Resensi MENULIS BUKU ITU INDAH

Resensi MENULIS BUKU ITU INDAH

Bila membicarakan mengenai menulis dan penulis, angan kita akan berlari pada suatu objek yang besar, sebuah masterpiece. Padahal makna dari menulis sendiri sangatlah luas, tak terbatas pada penulis. Namun faktanya, tidak semua orang yang menulis patut disebut penulis. Penulis adalah sebuah pilihan dan terpilih dalam artian yang begitu kompleks.

Menulis Itu Indah: Pengalaman Para Penulis Dunia, merupakan sebuah kumpulan essai yang tidak biasa. Dikumpulkan dari para penulis besar yang hingga saat ini karyanya dikenang.  Ketika membicarakan para penulis ternama, tentu timbul pertanyaan mengenai ‘Bagaimana mereka menciptakan sebuah mahakarya?’. Dalam buku ini, para penulis dunia berbagi pengalamannya melalui sebuah essai yang epik dan nyaman dibaca. Begitu ringan seolah para penulis itu bercerita. Mungkin sebagian besar para pembaca baru akan heran dengan isi dari buku ini. Mungkin mereka tidak akan percaya bahwa buku ini berisi kumpulan essai. Mungkin mereka akan merasa bahwa ini sebuah kumpulan dari catatan harian para penulis. Tapi nyatanya tidak. Essai-essai ini dituliskan untuk menjawab pertanyaan para pembaca mengenai cara para penulis itu menulis. Membaca buku ini membuat kita memahami pandangan para penulis dunia mengenai hakikat menulis itu sendiri, sastra, juga tokoh-tokoh yang berjasa dalam setiap karya besar yang berhasil mereka ciptakan.  Sebagai contoh, pandangan Gao Xingjian “Penulis adalah orang biasa dan bukan juru bicara bagi banyak orang, dan sastra tidak hanya dapat menjadi suara seorang individu. (hal.49)” pandangan yang sarat akan hakikat seorang penulis dan karyanya.

Bahasa yang lugas selayaknya orang yang tengah bercerita merupakan kelebihan dari buku ini. Sayangnya tak semua essai mampu dipahami dengan cepat. Beberapa penulis menggunakan bahasa yang sulit dicerna dalam essainya. Tentu akan menyulitkan bagi pembaca awam. Dapat dikatakan buku ini mungkin hanya mampu dipahami oleh pembaca dari kalangan terpelajar (Mahasiswa dan tingkatan di atasnya) dan lebih cocok lagi bila dibaca oleh kalangan yang berkecimpung di dunia sastra. Beberapa essai memuat istilah-istilah yang berkaitan dengan kajian mengenai sastra. Seperti essai Albert Camus yang membahas mengenai kreator, proses kreatif, dan karya-karya absurd. Tidak dapat dipungkiri memang, bila membahas mengenai menulis, pasti akan tertuju pada penulis, dan akhirnya mengarah pada sastra. Seperti halnya ketika membicarakan ilmuwan tentu mengarah pada hasil penelitian, meski nyatanya ilmuwan sendiri menuliskan penelitiannya, entah mengapa mereka tidak disebut sebagai penulis, melainkan penemu.

Secara keseluruhan buku ini sangat direkomendasikan, terutama bagi kalangan yang bergelut dibidang sastra. Buku yang mampu menambah pandangan kita mengenai hakikat menulis itu sendiri. Bahkan mampu menambah pandangan mengenai dunia yang belum kita kenal seutuhnya.

 (Resensi oleh gadis yang baru belajar, Fatim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *