Belajar Dari Yang (Lebih) Muda: UKM Fordimapelar UNMER

Belajar Dari Yang (Lebih) Muda: UKM Fordimapelar UNMER

Oleh.

Ferry Albyfani O. D & Windy A. Alicia Putri

 

          Departemen INKubator Ilmiah UKM Penulis kembali melaksanakan agenda kunjungan ke salah satu UKM Penalaran se-Malang Raya pada Sabtu, 30 Oktober 2017. Agenda kunjungan yang dinamai Sambang UKM ini merupakan kunjungan yang keempat dengan tujuan sambang: UKM Fordimapelar Universitas Merdeka (UNMER)

          Layaknya sambang-sambang yang sebelumnya, konsep acara kali ini pun tidak terlalu formal dan lebih mengedepankan aspek kekeluargaan. Peserta sambang disambut hangat oleh ketua umum Fordimapelar bersama pengurus dan anggota-anggota baru UKM tersebut. Kemudian dilanjutkan sharing-sharing tidak saja seputar bidang kepenulisan tetapi juga mengenai keorganisasian. Akan tetapi, mengingat UKM Fordimapelar pada kepengurusan tahun ini masih belum melakukan rapat kerja sehingga tidak banyak yang bisa didiskusikan terkait kepenulisan, namun sebagai gantinya ada banyak diskusi terkait nilai-nilai sejarah berdirinya UKM Fordimapelar.

          Secara struktural keorganisasian, UKM Fordimapelar terdiri ketua umum yang mendominasi untuk tugas eksternal, wakil ketua sebagai pemegang kuasa dominan internal, sekretaris, bendahara, dan tiga divisi yaitu penelitian ilmiah, hubungan masyarakat, dan advokasi pergerakan. UKM Fordimapelar ini hampir serupa dengan Departemen INKubator Ilmiah yang seolah masih bayi. Memang, UKM Fordimapelar pernah vakum selama beberapa tahun dan baru bangkit kembali pada tahun 2015. Serupa dengan Departemen INKubator Ilmiah yang baru dilahirkan pada tahun 2012. Meskipun Departemen INkubator Ilmiah “lebih tua” beberapa tahun namun secara pencapaian nyatanya UKM Fordimapelar selangkah di depan. Buktinya, menurut penuturan sang ketua umum: mas Haridan, UKM Fordimapelar baru-baru ini mengirimkan enam delegasi finalis pada suatu ajang LKTI Nasional, menjuarai LKTIN di Jogja, dan masih banyak lainnya.

         Berdasarkan hasil sharing-sharing memang terdapat suatu divisi yang bertindak mengurusi lomba secara khusus di UKM Fordimapelar ini yaitu divisi penelitian ilmiah. Dan uniknya, delegasi lomba UKM Fordimapelar ini tidak saja terkait lomba kepenulisan tetapi juga lomba-lomba lainnya seperti dalam bidang musik, seni, dll, yang bahkan sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia tulis menulis. Hal ini dilakukan dengan tujuan mewadahi kreativitas dan kemampuan anggota meskipun tidak di bidang yang sama. Sebab, dengan begitu diharapkan anggota UKM akan merasa lebih nyaman dengan suasana kekeluargaannya, seperti tagline yang diusung, yaitu “Rumah Kita Bersama”.

         Sejatinya, setiap organisasi pasti menghadapi ragam masalah yang serupa. Pun demikian antara Departemen INKubator Ilmiah dengan UKM Fordimapelar, keduanya sama-sama dihadapkan pada tantangan seleksi alam anggota. Menurut ketua umum UKM Fordimapelar yang mengutip Pram, “Pada setiap organisasi jika awalnya ada 100 orang maka yang akan tersisa hanya 10 orang”. Permasalahan ini klise memang tapi masih belum ditemukan cara paling efektif untuk mengatasinya. Baik UKM Penulis maupun UKM Fordimapelar masih sama-sama mengupayakan yang terbaik agar anggota-anggota lama maupun baru tetap merasa nyaman dan berkeinginan bertahan. Salah satu upaya yang diusung oleh Fordimapelar adalah membangun intensitas rutin untuk diskusi secara informal dengan para anggota.

        Agenda berkunjung dan berdiskusi selalu memberikan banyak pelajaran serta pengalaman yang berharga. Teman-teman UKM Penulis khususnya Departemen INKubator Ilmiah belajar banyak dari keberhasilan UKM Fordimapelar UNMER yang mampu berprestasi di tengah segala keterbatasan. Tidak hanya itu, teman-teman UKM Fordimapelar juga memberikan suatu pengetahuan baru bahwa ilmu di dalam kelas memang penting tapi semua itu hanya 40% yang akan berguna di  kehidupan, itulah alasan mengapa IPK hanya sampai 4.00. 

Terima kasih teman-teman UKM Fordimapelar UNMER.