PUISI – PUKUL DUA

0
202

PUKUL DUA
Oleh: Sri Nuri Asih

Selain tugas, laporan dan makalah.
Ternyata mengingatmu juga buatku tak bisa tidur.
Kopi di dapur jadi mubazir.
Kamu memang pintar buatku hemat elpiji dan gula.
Oh ya! Gula!
Masih ingat rasanya gula? Manis kan? Ya! Manis.
Seperti cintaku padamu.
Dan kalau sudah larut begini.
Aku hanya mau berteman dengan bulan.
Tahu kenapa?
Sebab ia seperti kamu.
Cuma satu.
Tak ada duanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here