PUISI – ROMA

1
116

Roma

Oleh: Pandiga Sabilarrosyad

Mengarak kenangan di pinggir jalan

Debu tumpah di trotoar, lampu merah macet

Menyeduh ingatan di bedhak-bedhak liar

Suara radio butut juga rongsokan

Rebah di sepanjang tikar

Sepanjang perayaan semalam suntuk

Seekor naga masih tertidur nyenyak

Di lanskap merah: Eng An Kiong

Dua ekor koi berenang

Mengitari kolam purnama

Masa lalu merayakan kehadirannya

Seperti pecahan kembang api:

Bertabur lepas di pori-pori langit

Kau pun boleh memeluk suatu keterasingan:

Dijajakan pada lembar-lembar luka yang

Ditinggalkan pemiliknya

Di garis lamunan pelataran ruko,

Ribuan kenangan tak bertuan

Berharap tuan baru.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here