PUISI – KAKEK GOPEK

0
101

Kakek Gopek
(Alif Nursukma)

Kakek tua
Membuka lebar-lebar kedua tanganya
Raya Candi, Terusan Surabaya
Berlari dari tepi
Coklat parasnya dipapar surya
Perak bermakna emas baginya
Dicukil bersama aspal barang sedikit pada kuku
Setelahnya ia meleku
Lepitan dahi bertumpuk tinggi
Berusaha menyadarkan diri

Disusunnya logam bertumpuk lima rapi
Ditukarnya dengan segelas kopi
Mulai dirinya diam, menatap tajam
Merobek sejauh pandangnya
Mimpi mengisi ruang putih di bola matanya
Samar-samar
Meski dia tau realita tak terhindar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here