PUISI – TAK ADA LAGI

0
193

Tak Ada Lagi
Oleh: Firdaus Achmad Ghandi

Aku butuh lebih banyak lagi biji-biji kopi.
Untuk menjadi secangkir kopi setiaku malam ini.
Seperti katamu, kita butuh membuat jarak untuk semakin cinta.
Sejenak menjadi waktu, aku mengambil buku-buku untuk menemaniku.
Kupikir dengan begitu aku selalu mengajakmu lebih rindu.
Membiarkanmu sendirian memilih lagu pengantar tidurmu, sedang aku candu melahap buku.
Dalam rindumu kauhadirkan kata-kata menjadi puisi tentangku.
Kautemukan kebiasaan-kebiasaan dengan batasan yang kausuka.
Membawakan puisi dan menjadikan buku untuk mengingatkanku padamu.
Semalam suntuk kuhabiskan membaca buku-buku yang telah kubaca.
Mencari sisa-sisa puisi yang pernah kautulis untukku.
Kau yang menghilang dalam deretan kata, semakin manis jika kubaca.
Biji-biji bahasa yang kauhadirkan dalam rasa kesepianmu. Masih belum bisa kutemukan.
Karena kupercaya bahwa kata-kata adalah suara, menyiratkan doa dan rasa di antaranya.
Mungkin buku itu telah melompat dari jendela.
Dan jendela telah menutup daun-daunnya.
Menolak kubuka dengan alasan gelisah perihal cinta.
Tak ada lagi jendela.
Tak ada lagi kata.
Tak ada lagi kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here