Essay Inkubator : REKLAMASI BERKEDOK REVITALISASI

REKLAMASI BERKEDOK REVITALISASI

(oleh : erwin lorenzah )

              Rencanan reklamasi di teluk benoa banyak mengundang pro dan kontra. Hal ini dilihat dari manfaat dan tujuannya dilakukan reklamasi tersebut. Jika dilihat dari segi manfaat, kebijakan  ini lebih bermanfaat bagi investor asing dibandingkan dengan warga bali sendiri. Selain itu dampak yang ditimbulkan dari reklamsi ini sangat banyak khususnya bagi lingkungan sekitar. Sehingga hal ini yang menyebabkan warga bali banyak melakukan aksi demo. Tapi dari pemerintah sendiri berbeda dengan pendapat rakyat bali,ternyata sikap pemerintah malah  pro terhadap rencana reklamasi ini.

PRO REKLAMASI

Dapat dilihat dalam republika.co.id tentang pernyataan pemerintah dalam menanggapi rencana reklamasi ini “Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengatakan setuju dilakukannya reklamasi Teluk Benoa selama memberikan efek positif dan analisis dampak lingkungannya (amdalnya) baik serta tidak merusak lingkungan.                         “Lihat Singapura itu 30 persen wilayahnya hasil reklamasi. Dubai itu ‘Palm Beach’-nya terkenal karena hasil reklamasi,” katanya di Denpasar, Senin (1/2).

“Soal reklamasi Teluk Benoa yang penting amdalnya betul bagus dan akan membawa perubahan positif bagi daerah, kenapa tidak?,” katanya. Saat ini telah terjadi pro dan kontra terkait rencana reklamasi di Teluk Benoa Bali. Pemda Bali masih belum setuju dengan rencana reklamasi tersebut. Masyarakat Bali juga menolaknya.

“Saya katakan soal reklamasi, kalau amdalnya bagus, buat kemajuan kenapa tidak?. Tidak harus negatif dulu. Tapi kalau belum ada amdalnya ya ditunda dulu,” kata Zulkifli.

Zulkifli memberikan contoh Singapura dan Dubai yang dinilainya berhasil dalam soal reklamasi pantai. Ia juga mendengar rencana pemda DKI Jakarta yang juga akan melakukan reklamasi. Menurut Zulkifli, reklamasi tidak selalu negatif selama amdalnya baik. Karena itu, tambahnya soal amdal ini harus dilakukan dengan benar.

“Kita jangan puas diri. Kalau Singapura jumlah kunjungan wismannya bisa mencapai 50 juta. Wisatawan kita juga harus naik terus,” kata Zulkifli.

Sedangkan Ratusan orang yang tergabung dari Gerakan Revitalisasi Nasional (GRN) menggelar aksi unjuk rasa mendukung rencana reklamasi berbasis revitaliasi Teluk Benoa, Bali, di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Juru bicara aksi, Rachman Tiro mengatakan, reklamasi berbasis revitalisasi merupakan upaya untuk mengembalikan kondisi di Teluk Benoa dan sekitarnya.

“Pulau Pudut yang berada di sekitar Teluk Benoa perlahan-lahan tenggelam.Dengan melakukan reklamasi, pulau ini akan terangkat kembali,” kata Rachman kepada war tawan, Minggu (20/3/2016).

Kata dia, selain terselamatkannya Pulau Pudut dari kepunahan, manfaat lain dengan dilakukannya reklamasi yakni dari sisi ekonomi. Masyarakat setempat dapat menggunakan sebagai tempat beraktivitas ekonomi.

“Pulau itu dulu dijadikan lahan untuk berjualan masyarakat sekitarnya. Namun, karena perlahan-lahan tenggelam, pulau itu ditinggalkan. Dengan direklamasi, pulau muncul kembali dan bermanfaat secara ekonomi,” tambahnya.

Rachman pun mempertanyakan, ada beberapa pihak yang menentang reklamasi Teluk Benoa. “Alasannya apa mereka menolak?,” tanya Rachman.

