Essay Inkubator : POLA KONSUMSI MAHASISWA ERA MODERN

POLA KONSUMSI MAHASISWA ERA MODERN

Oleh: Rowi

              Saat ini,  konsumsi mahasiswa untuk keperluan bukan makanan semakin beraneka ragam, seiring perkembangan jaman. Sebagian mahasiswa mulai menggeser penggunaan pendapatan (uang saku) bulanan mereka untuk membeli barang atau jasa bukan makanan seperti pakaian, karaoke atau barang simbol-simbol tren masa kini lainnya agar tidak dikatakan ketinggalan tren.Disinilah pergeseran pola konsumsi mahasiswa bisa dilihat, yaitu seberapa banyak mereka menggunakan pendapatan mereka untuk memenuhi hasrat berbelanja mereka dan seberapa banyak yang mereka gunakan untuk kebutuhan yang benar-benar harus dipenuhi.Latar belakang ekonomi keluarga mahasiswa juga berpengaruh dalam perilaku konsumsi mereka. Pada umumnya mahasiswa yang berasal dari keluarga kaya akan mengkonsumsi lebih banyak daripada mahasiswa yang berasal dari keluarga yang sederhana.Dilihat sekilas berdasarkan jenis kelamin, nampak bahwa mahasiswa perempuan lebih banyak menggunakan pendapatan mereka untuk konsumsi bukan makanan seperti untuk membeli kosmetik dan aksesoris dibandingkanmahasiswa laki-laki yang tidak terlalu banyak memakai produk kosmetik dan aksesoris atau bahkan tidak memakai sama sekali. Sementara untuk mahasiswa laki-laki, mereka lebih banyak menggunakan pendapatan (uang saku) untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok.Karena kebutuhan fisik laki-laki lebih banyak membutuhkan energi daripada perempuan.Sebagian besar mahasiswa tinggal di rumah kos dan jauh dari keluarga. Dengan demikian pola konsumsi mereka diduga berbeda dengan pola konsumsi mahasiswa yang tinggal bersama orangtua. Mahasiswa yang tinggal di rumah kos lebih banyak menggunakan pendapatan mereka untuk konsumsi makanan sementara mahasiswa yang tinggal bersama orang tua, pengeluaran konsumsi makanan mereka dirasa lebih sedikit karena sudah ditanggung orang tua di rumah. Selain itu mahasiswa yang tinggal di rumah kos harus mengeluarkan biaya-biaya rutin lainnya seperti, biaya listrik, transportasi, air, uang sewa kos, dan perlengkapan sehari-hari lainnya sedangkan mahasiswa yang tinggal dengan keluarga tidak perlumengeluarkan biaya-biaya tersebut karena telah ditanggung oleh keluargamereka.Seperti diketahui ada sebagian mahasiswa yang menerima beasiswa dari berbagai macam program beasiswa yang tersedia di kampus. Bagi kelompok mahasiswa ini, beasiswa yang diterima akan menambah pendapatan (uang saku mereka). Mahasiswa penerima beasiswa cenderung dapat menggunakan tambahan pendapatan mereka untuk menambahpembelian barang-barang lain di luar makanan seperti pakaian dan barang-barang elektronik.Sementara itu mahasiswa yang tidak mendapat beasiswa hanya menggunakan uang saku yang mereka terima untuk memenuhi kebutuhan terpenting saja.

                Konsumsi secara umum di maknai sebagai penggunaan, pemanfaatan barang dan material.Secara sosiologi komsumsi memiliki pengertian sebagai pemanfaatan barang dan materi lebih dari daya fungsi yangtujuannya mengacu pada pemanfaatan keinginaan, mimpi, komunikasi, dan eksis (nilai prestis).Soedjatmiko (2008: 28) berpendapat bahwa konsumsi adalah sekumpulan tindakan sosial, budaya, dan ekonomi yang bersamaan dengan ideology konsumerisme yang digunakan untuk melegitimasik.Samuelson dan Nordhaus (2004: 124-125) menjelaskan keteraturan pola konsumsi secara umum yang dilakukan oleh rumah tangga atau keluarga.Keluarga-keluarga miskin membelanjakan pendapatan mereka terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup berupa makanan dan perumahan.Setelah pendapatan meningkat, pengeluaran makan menjadi naik sehingga makanan menjadi bervariasi.Akan tetapi ada batasan uang ekstra yang digunakan untuk pengeluaran makanan ketika pendapatan mereka naik. Oleh karena itu, ketika pendapatan semakin tinggi, proporsi pengeluaran makanan menjadi menurun dan akan beralih pada kebutuhan nonmakan seperti pakaian, rekreasi, barang mewah, dan tabungan.

Karakteristik konsumsi menurut Lurry (1998 : 44 –45 ) memiliki beberapa ciri diantaranya adalah :

Tersedianya sejumlah besar jenis barang

Kecenderungan makin bertambahnya pertukaran dan interaksi manusia yang memungkinkan melalui pasar

Ekspansi kegiatan belanja sebagai hobi mengisi waktu senggang

Peningkatan berbagai bentuk kegiatan belanja

Organisasi-organisasi politis oleh dan untuk konsumen

Pertumbuhan dalam konsumsi olahraga dan kegiatan waktu senggang

Pegeseran peraturan dalam meminjam uang dan perubahan makna yang mengikuti mengenai hutang piutang

            Mahasiswa dalam era yang serba maju saat ini, mahasiswa dihadapkan dengan berbagai macam pilihan konsumsi.Mulai dari kebutuhan primer, sekunder maupun tersier.Pola konsumsi mahasiswa saat ini sangat beraneka ragam.Mahasisw merupakan kelompok masyarakat yang memiliki pengeluaran konsumsi yang tinggi.Banyak hal mempengaruhi dalam pengeluaran seorang mahasiswa.Bagi mahasiswa yang memiliki keluarga berlatar beakang ekonomi tinggi memiliki pengeluaran yang terkesan tidak efektif bahkan terkesan berfoya-foya.Mereka menggunakan uang ereka untuk menonton bioskop, karaoke bahan kediskotik yang sebenarnya orang tua mereka memberikannya untuk mencukupi kebutuhan akademik.Namun bagi mahasiswa yang berlatar beakang ekonomi kecil memiliki polakonsumsi yang lebih sederhana.Mereka hanya sesekali melakukan kegiatan yang melenceng dari kebutuhan akademik.Mungkin mereka hanya keluar sebulan sekali ketempat wisata. Adalagi tipe mahasiswa yang menjadi aktifis dimana mereka hanya berfokus pada organisasinya,dimana mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang guna mencapai tujuannya. Mereka lebih berfokus mensukseskan acara organisasinya daripada kebutuhan kuliah dan berlibur mereka.Selain itu perkembangan internat juga memiliki dampak yang besar bagi mahasiswa.Berkembangnya gadget-gadget yang canggih semakin memanjakan mahasiswa untuk memperbasar tingkat konsumsinya. Mulai dari berelanja online, ojek online, pesan antar makanan online dan hal lain yang berasis online membuat semakin banyak pilihan konsumsi para mahasiswa. Terlepas dari  semua kebutuhan yang berbeda-beda mahasiswa terbukti menjadi golongan penkonsumsi terbesar dalam masyarakat.

                 Mahasiswa tergolong bukan angkatan kerja karena mahasiswa termasuk kelompok yang tidak bekerja/mencari kerja (pengangguran) ataupun kelompok yang sedang bekerja.Mahasiswa termasuk pada kelompok yang bersekolah dan penerima pendapatan sehingga mahasiswa tidak memiliki pendapatan permanen sendiri.Pendapatan mahasiswa bisa berasal dari uang saku dari orang tua dan beasiswa (jika penerima beasiswa).Uang saku dari orangtua adalah uang yang diterima setiap bulan setiap minggu atau setiap periode yang disepakati oleh orangtua dengan mahasiswa bersangkutan.Meskipun secara teoritis mahasiswa digolongkan bukan angkatan kerja, namun dalam kenyataannya tidak sedikit mahasiswa yang memilih bekerja paruh waktu di sela-sela waktu kuliah.Banyak alasan kenapa mahasiswa memilih untuk bekerja paruh waktu, diantaranya pendapatan dari bekerja paruh waktu dapat digunakan untuk tambahan uang saku dari orang tua, mengisi waktu kosong disela waktu kuliah, mencari pengalaman bekerja dan masih banyak lagi.

               Dalam era modern yang terjadi saat ini, tigkat kemajuan teknologi baik secara sadar maupun tidak, telah membuat kemudahan bagi manusia dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang perniagaan atau jual beli. Dalam mmemenuhi kebutuhannya, manusia tidak akan penah lepas dari perihal jual beli. Dengan adanya teknologi internet, seluruh kemudahan dalam perniagaan dapat terwujudkan. Perkembangan internet sangat berpengaruh terhadap perkembangan telekomunikasi dunia didukung oleh munculnya smartphone yang semakin memudahkan penggunanya dalam penggunaan internet.Smartphone atau telepon pintar adalah telepon genggam yang memiliki fitur canggih serta terkoneksi jaringan internet yang lebih cepat daripada telepon genggam yang biasa-biasa saja.Smartphone juga memunculkan fenomena banyaknya media-media sosial baru yang memungkinkan serta memudahkan penggunanya dalam berkomunikasi, seperti blackberry messenger, twitter, facebok,whatsapp, line, kakao talk dan lain-lainnya yang dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan dan mengikuti trend yang ada saat ini.Dengan berbagai kemudahan ini, membuatmahasiswa semakin dimanjakan sehingga konsumerisme mahasiswa pun semakin meningkat.Untuk itu diharapkan para mahasiswadihara lebih bijak dalam membelanjakan uangnya.

            Dari beberapa gambaran diatas, kita bisa mengetahui bahwa mahasiswa merupakan salah satu golongan masyrakat yang memiliki tingkat konsumsi yang tinggi.Banyak hal yang mempengaruhi pola konsumsi mahasiswa, mulai dari uang kiriman orang tua atau uang saku, tempat tinggal, pergaulan, teknologi dan trend. Untuk itu saya berharap kepada teman-teman mahasiswa lain  agar sebelum  melakukan pengeluaran yang tinggi agar lebih mempertimbangkan lagi tentang manfaat dan kepuasa yang diperoleh, agar tidak adanya pegeluaranyang percuma meskipun hanya untuk hiburan saja.