Sinopsis oleh Nina Anggraini

 

Sinopsis oleh Nina Anggraini

David adalah seorang mahasiswa yang tekun dan ulet dalam belajar. Baginya buku dan journal-journal merupakan makanan pokok yang harus dia makan setiap hari. Saat ini dia tercatat sebagai mahasiswa aktif universitas Lomonosov yang terletak di jantung ibu kota Rusia yaitu moskwa. Dia termasuk mahasiswa yang berprestasi dalam jurusannya yaitu sejarah. David sangat tertarik untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Indonesia. menurut david Indonesia yang sangat kaya etnik dan budaya menjadi surga penelitiannya dalam belajar ilmu sejarah.

David telah mengikuti kursus bahasa indonesia sejak satu tahun yang lau. Ini merupakan sebuah bentuk persiapannya sebelum dia terbang ke indonesia. sejak diumumkannya bahwa ia lulus seleksi pertuakaran pelajar ke Indonesia david sangat senang sekali. Namun berita tersebut justru menjadi berita buruk untuk ayah david. Ayah david tak mengizinkan david untuk kuliah di Indonesia. dia menginginkan David untuk mengambil program studi S2 nya di Inggris. Namun kemauan david sudah tak dapat diubah. David tetap kekeh dengan keputusannya untuk kuliah di indonesia sekalipun tak mendapat restu dari ayahnya.

Hari pertamanya menginjakkan kaki di Indonesia, david telah di sambut dengan hangat oleh para petinggi Universitas Negeri Malang. Salah satu Univesitas terbaik di Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi. Selama David mengenyam studi di Indonesia dia tinggal di Asrama mahasiswa universitas negeri Malang. Dari situlah david menemui teman-teman yang memiliki sifat dan kebiasaan yang beragam. Teman satu kamarnya yaitu ahmad. Seorang mahasiswa jurusan Biologi yang tekun dan seorang muslim yang sangat tekun beribadah. Dan Martin adalah seorang mahasiwa Ekonomi yang selalu beribadah setiap minggu digereja. Dari berbagai latar belakang yang berbeda david mulai belajar beradaptasi dengan teman sekamarnya tersebut.

Menginjak satu bulan kuliah di Universitas Negeri Malang David telah disibukkan dengan tugas tugas kuliah. Mulai  studi banding yang dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia. dari kegiatan itulah david bertemu Hannisa seorang mahasiswa Universitas Brawijaya. Dari situ david mulai belajar banyak hal tentang sejarah Indonesia. khusunya dari kota asal Hannisa yaitu kediri. David dapat mengetahui bagaimana sejarah dan budaya Kediri dari obrolan-obrolannya bersama hannisa. Bahkan Hannisa tak keberatan mengajak David Untuk berkeliling kota kediri dan mengajak ke Pondok pesantren sauhan ayahnya.

Dari berbagai orang yang ia temui semuanya tak sepaham dengan david yang komunis. Bagi david tuhan hanya sebuah ilusi, tuhan itu tidak ada. Orang-orang yang malas berusaha lah yang menganggap tuhan itu ada. Karena mereka akan menggantungkan harapan mereka pada tuhan. Dia sangat percaya bahwa tuhan itu tidak ada, buktinya dia tetap sukses seperti sekarang tanpa pernah berdoa kepada tuhan. Usaha dan kerja keraslah yang akan mengantarkan seseorang mendapatkan harapannya. Namun dibalik keyakinan komunismenya yang kuat, David memililki rasa toleransi yang tinggi terhadap orang-orang disekitarnya. Dia tak pernah mengejek keyakinan yang diyakini oleh teman-temannya di Indonesia.

