[Mengenal Fiersa #2]

[Mengenal Fiersa #2]

Romansa-Romansa Dalam Karya Seorang Fiersa Besari

Oleh: Rosi Nur Azizah

“Aku ingin kau rindukan, aku ingin kau kejar, aku ingin kau buatkan puisi. Lalu, aku akan bertingkah tak peduli, agar kau tahu rasanya jadi aku.” – Fiersa Besari dalam buku yang berjudul Garis Waktu.

            Penulis yang di setiap genre karyanya mengadopsi tema tentang cinta, tetapi tidak pernah menyebut kata cinta karena cinta tidak perlu dideskripsikan, siapa lagi jika bukan Fiersa Besari yang lebih akrab disapa Bung. Walaupun Bung tidak menuliskan kata cinta, bukan berarti nilai estetika dari cinta memudar begitu saja. Justru karya Bung banyak digandrungi karena lebih terasa kental pada romansa kehidupan di dunia realita daripada hanya sekadar berucap tentang definisi atau apa artinya cinta. Bagi Bung, cinta sudah banyak menjadi produk, sehingga dia lebih suka menjelaskan mengenai ‘mengapa cinta’ bukan poin dari cinta sendiri itu sendiri. Cinta yang dia kemas dengan sisipan nilai sosial-humaniora dan sederhana yang khas alias tidak lebay mampu membuat para remaja yang membacanya terbawa perasaan.

            Fiersa Besari seorang musisi inditepatnya vokalis band punk melodic Eat Well Earl sekaligus penulis yang lahir di Bandung pada 3 Maret. Judul buku yang pernah dipublikasikan adalah Konspirasi Alam Semesta dan Garis Waktu. Buku Konspirasi Alam Semesta awalnya merupakan album musik yang pernah dirilis pada tahun 2015. Bung mengombinasikan dan menyusun kata perkata dengan bahasa-bahasanya yang unik sehingga menjadi sebuah buku yang luwes untuk dibaca. Menulis bukan hal yang baru bagi Bung atau keluar daribakat minatnya karena Bung adalah lulusan dari Fakultas Sastra tepatnya Jurusan Sastra Inggris di STBA Yapari ABA Bandung.

Fiersa menyukai musik dan benar-benar jatuh hati sejak tahun 2009. Bung menyukai semua aliran, bahkan dia menamai alirannya accoustic ballad.  Tujuan Bung bermain musik adalah untuk menyampaikan perasaan terpendamnya. Setelah lulus dari bangku pendidikan, Bung memulai karirnya dengan membuka studio rekaman. Pada saat itu juga, Bung mengembangkan minatnya pada dunia musik. Pada tahun 2012, Bung merilis album-album solonya melalui jalur distribusi independen dengan judul 11:11. Album tersebut terjual habis.

Dalam dunia musik, Fiersa Besari sangat terkenal dengan albumnya yang berjudul Tempat Aku Pulang yang dirilis pada tahun 2013. Tempat Aku Pulang merupakan sebuah album perpisahan sebelum akhirnya Bung memutuskan untuk melakukan travelling selama 7 bulan berkeliling Indonesia. Bung menyebut perjalanan tersebut sebagai upaya pencarian jati diri. Perjalanan tersebut bukan suatu hal yang dirasa berat mengingat Bung adalah seorang pegiat alam yang suka melakukan ekspedisi hingga saat ini. Setelah rilis album Tempat Aku Pulang, Bung memutuskan untuk menutup studio rekamannya dan keluar dari bisnis memotret.

