PRRES (Plastic Recycling Renewable System) Sistem Terbaru Pengurangan dan Pemanfaatan Sampah Plastik

PRRES (Plastic Recycling Renewable System) 

Sistem Terbaru Pengurangan dan Pemanfaatan Sampah Plastik 

Oleh: Latifatul Aisyah Nabila 

Seperti yang telah banyak orang ketahui, plastik sebagai alat yang digunakan untuk kepentingan sehari-hari. Pada umumnya, plastik banyak digunakan sebagai tempat makanan, seperti kantong plastik, sedotan, dan lain-lain. Dikarenakan karakteristik plastik yang ringan, elastis, praktis, dan pembuatannya lebih mudah menyebabkan banyaknya penggunaan plastik. Sementara itu dengan bertambahnya jumlah penduduk maka akan mengikuti pula bertambahnya volume timbulan sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas manusia. 

Sampai saat ini permasalahan limbah plastik menjadi isu global paling mengkhawatirkan, terutama di Indonesia. Terhitung pada tahun 2021 Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan sekitar 0,26 juta-0,59 juta ton plastik mengalir ke laut. Mirisnya lagi per Oktober 2020, Indonesia dinobatkan sebagai negara penghasil sampah plastik laut terbesar ketiga setelah India dan China. Seiring perkembangan zaman di era modern, kondisi seperti ini dengan pengendalian yang belum maksimal akan sangat berdampak pada kehidupan selanjutnya. Terlebih lagi sejak pandemi covid-19 melanda di Indonesia. Hampir semua aktivitas dilakukan secara daring. Kenyataan ini semakin dikuatkan oleh Pusat Penelitian Oseanografi dan Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 20 April–5 Mei 2020 yang menunjukkan hasil studinya bahwa belanja daring cenderung meningkat dari 1-5 kali menjadi 1-10 kali tiap bulan. Sangat disayangkan, dalam penelitian tersebut ditemukan sebanyak 96 persen dari paket yang diterima dikemas menggunakan bahan dasar plastik, seperti selotip, kresek, buble wrap. Angka-angka ini merupakan angka yang besar dalam menyumbang polusi dan limbah anorganik yang berdampak pada pencemaran, perubahan iklim, dan keursakan lingkungan lainnya. 

Melihat berbagai permasalahan mengenai sampah plastik di Indonesia dengan ini peneliti memperkenalkan adanya PRRES yang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi timbulan sampah plastik. Sistem ini dibentuk karena masih terdapat banyaknya limbah plastik yang tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga membuat lingkungan menjadi kotor dan tercemar. PRRES menggabungkan beberapa sistem pengurangan limbah menjadi satu, yaitu isi ulang, daur ulang, serta pemanfaatan untuk bahan bakar pembangkit listrik. Dalam melaksanakan sistem ini, digunakan beberapa alat yang dapat membantu terlaksananya PRRES, diantaranya yaitu, ATM sampah, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, alat untuk isi ulang. Penggabungan beberapa sistem ini akan dapat mengurangi adanya limbahh plastik di lingkungan. (rancangan visualisasi: ilustrasi dan animasi sistem kerja PRRES).

C:\Users\ASUS\Pictures\WhatsApp Image 2022-11-02 at 11.49.19.jpeg
C:\Users\ASUS\Pictures\WhatsApp Image 2022-11-02 at 11.49.31.jpeg

Adapun sistem kerja dari PRRES ini dalam sistem isi ulang yaitu botol plastik bekas yang masih dapat digunakan untuk menampung beberapa bahan yang dapat diisi ulang, seperti air, sabun cair, sabun cuci baju (detergen), parfum, dan semacamnya digunakan lagi. Terdapat produsen atau distributor yang akan menyediakan alat isi ulang. Lalu konsumen akan membawa plastik untuk diisi ulang menggunakan alat tersebut. Sehingga saat membeli bahan bahan seperti yang disebutkan di atas, konsumen tidak perlu membeli beserta tempatnya, hanya perlu isi ulang dan membawa tempat sendiri 

Sedangkan cara kerja PRRES dalam sistem daur ulang yaitu sampah plastik yang sudah tidak digunakan dibawa menuju ATM sampah untuk dibuang. Jadi cara kerja dari ATM ini adalah dengan memasukkan sampah plastik tersebut dalam ATM sampah, maka akan mendapatkan voucher (kupon) sebagai ganti karena telah memberikan sampah plastik tersebut, dalam kata lain memberi dan menerima. Voucher tersebut dapat ditukar menjadi uang atau semacamnya, dengan begitu masyarakat akan tertarik untuk membuang sampah plastik pada ATM sampah daripada membuang di sembarang tempat. Kemudian sampah yang telah dibuang melalui ATM sampah akan didaur ulang sehingga menghasilkan barang baru. Sementara itu, sistem kerja PRRES dalam sistem pembangkit listrik yaitu dengan menggunakan alat pembangkit listrik, limbah plastik digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak air. Sampah plastik tersebut dibakar dalam tungku, dan asap hasil dari pembakaran tersebut akan dibuang melalui filter, sehingga tidak menimbulkan polusi udara. Kemudian saat air mendidih akan dihasilkan uap air. Uap air tersebut akan mengalir melalui pipa dan akan menabrak turbin. Tabrakan uap air terhadap turbin tersebut akan mengakibatkan turbin bergerak. Turbin yang bergerak merupakan energi kinetik yang akan dikonversikan menjadi energi listrik menggunakan generator. Energi listrik yang dihasilkan tersebut akan disimpan dalam baterai yang kemudian daya listrik dari baterai tersebut dikonversikan pada bagian kontroler elektrik. Sehingga listrik tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan. Dengan menggabungkan ketiga sistem tersebut, maka terbentuklah PRRES. 

Dengan dilakukannya sistem tersebut, akan menghasilkan lingkungan yang asri, sampah plastik berkurang, serta beberapa bencana alam seperti banjir akan berkurang. Semakin banyak daerah yang melaksankan sistem ini, maka semakin sedikit pula sampah plastik yang ada di bumi, serta semakin sedikit pula bencana alam seperti banjir akan terjadi. Selain itu, masyarakat juga akan lebih paham mengenai pentingnya menjaga lingkungan. 

Maka dari adanya pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa PRRES merupakan alat yang dapat meminimalisir timbulnya sampah. PRRES hadir dengan inovasi beberapa sistem yang diantaranya sistem daur ulang yaitu menukar sampah dengan voucher (Kupon), sistem isi ulang, dan pemanfaatan untuk bahan bakar pembangkit listrik. Dalam melaksanakan sistem ini, beberapa alat yang dapat membantu terlaksananya PRRES, diantaranya yaitu, ATM sampah, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, dan alat untuk isi ulang. Sehingga dengan penggabungan beberapa sistem ini dapat mengurangi adanya limbahh plastik di lingkungan.    

Daftar Pustaka 

Ditjen Cipta Karya. 2021. OPEN DATA PUPR Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan 

Rakyat. Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Diakses pada tanggal : 17 Januari 2022. Link : https://data.pu.go.id/dataset/tempat-pembuangan-akhir-tpa 

Purba, Laras Wati Mardina. 2021. Analisis Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Nagasaribu IV 

Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2021. Sumatera Utara:Universitas Sumatera Utara. Diakses pada tanggal 16 dan 17 Januari 2022. Link: https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/46177

Widhiyanto, F. (2022, September 8). Jaga Kelestarian Laut, Blackmores Indonesia Gelar Program ‘Tukar Botol’. Retrieved 11 2, 2022, from Investor.id: https://investor.id/bumee/306021/jaga-kelestarian-laut-blackmores-indonesia-gelar-program-tukar botol#:~:text=Data%20Badan%20Pusat%20Statistik%20 (BPS, plastik%20 yang%20terbuang%20ke%20laut 

DMCDOMPETDHUAFA. (2022, July 20). Less Plastic More Action: Jaga Laut dan Bumi Kita 

dari Sampah Plastik. Retrieved 2 11, 2022, from dmcdompetdhuafa.org: https://dmcdompetdhuafa.org/less-plastic-more-action-jaga-laut-dan-bumi-kita-dari-sampah plastik/#:~:text =Di%20tahun %202018 %20saja%20dari,66%20juta%20ton%20per%20tahun.

Ph.D., I. S. (2020, May 23). Peningkatan Sampah Plastik dari Belanja Online dan Delivery Selama PSBB. Retrieved 11 2, 2022, from lipi.go.id: http://lipi.go.id/berita/peningkatan-sampah-plastik-dari-belanja-online-dan-delivery-selama-psbb/22037

Related posts

Leave a Comment