PUISI – GERHANA BULAN

0
387

Gerhana Bulan
Oleh Nisfatul Syarifa

Pada sebuah langit; bintang tidak bersinar, karena tanpamu mimpi seperti satu warna. Hanya pias sebuah luka
Sayap utara begitu dingin dan berduka untuk sebuah cinta yang mati dan tentang pemisahan yang kembali diputar
Rasa kesedihan menjauh: begitu jauh ke bulan, sebuah perjalanan penyesalan

Tolong aku: kekasih, aku tak dapat bertemu untuk selamanya
Tolong: bantu aku mencerminkan visi hidupku pada cahaya bulan merah; kenangan akan dirimu
Air mata yang jatuh, bahkan mungkin hanya setetes dan sesaat ‘oh cahayaku, aku merindukanmu’

Yang pasti adalah kenangan yang bersisa di sini “tak aku hapus sebuah waktu dirimu dan diriku”
Aku masih bisa mendengarnya begitu dekat dengan telingaku: sedihnya sebuah lagu manis yang kau senandungkan; membuatku gila
Rasa sakit yang tak tersembunyikan, begitu jauh ke cahaya bulan, namun tak pernah sampai

Tolong aku: kekasih aku tidak dapat bertemu dirimu lagi untuk selamanya
Tunjukkan pada suatu hari kala nanti membalutku engkau dengan sebuah senyuman
Sebuah memori terakhir pada hati yang mendalam: pada hatiku yang redam

Oh: aku akan membakar mereka dan tertidur
Jika kau gerhana bulan dengan sinar merahnya: aku matahari dengan bumi antara kita
Malam ini: semua kuberikan padamu

Tolong aku: aku merindukanmu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here