PUISI – SEPASANG MERPATI JANUARI

0
82

“Sepasang Merpati Januari”

Oleh Silvia Arina Hidayati

Aku adalah rindu yang tak nampak

Sembunyi dibalik keabu-abuan langit yang mulai galak

Otakku mulai mengarsip potret-potret kisah hujan dan sepasang Merpati Januari

Rinduku kali ini benar-benar membisu

Sementara, sepasang merpati itu asyik bercerita banyak hal

Sesekali mereka berhenti terbang untuk sekedar menepi dari hujan

Jalanan lengang,

Tersisa irama hujan dan canda kedua merpati di bawah teras bengkel motor yang tuannya entah ke mana

Masih dengan rinduku yang bebal

Semakin lama semakin nakal

Sepasang Merpati Januari itu lama-lama membuatku kesal

Mereka asyik terbang menembus hujan, menyusuri trotoar, melewati mobil-mobil besar

Sementara aku,

Masih merangkul rinduku, membiarkannya tetap bisu, sementara hati telah memar-memar

Kini kisah merpati itu telah usang

Arsipan potret itu telah tersejarahkan

Hari ini dengan keras kepala kukatakan

“Aku mencintaimu, semenjak dua merpati berjumpa pada pertengahan siang dan malam di awan abu-abu.”

Malang, 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here