Perjalanan tampaknya sangat membantu Fiersa semakin kritis dan inovatif sekaligus mengasah rasa kepekaan sosialnya. Bung  kembali di akhir tahun 2013 dan membina kembali karya-karyanya di bidang kepenulisan tanpa meninggalkan minatnya di dunia musik. Pada tahun 2014, Bung melengkapi album Tempat Kembali Pulang menjadi 14 lagu yang diditribusikan secara digital dan fisik. Bung melakukan launching album ini tepatnya pada tanggal 15 Mei 2014 di salah satu cafe daerah Bandung dalam durasi waktu 3 jam. Bung membuka acara melalui lagu Hidup ‘kan Baik-baik Saja yang membuat penonton hanyut. Bung ditemani oleh 3 rekannya yaitu Thantri yang menyanyikan lagu ‘Waktu yang Salah’, David Gan ‘Lads’, dan Vica ‘Edelweiss’. Di acara tersebut, Bung menyanyikan lagu-lagunya yang tidak kalah hitz yakni April, Tempat Aku Pulang, dan Celengan Rindu. Bung mengakhiri launchingnya dengan menyanyikan lagu berjudul ‘Ibu’ dalam album Tempat Aku Pulang yang dipersembahkannya pada sang bunda ketika menghadiri acara tersebut. Di tahun 2015, Fiersa meluncurkan album baru berjudul Konspirasi Alam Semesta dengan single andalan Juara Kedua. Pada lagu ini, Fiersa bermain instrumen yang diadopsinya dari berbagai genre musik.

Buku pertama Fiersa berjudul Garis Waktu yang merupakan ringkasan beberapa tulisannya mulai dari tahun 2012-2016. Buku tersebut berisi tentang sebuah perjalanan yang menghapus luka. Melalui buku ini, Bung dapat digolongkan sebagai orang yang puitis, tetapi tidak naif dalam memandang dan mengungkapkan rasa cinta. Dalam buku ini, Bung menggambarkan sebuah kisah tentang aku dan kamu yang dimulai dari perkenalan hingga suatu ketulusan untuk mengikhlaskan seorang kamu pergi. Buku ini cocok dibaca oleh para remaja karena kisah cinta yang diceritakan sangatlah natural dan mampu membolak-balikkan hati pembacanya.

Fiersa memiliki sudut pandang berbeda mengenai plagiarisme. Bung tidak membenarkan kegiatan plagiasi, tetapi dia juga tidak sepenuhnya bersikap kontra. Plagiarisme baginya bersifat baik apabila musisi yang dibajak tidak merasa kesal dan marah, tetapi bersifat merugikan dan tidak baik apabila musisinya marah. Bung juga bukan termasuk orang yang selalu mengikuti trend dalam berkarya. Baginya, trendlebih mirip seperti jamur yang muncul di saat musim hujan. Dalam suatu wawancara Bung pernah mengatakan harapannya tentang musik indi supaya semakin maju dan berani berekspresi tanpa hanya sekadar mengikuti trend semata. Baginya, indi adalah sebuah jalan bukan pilihan. Terakhir, dia berharap semoga banyak khalayak umum yang menyukai karyanya.

Anda dapat menemukan karya-karya Fiersa Besari di berbagai link pribadinya sebagai berikut.

Blog pribadi : fiersa.tk atau reverbnation.com/fiersa

Facebook : facebook.com/fiersa

Twitter : @fiersa

soundcloud.com/fiersa

Pingin ketemu Fiersa secara langsung dan tanya, “Mengapa sih tahun kelahiran dirahasiakan dari publik?” So, let join with us in PAMERAN KARYA UKM PENULIS. Save the date Jumat, 13 Oktober 2017. We will see you soon 😊

DAFTAR PUSTAKA

Fiersa Besari. (Online), https://www.goodreads.com/author/show/15656193.Fiersa_Besari, diakses pada 23 September 2017.

Yudira, Ferdhika dan Nurjaman. 2013. Indie Corner: Cinta di Mata Seorang Fiersa Besari. (Online), http://rpl4rt.blogspot.com/2013/009fiersa-besari.html?m=1, diakses pada 23 September 2017.

Fiersa Besari. 2012. (Online), http://www.stupidmonkey.web.id/2012/12fiersa-besari.html?m=1, diakses pada 23 September 2017.