commerce lain. Shopee didirikan pada tahun 2015. Tiga tahun setelah berdirinya, shopee berhasil membuktikan strategi keunggulan kompetitifnya, banyak pihak yang tertarik dengan strateginya sehingga banyak penjual dan pembeli yang memanfaatkan shopee. Dengan memanfaatkan sistem informasi, shopee menggunakan teknik tren yang sedang booming di kalangan masyarakat, sehingga pemasaran dengan teknik tersebut mudah diingat oleh masyarakat tanpa membuat masyarakat berpikir panjang dan merasa kesulitan. Selain itu, shopee memberikan promosi harga dan jaminan harga yang murah untuk produknya. Harga menjadi pertimbangan utama sebelum membeli suatu barang. Shopee menawarkan promosi gratis ongkir dengan pembelian sejumlah nominal tertentu yang menjadi daya tarik konsumen dan Shopee memberikan jaminan uang kembali jika produk tidak sampai ke konsumen, hal ini membuat konsumen yakin dan merasa aman jika menggunakan Shopee. Pilihan traksaksi pada Shopee juga terdapat banyak pilihan yang mempermudah konsumen, jasa pengiriman barang disediakan beberapa pilihan yang dapat dipercaya dan mengetahui jalannya pengiriman produk hingga sampai ke tangan konsumen.

            Rakuten merupakan e-commerce berasal dari Jepang yang masuk ke Indonesia. Sama seperti Shopee, Rakuten menggunakan sistem informasi sebagai strategi keunggulan kompetitif untuk mampu bersaing dengan e-commerce lain. Rakuten gagal menerapkan sistem informasi sebagai strategi keunggulan kompetitifnya di Indonesia. Pada tahun 2016, Rakuten menutup layanan marketplacesnya di Indonesia, hal ini disebabkan sistem informasi yang digunakan Rakuten kesulitan menghadapi kompetisi bisnis online yang ada di Indonesia. Selain itu, strategi yang digunakan Rakuten tidak mengikuti tren yang akan menarik konsumen. Pelayanan yang diberikan Rakuten kepada konsumen terkesan kurang memuaskan dan tidak profesional, selain harga yang mahal Rakuten tidak memberikan jaminan jika transaksi gagal atau barang tidak sampai kepada konsumen, butuh waktu lama untuk memberikan pengembalian dana yang dibatalkan. Ketika terjadi pembatasan secara sepihak dari Rakuten, terkesan slow respon dan tidak memberikan kepastian mengenai transaksi yang telah dilakukan. Itulah beberapa hal yang menyebabkan Rakuten hengkang dari Indonesia karena gagal menerapkan Sistem Informasi sebagai strategi kompetitif dalam bisnis.

            Penerapan sistem informasi sebagai strategi kompetitif penting untuk dilakukan. Sistem informasi dapat membantu perusahaan dalam mendapatkan keunggulan bersaing dengan perusahaan lainnya. Jika perusahaan sukses menerapkan sistem informasi sebagai strategi kompetitif seperti Shopee, maka perusahaan tersebut akan mampu bertahan dalam dunia bisnis. Namun jika perusahaan gagal menerapkan sistem informasi strategi kompetitif seperti Rakuten, maka perusahaan tersebut terpaksa harus gulung tikar karena tidak mampu untuk bersaing dalam dunia bisnis. 

DAFTAR PUSTAKA

Liputan6.com. 2017. Perusahaan Harus Ubah Strategi demi Bertahan di Era Digital. https://www.liputan6.com/bisnis/read/3103505/perusahaan-harus-ubah-strategi-demi-bertahan-di-era-digital. Diunduh pada 03 Oktober 2020.

Cnnindonesia.com 2020. Tren dan Peluang Industri E-commerce di Indonesia 2020. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200205204206-206-472064/tren-dan-peluang-industri-e-commerce-di-indonesia-2020. Diunduh pada 03 Oktober 2020.

Grant, Ron. 2020. Strategi Shopee, E-commerce Populer Indonesia. http://barteritonline.com/strategi-shopee-e-commerce-populer-indonesia. Diunduh pada 03 Oktober 2020.

Hazmi, Fadlil. 2019. Rakuten, Raksasa Jepang yang Tumbang di Indonesia. https://yonulis.com/2019/11/06/rakuten-raksasan-jepang-yang-layu-di-indonesia/. Diunduh pada 03 Oktober 2020.

Related posts

Leave a Comment