RESENSI AOI BUNGAKU, LITERASI DALAM SUDUT PANDANG ANIMASI

RESENSI AOI BUNGAKU, LITERASI DALAM SUDUT PANDANG ANIMASI
oleh Fatima Tuzz

Judul   : Aoi Bungaku

Jenis    : Anime series

Jumlah : 11 episode

Status  : Tamat

Tayang : 2009

        Aoi Bungaku bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris akan menjadi blue literature atau dalam bahasa Indonesia adalah sastra biru. Mengetahui arti tersebut tentunya sangat menarik. Apa hubungan antara anime dan sastra? Anime sendiri telah begitu kita kenal sebagai karya animasi khas yang berasal dari Jepang. Biasanya kisah yang disajikan diambil dari manga atau komik populer yang telah terbit. Produksi anime Jepang sangat menjanjikan bahkan tak pernah surut peminat. Inovasi baru juga mulai dicoba, ambil contoh perusahaan Kyoto Animation yang berani membuat anime dari lightnovel.

        Kembali pada pembahasan awal, Aoi Bungaku merupakan project anime yang sangat menantang. Telah terlihat jelas dari judul nya, anime ini mengambil cerita dari enam karya sastra klasik yang dibanggakan oleh masyarakat Jepang. Enam karya tersebut antara lain Ningen Shikkaku dan Hashire, Melos! karya Dazai Osamu, Jigoku Hen dan Kumo no Ito karya Ryunosuke Akutagawa (perpustakaan pusat UM dan FS UM punya koleksinya, silahkan baca untuk yang penasaran dengan karya Ryunosuke), Kokoro karya Natsume Souseki, dan Sakura no Mori no Mankai no Shita karya Ango Sakaguchi.

       Original Design Character untuk setiap judul cerita juga berbeda, dua di antaranya adalah Takeshi Obata pengarang serial Death Note dan Tite Kubo pengarang serial Bleach. Hingga saat ini kedua karya tersebut  masih laris baik dalam bentuk komik, animasi, pentas drama, drama series, bahkan film. Kelebihan utama dari serial ini adalah cerita yang diangkat. Rata-rata kisah klasik pasti menghadirkan nilai filosofis tinggi di dalamnya terutama untuk karya Dazai Osamu dan Ryunosuke Akutagawa. Tantangan membuat kisah panjang menjadi kisah singkat dalam bentuk animasi tanpa merusak inti dari cerita yang ada juga menjadi kelebihan tim produksi anime ini. Hanya dengan melihat serial ini seperti telah membaca sastra klasiknya secara langsung. Kelebihan kedua adalah bagian awal dalam setiap animasi yang dibuat. Pada bagian awal selalu disajikan fakta singkat yang berkaitan dengan penulis dan karya yang akan ditampilkan. Mungkin akan terasa seperti spoiler di awal, tapi hal tersebut tidak dapat menyurutkan sedikitpun rasa penasaran untuk menikmati animasi yang telah dibuat.

        Bagaimana dengan kekurangannya? Tidak dapat dipastikan bagian mana yang menjadi kekurangan dari serial ini. Bila menyangkut pandangan pribadi mungkin berkaitan dengan Original Design Character yang berbeda untuk setiap ceritanya. Ketika menonton serial ini dalam sekali waktu akan terasa aneh. Gaya animasi yang berbeda pada serial yang sama terasa sangat mengganjal. Bisa dikatakan, saat telah terbiasa dengan style Takeshi Obata, tiba-tiba berganti dengan style Tite Kubo. Meski cerita yang disajikan berbeda, tetap saja terasa aneh. Namun, secara keseluruhan anime ini tidak mengecewakan dan wajib untuk ditonton. Terutama bagi pecinta sastra yang malas membaca atau pecinta sastra yang kurang suka dengan anime. Selamat menyaksikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *