PUISI – DI SEBERANG MEJA KOPIKU

0
159

”Di Seberang Meja Kopiku”
Silvia Arina Hidayati

Kopiku tak lagi hangat malam ini
Aku terlambat beberapa menit mencium uap kopi yang kubiarkan mendingin tanpa pelukan telapak tanganku.
Di seberang meja kopiku berdiri perempuan-perempuan Tuhan yang katanya gagal melampiaskan rindu.
Aku masih sendiri bersama kopiku yang tak lagi nikmat seperti sebelum hitamnya mendingin beberapa menit yang lalu.
Tiba-tiba logikaku berair, menganak sungai melihat saudaraku hilang jalan pulang.
Tuan-tuannya lihai memainkan perannya
Perempuan-perempuanku terpaksa menelanjangi otaknya
Ah, sial sekali hidup mereka
Sudah terjebak dalam kekeruhan dunia, malah terpenjara dalam duka pula
Kulihat aku sedang berjalan di luar sana
Menghambur-hamburkan nikmat Tuhan yang entah apa faedahnya.
Kemudian tiba-tiba berada di tempat ini
Ingin mengistirahatkan peluh karena sedikit masalah rindu
Perempuan-perempuanku di seberang sana begitu menikmati kisahnya yang terpaksa
Rayuan puluhan juta ribu membius logikanya hingga terkapar pasrah
Kemudian keduanya keluar, entah mau dibawa kemana mobil itu
Sebagian yang lain masih menghayati aksinya dengan pendasi-pendasi itu
Aduh, jiwaku perih
Semakin hina saja pandangan mataku
Belum kuhabiskan kopiku, aku sudah ingin berlalu
Oh ibu, di tanah rantau ini, kukatakan aku rindu.

(Malang, 2018)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here