KONTRA REKLAMASI

Di akhir masa jabatannya sebagai Presiden, SBY mengeluarkan Perpres No 51 Thn 2014 Tentang Perubahan Atas Perpres No 45 Thn 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan SARBAGITA yang intinya mengubah status konservasi TelukBenoa menjadi zona penyangga atau kawasan pemanfaatan umum. Penerbitan Perpres No 51 Thn 2014  menghapuskan pasal-pasal yang menyatakan Teluk Benoa adalah kawasan konservasi sebagaimana yang disebutkan di dalam pasal 55 ayat 5 Perpres No 45 Thn 2011 serta mengurangi luasan kawasan konservasi perairan dengan menambahkan frasa “sebagian” pada kawasan konservasi Pulau Serangan dan Pulau Pudut. Hal tersebut menyebabkan kawasan konservasi di wilayah SARBAGITA menjadi berkurang luasannya.Perpres No 51 Thn 2014 lahir hanya untuk mengakomodir rencana reklamasi Teluk Benoa seluas 700 ha. Pasca penerbitan Perpres 51 tahun 2014 kemudian PT. Tirta Wahana Bali International (PT. TWBI) juga mengantongiizin lokasi reklamasi nomor 445/MEN-KP/VIII/2014dari Menteri Kelautan dan Perikanan  di kawasan perairan Teluk Benoa yang meliputi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar Provinsi Bali seluas 700 hektar.

Demi rencana reklamasi Teluk Benoa, Pemerintah dan investor selama ini selalu  mempromosikan di Teluk Benoa terjadi pendangkalan dan sedimentasi. Akan tetapi solusi yang ditawarkan investor justru kontradiktif, jika Teluk Benoa terjadi pendangkalan maka yang perlu dilakukan adalah pengerukan bukan reklamasi Teluk Benoa dengan membuat pulau-pulau baru seluas 700 hektar. Reklamasi ini rencananya akan mendatangkan 40 juta meter kubik material baru dari luar Teluk Benoa yang justru menyebabkan pendangkalan permanen di Teluk Benoa.

Universitas Udayana (UNUD) telah memberikan keterangan resmi melalui media massa bahwa hasil studi kelayakan atas rencana reklamasi Teluk Benoa oleh PT. TWBI dinyatakan tidak layak. Ketidaklayakan itu berdasakan penelitian dan kajian dari 4 aspek yaitu: aspek teknis, aspek lingkungan, aspek sosial budaya dan aspek ekonomi finansial. DAMPAK Bila rencana reklamasi diteluk benoa ini terealisasikan, maka akan timbul beberapa hal yang berdampak negatif bagi daerah bali khususnya sekitar teluk benoa tersebut

  1. Reklamasi akan merusak fungsi dan nilai konservasi kawasan serta peranan teluk benoa.
  2. Reklamsi menyebabkan berkurangnya fungsi teluk benoa sebagai reservoir (tampungan banjir) dan 5-sub DAS (daerah aliran sungai).
  3. Reklamasi dengan membuat pulau baru akan menimbulkan kerentanan terhadap bencana.
  4. Peningkatan padatan tersuspensi serta tersedimentasi dihabitat terumbu karang dapat mematikan polip karang dan merusak terumbu karang.
  5. Reklamasi teluk benoa semakin mengancam dan memperparah abrasi pantai.
  6. Bencana ekologis pantai.
  7. Reklamasi adalah cara investor mendapatkan tanah dengan biaya murah di kawasan yang strategis.
  8. Peraturan yang dikeluarkan pemerintah hanya berpihak dan menguntungkan investor rakus.
  9. Pulau hasil reklamasi akan dibangun ribuan kamar ( hotel, perumahan, dll)
  10. Investor rakus selalu memberi janji manis namun tidak pernah terwujud.
  11. Mengubah strukur teluk benoa dan kawasan konservasi menjadi kawasan yang direklamasi.

Melihat dampak yang seperti itu sebagai warga nusantara menolak jika rencana reklamasi teluk benoa tersebut benar – benar direalisasikan, hal ini bisa merusak lingkungan, khususnya ekosistem laut. Da jika dilihat dari segi ekonomi kebijakan  itu hanya menguntungkan bagi para orang –orang yang beruang sedangkan wagra pribumi pun hanya menjadi penonton saja. Dan semoga pemerintah bisa adil dalam mengambil kebijakan agar kebijakan yang diambil dapat mensejahterakan rakyatnya, bukan malah membuat rakyaknya semakin sengsara.

Daftar pustaka

Okezone.26 maret 2016.Alasan reklamasi teluk benoa harus dilakukan, (online), (http://news.okezone.com/read/2016/03/20/338/1340989/ini-alasan-reklamasi-teluk-benoa-harus-dilakukan) diakses 22 februari 2017. Republika. 1 februari 2016. Alasan ketua MPR setujui reklamasi di teluk benoa, (online)

(http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/02/01/o1uxr0330-ini-alasan-ketua-mpr-setujui-reklamasi-teluk-benoa) diakses 22 februari 2017. forBali. 23 januari 2016. Mengapa kami menolak, (online) (http://www.forbali.org/id/mengapa-kami-menolak/) diakses 22 februari 2017.