Cerpen Labostra – Tindakan yang Membawa Penyesalan

 

Tindakan yang Membawa Penyesalan
Aulia Siti

Samudra luas dengan kehidupan bawah laut yang tenang hiduplah makhluk hidup yang beraneka ragam. Mereka berenang kesana-kemari menjelajahi laut untuk mengisi perut. Diantara kehidupan laut yang damai, pasti dipimpin oleh seorang raja yang perkasa. Warga laut menyebutnya Raja Triton. Raja setengan manusia setengah ikan ini atau kebanyakan menyebutnya dengan sebutan ‘duyung’ memiliki sifat bijaksana, kulitnya yang cokelat dan perawaknnya yang gagah dan perkasa. Dia mempunyai banyak anak perempuan yang mencintai dunia bawah laut, tempat mereka tinggal. Tetapi Ariel, anak bungsunya sangat penasaran dengan dunia di permukaan laut.
Demi mengurangi rasa penasarannya, Ariel dan temannya Flounder ikan badut bercorak oranye putih menyusuri laut menuju permukaan laut menemui Skatel si burung camar. Skatel memberitahu mereka tentang segala barang manusia yang ditemukan Ariel di dasar laut. Suatu hari Raja Triton mengetahui bahwa Ariel sering pergi ke permukaan laut. Mengetahui itu Raja Triton sangat marah. Dia mencemaskan keselamatan anak perempuannya, Ariel. Raja Triton meminta sahabat kepercayaannya, Sebastian si kepiting untuk mengawasi Ariel.
Beberapa hari kemudian Ariel melihat ada kapal melintas di permukaan laut.

“Manusiaaaa!!!” seru Ariel sambil bergegas berenang mendekati kapal itu.

“Oh, tidak!” teriak Sebastian si kepiting. Sebastian dan Flounder segera mengejar Ariel.

Ketika Ariel muncul di permukaan air, Ariel melihat sebuah kapal besar penuh pelaut yang bernyanyi dan menari- nari. Menari dengan menikmati iringan musik seorang penyanyi yang terkenal saat itu. Mata Ariel bercahaya ketika dia melihat pemuda gagah dengan rambut lurus menutupi telinga serta mata yang berwarna biru membuat jantung Ariel lebih berdegup dari biasanya, para pelaut memanggilnya Pangeran Erik. Ariel jatuh cinta pada pandangan pertama. Tiba-tiba langit menjadi gelap dan petir menyambar-nyambar. Kapal yang dinaiki Pangeran Erik bukanlah tandingan badai yang dasyat itu. Kapal itu terombang-ambing, ombak begitu besar dan seketika Pangeran Erik terlempar ke laut.

“Aku harus menyelamatkannya!” teriak Ariel.

Dengan cepat Ariel berenang ke tempat Pangeran Erik terlempar, Pangeran Erik hampir tenggelam, lalu Ariel membawanya berenang ke tepi pantai. Pangeran Erik tidak bergerak ketika Ariel menyentuh wajahnya dengan lembut dan menyanyikan sebuah lagu cinta yang indah untuknya. Sebuah nyanyian yang indah dengan suara Ariel yang merdu. Tak lama kemudian Ariel mendengar anak buah Pangeran Erik sedang mencarinya. Ariel tak ingin dilihat manusia. Diciumnya Pangeran Erik, lalu Ariel segera menyelam kembali ke laut.

Pangeran Erik siuman dan menemukan Sir Grimsby, seorang pelayannya yang setia di sisinya.

“Apa yang terjadi?” Tanya Sir Grimsby kepada Pangeran Erik.

Dia senang Pangeran Erik masih hidup.

“Ada seorang gadis,” kata Pangeran yang masih kelihatan bingung.

“Seorang gadis telah menyelamatkan aku lalu menyanyi. Suaranya begitu merdu. Belum pernah aku mendengar suara semerdu itu. Aku ingin menemukan gadis itu dan aku ingin menikahinya!” Rupanya Pangeran Erik juga telah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Raja Triton mendengar bahwa Ariel jatuh cinta pada seorang manusia, mengetahui hal itu Raja Triton sangat marah. Dia segera berenang ke gua tempat Ariel menyimpan koleksi barang-barang miliknya.

“Ayah, aku mencintainya!” kata Ariel,
“Aku ingin bersamanya!”.

“Dia itu manusia, pemakan ikan!” teriak Raja Triton,
“Tidak boleh!” Diangkatlah trisula saktinya.

Sambaran-samnbaran kilat dari trisula sakti itu menghancurkan semua harta kesayangan Ariel. Lalu Raja Triton itu pergi. Ariel merasa sangat sedih dan menangis.

Sementara itu, tak jauh dari situ, kekuatan jahat sedang bekerja di kerajaan bawah laut. Seorang penyihir laut yang bernama Ursula, ia dulu memerintah kerajaan bawah laut sebelum Raja Triton, penyihir itu sedang mencari cara untuk menggulingkan kepemimpinan Raja Triton. Melalui bola kristalnya, Ursula melihat Ariel yang sedang menangis. Si penyihir itu mendapat ide,

“Aku bisa mengalahkan Raja Triton lewat anaknya.”

Lalu si penyihir itu mengirim sepasang pelayan belutnya yang bernama Flotsam dan Jetsam untuk pergi ke gua dimana Ariel berada. Flotsam dan Jetsam berhasil meyakinkan Ariel bahwa Ursula bisa membantunya mendapatkan Pangeran Erik yang dicintainya. Saat itu Ariel sedang sedih sekali, dia mengabaikan peringatan Sebastian si kepiting dan ikut pergi bersama Flotsam dan Jetsam untuk menemui si penyihir laut.

“Aku punya tawaran untukmu, anak cantik,” kata Ursula ketika Ariel sudah memasuki tempat kediamannya.

“Tawaran?” Tanya Ariel lugu.

“Ya,” kata si Penyihir, “Aku memiliki dua pilihan untukmu, pilihan ini dapat berlaku kedua-duanya apabila kamu menginginkannya. Pertama, aku akan membuatmu menjadi manusia selama tiga hari dan kau akan menemui Pangeranmu. Jika kau bisa membuatnya menciummu sebelum matahari terbenam pada hari ketiga, kau akan bersama selamanya sebagai manusia. Jika dia tidak menciummu, kau akan berubah kembali menjadi putri duyung, dan kau akan menjadi tawananku! Dan imbalan untuk tawaran ini adalah suaramu. Pilihan kedua jika kamu ingin kehidupan atas laut yang ingin sekali kamu nikmati, bunuhlah pangeranmu! Maka aku akan menjadikanmu manusia selamanya.” kata si penyihir.

“Selamanya?” tanya Ariel terkejut, “Aku tidak bisa membunuh pangeranku.”

“Itu dapat diganti dengan kehidupan dunia manusia” jawab penyihir itu.

Lalu Ariel menyetujui tawaran Ursula, si penyihir laut itu menggunakan kekuatan sihirnya. Sihir itu membuat ekor Ariel lenyap. Kini Ariel mempunyai sepasang kaki dan Ariel telah menjadi manusia. Pada saat yang bersamaan suaranya meninggalkan tubuhnya dan ditangkap dalam sebuah kerang oleh si penyihir laut.

Lalu Ariel ingin mencari Pangeran, Ariel dibantu sahabat-sahabatnya untuk pergi ke pantai. Dia mencoba berbicara kepada mereka, tetapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya.

Tak lama kemudian Ariel bertemu dengan Pangeran Erik, yang telah jatuh cinta kepadanya sejak mendengarnya bernyanyi. Mula-mula Pangeran mengira telah bertemu kembali dengan gadis yang pernah menolongnya. Tetapi Ariel tak dapat berbicara, maka Pangeran Erik mengira bahwa dia keliru. Pangeran Erik kasihan kepada Ariel, ia perlu pakaian, mandi dan juga makan. Lalu dibawalah Ariel ke istananya.

Dalam dua hari berikutnya, Pangeran Erik menyukai Ariel, tetapi dia tetap merindukan si gadis yang bersuara merdu. Ketika sedang berlayar, Pangeran Erik sudah hampir mencium Ariel. Sayangnya Flotsam dan Jetsam membalikkan perahu mereka untuk mengganggu mereka.

“Hampir saja!” kata Ursula yang menyaksikan melalui bola kristalnya.
“Aku harus bertindak sendiri!” ujar Ursula. Lalu Ursula meminum ramuan sihir dan berubah menjadi seorang gadis cantik.

Lalu si penyihir laut yang telah berubah menjadi gadis cantik tersebut menemui Pangeran Erik, penyihir itu menggunakan suara merdu Ariel yang disimpannya dalam kerang dan digantungkan di lehernya. Dan seketika pangeran Erik merasa telah menemukan gadis cantik dengan suara merdu yang telah menyelamatkannya.

Pada pagi hari ketiga, istana menjadi sibuk. Pangeran Erik akan menikah dengan seorang gadis cantik yang baru saja dijumpainya itu, yang tak lain adalah penyihir laut yang berubah menjadi gadis cantik dengan sihirnya.

Upacara pernikahan tersebut akan berlangsung di atas kapal baru Pangeran Erik. Ariel memandang mereka dengan rasa sedih yang mendalam. Air matanya menetes tetes demi tetes.

“Pangeran.. mengapa engkau tega memilih dia daripada aku? Tak bisakah kau melihatku dan menjadikanmu istrimu?” katanya dalam hati.

Tapi apa daya Pangeran Erik yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan si pengantin putri yang wujud aslinya seorang penyihir. Pernikahan berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan. Saat tamu bersalaman satu persatu, si penyihir tidak menemukan batang hidung Ariel sedikitpun.

Penyihir merasa Ariel sudah menyerah untuk mendapatkan Pangeran. Kemudian saat acara pernikahan sudah selesai, tiba-tiba di ruang pengantin pria muncul sosok bayangan wanita memegang sebuah benda tajam. Tiba-tiba…

“Jleb!”. Suara pisau ditancapkan pada tubuh manusia.

Wanita itu mendekati pangeran Erik dengan penuh tangisan.
“Maafkan aku pangeran, karena kamu telah memilih dia daripada aku. Maka aku memilih untuk membunuhmu!”, kata Ariel.

Ariel yang terlanjur patah hati, kehilangan akalnya untuk membunuh pangeran agar dapat menjadi manusia seutuhnya.

Penyihir datang dengan suara tertawa terbahak-bahak. “Hahaha…Ariel kau sudah tertipu olehku. Si pengantin wanita yang menyamar jadi kamu, tak lain dan tak bukan adalah aku!”

“Apa maksudmu penyihir? Kau menyamar menjadi aku?”

“Kau terlambat menyadarinya. Sekarang nasi sudah menjadi bubur. Kau tak bisa membangunkan pangeran lagi, dia sudah mati dibunuh olehmu! Sekarang kau dapat menikmati hidupmu sebagai manusia”

“Tidak penyihir, aku tidak akan memaafkanmu. Aku akan membalasmu!”
Dengan membawa pisau yang sama saat ia gunakan untuk menusuk pangeran, ia tusukkan pisau itu ke punggung penyihir tepat jantungnya. Penyihir yang tidak menyangka Ariel akan berani melakukan hal itu, merasa kesakitan dan akhirnya langsung meninggal di tempat. Ariel merasa campur aduk anatara sedih, kecewa, dan menyesal.