Essay Inkubator : Era Feminisme: Puan Dikancah Dinastian politik Indonesia

Era Feminisme: Puan Dikancah Dinastian politik Indonesia

Oleh: Dhea Roseta

              Kartini adalah tokoh perempuan paling popular di Indonesia, dalam keberhasilannya, pemerintah Indonesia memberikan penganugerahan hari lahirnya diperingati sebagai hari nasional. lewat surat-suratnya telah tergambarkan dan terciptalah dunia baru bagi masa depan kaum perempuan Indonesia. jasa-jasanya tidak akan pernah padam dan tidak akan pernah hilang, oleh karenanya, Kartini adalah sosok perempuan paling berjasa bagi kondisi perempuan Indonesia jaman sekarang.

              Tak begitu terkenal seperti Kartini, Salawati Daud adalah salah satu sosok perempuan pertama yang berhasil mematahkan statement bahwa perempuan dahulu selalu dibawah kungkungan laki-laki, serta memudarkan argumen yang menjlentrehkan bahwa perempuan itu kerjanya hanya di dapur, kasur dan beranak. Dialah sosok Salawati Daud yang berhasil menjabat sebagai walikota makasar pada tahun 1949 setelah kota ini dimerdekakan oleh Belanda secara de facto, wanita bernama asli Charlotte Salawati ini adalah pejuang kemerdekaan dari makasar yang terpilih sebagai anggota konstituante dari Partai Komunis Indonesia (PKI), ia juga pernah berkecimpung di kancah DPR RI, sehingga kiprahnya di dunia perpolitikan Indonesia sudah tak diragukan lagi.

             Kartini dan Salawati Daud ini adalah dua sosok yang berbeda dan dari profesi yang berbeda tetapi tetap mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebagai pejuang masa depan yang gemilang untuk puan dan tuan Indonesia.

Kesetaraan Politik Untuk Perempuan

             Politik merupakan suatu kegiatan yang biasanya digandrungi para lelaki, tetapi tidak untuk jaman sekarang. Politik adalah milik dari semua gender, baik laki-laki maupun perempuan. Hal inilah yang memberikan stimulus terhadap perempuan untuk menjadi sepadan dengan laki-laki di dunia politik. Era feminisme saat ini adalah suatu masa yang memberikan dorongan kepada kaum perempuan untuk mendapat perhatian dan kedudukan yang sama dengan laki-laki.

             Menurut kanal berita tirto.id menyatakan bahwa Perempuan yang berkiprah di dunia perpolitikan di Indonesia terbilang tidak sedikit lagi, pasalnya dari sekitar 1084 kepala daerah di Indonesia terdapat 59 perempuan tercatat sebagai kepala daerah. Hal inilah yang memperjelas kesetaraan gender di Indonesia benar-benar sukses. Perempuan penyandang status kepala daerah di Indonesia yang mencapai 5.35% ini, belum mencatatkan berapa saja anggota perempuan yang duduk di kursi parlemen. Hal inilah yang menjadikan skema bahwa perempuan juga bisa mengerjakan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh laki-laki.

Dinastianisasi politik

              Dinasti politik merupakan contoh peragaan sinetron di dalam dunia nyata, bagaimana tidak, politik menjadi pekerjaan turun-menurun atau pekerjaan yang dapat diwariskan kepada keluarga, baik istri, anak dan sanak saudara. Hal inilah yang saat ini menjadi fenomenal di Indonesia, Karena kebanyakan perempuan penguasa daerah di Indonesia adalah masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan pemegang kekuasaan sebelumnya di daerah tersebut. Kondisi inilah yang mengakibatkan Indonesia sedang ngtren yang namanya dinasti politik.

               Dari 59 orang perempuan penguasa di daerah, tercatat 23 orangnya masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan pemangku kekuasaan sebelumnya. Dari keseluruhan 23 orang tersebut terbagi 13 orang merupakan istri dari penguasa sebelumnya, 5 orang berstatus anak dan 5 orang lainnya berstatus masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pemangku kekuasaan sebelumnya.

              Di Indonesia baru-baru ini sangat santer tentang berita tentang korupsi yang dilakukan oleh beberapa pemangku kekuasaan di beberapa daerah, salah satunya adalah yang paling fenomenal, Ratu Atut Chosiah yang merupakan mantan gubernur banten dan atut ini memiliki beberapa sanak saudara yang berhasil menjabat sebagai kepala daerah, yaitu Airin Rachmi Diani yang berprofesi sebagai walikota Tangerang Selatan dan ada 3 saudaranya lagi yang juga berhasil sebagai kepala daerah.

                 Haryanti Sutrisno adalah seorang bupati Kediri yang memangku kekuasaan di daerah kabupaten Kediri yang sebelumnya telah diduduki oleh suaminya Ir. Sutrisno. Beliau mulai menjabat sejak 2010 lalu dan mencalonkan lagi di periode ke dua di tahun 2015 lalu. sosok yang memiliki integritas tinggi serta peduli pada kaum papa ini adalah contoh dari keberhasilannya menjadi bupati Kediri untuk 2 periode.

Elegansi perempuan dalam politik

                Perempuan Indonesia adalah sosok yang tergambar amat elegan, ramah tamah dan lemah gemulai. kepribadian perempuan Indonesia yang positif inilah yang menjadikan perempuan Indonesia terkenal dengan perempuan yang terkategorikan memiliki nilai sopan santun. Sosok perempuan era ini adalah gambaran dimana perempuan menemukan kemerdekaan yang menyejahterakan, hal ini disebabkan karena adanya kebebasan yang komprehensif yang dirasakan kebanyakan oleh para perempuan-perempuan yang ada di Indonesia. perempuan Indonesia masa kini adalah gambaran perempuan moderen yang dapat memobilitasi dirinya untuk senantiasa membagi waktu antara keluarga, karir dan masyarakat, alhasil banyak perempuan Indonesia masa kini yang senantiasa berlaga di kancah perpolitikan untuk berdampingan dan bekerjasama dengan kaum tuan.

                Perempuan yang berkancah di dunia politik biasanya lebih mementingkan kondisi dan nasib para perempuan lainnya. Hal inilah yang menjadikan tingkat kemenangan tinggi bagi calon penguasa yang mempunyai visi misi yaitu mensejahterakan kaum perempuan dan anak. Menurut perludem salah satu programnya adalah peningkatan partisipasi perempuan dalam pembangunan. Oleh dengan itu calon penguasa yang berasal dari kaum perempuan memiliki lebih banyak peluang kemenangan dibandingkan calon penguasa laki-laki.