Sejak tinggal di Indonesia David telah lama tak menghubungi ayahnya. Pada suatu hari terlintas keinginannya untuk menelpon ayahnya. Namun hasilnya nihil. Ayah david tak menengkat telepon darinya. Sampai suatu saat, saat David pergi ke Bali dalam program studi bandingnya tanpa sengaja ia melihat ayahnya. Saat itu juga david menghampiri ayahnya yang sedang terlihat menikmati jus jeruk di pinggiran pantai kuta. “Apa kabar ayah “, sapa David tanpa basa basi. “Sepertinya kau masih mengingat ayahmu ini”. “Tentu aku mengingatmu ayah, ada urusan apa ayah datang ke Indonesia ?”.”ada hal penting yang harus ayah selesaikan disisni, sahut ayah David. Urusan penting ? kenapa ayah tak memberi kabar kepadaku jika akan kemari ?. ayah tidak ingin kau terlibat dalam pemasalahan ayah, Urusi saja studi S2 mu itu dan segera kembali ke Rusia. Tempat  ini tidaklah cocok untukmu nak. Tidak ayah, aku disini sangat nyaman dan merasa ini sebagai tempat tinggal kedua ku. Terserah saja, turuti saja kemauan-kemauanmu itu. Jangan pernah lagi dengar perkataan ayah. Ayah david beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan david. David tak bisa menahan ayahnya pergi, dia hanya berharap hubungan dengan ayahnya segera membaik.

Sampai suatu malam terjadi sebuah peristiwa menggemparkan masyarakat  kota kediri dimana terjadi pengeboman di Simpang Lima Gumul yang menjadi tempat ikonik kota kediri. Kejadian itu telah memakan banyak korban yang kala itu tengah merayakan malam minggunya. Kejadian pilu itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Polisi setempat langsung melakukan penyelidikan terkait pengeboman tersebut. dari berbagai data yang ditemukan sampai dua bulan dari peristiwa tersebut polisi belum juga mendapat bukti yang kuat. Polisi menemukan identitas dengan atas nama saefullah yang tak lain adalah seorang petinggi pondok pesantren Ar-risalah yang masyhur dikalangan masyarakat. Tentu saja hal ini menimbulkan teka teki yang besar di benak polisi. Dalam motif apa kyai tersebut melakukan aksi ini. Namun tetap saja polisi tetap melakukan pemeriksaan terhadap kyai tersebut. kyai saefullah adalah kyai yang penuh wibawa merupakan ayah dari lima bersudara. Anak bungsunya adalah Hannisa. Kyai saefullah inilah yang menjadi pengatur taktik dalam pembantaian PKI di berbagai belahan kota Kediri.

Polisi tetap melakukan pemeriksaan terhadap kyai tersebut. namun tak ada bukti-bukti yang memuaskan. Sampai suatu hari datang seorang Rusia yang mengaku menjadi kaki tangan peristiwa pengeboman tersebut. tak lain orang yang menjadi dalan peristiwa pengeboman tersebut dalah yah david. Dari peristiwa itulah david juga terseret dalam masalah hukum. Dan diduga juga terlibat dalam peristiwa pengeboman tersebut.

Seketika dunia menjadi gelap dimata david, hatinya terasa kosong. Tak ada seorang pun yang menjadi tempatnya untuk mengadukan keluh-kesahnya. Hari ini dia akan menyaksikan ayahnya dihukum mati didepan matanya. Orang yang selama ini begitu ia sayangi akan terkapar bersimpah darah tak bernyawa saat algojo bertubuh kekar itu melepas peluru-peluru tembakannya. Tak ada lagi yang dapat dilakukan david selain pasrah. Saat ini pun dia juga belum bisa terlepas dari penyelidikan polisi.

David dinyatakan tidak ada keterlibatan dalam peristiwa pengeboman Simpang Lima Gumul. Namun kabar tersebut tak membuat david merasa bahagia. Baginya hidup sudah tak ada artinya. Orang yang ia sayangi yakni ayahnya telah meninggal secara mengenaskan didepan matanya. Masih terngia di telinga david perkataan dari mulut ayahnya pada saat ayah david menjelang hukuman eksekusi. Bahwasanya ibu david yang selama ini ia ketahui bukanlah ibu kandungnya, ibu kandungmu adalah sarwendah, ia merupakan perempuan asli Kediri. Ayah jatuh hati padanya saat ayah sedang studi di Indonesia. ayah menikah dengan ibumu dan hidup bahagia di Kediri, namun tak lama setelah hari kelahiranmu. Saat itu kondisi Kediri benar-benar kacau. Perseteruan antara PKI dan TNI kala itu telah merenggut nyawa ibumu. Ibumu dituduh menjadi simpatisan PKI yang meresahkan persatuan Indonesia kala itu karena telah menikah dengan ayah yang berasal dari Rusia. Yang tak lain berpaham komunis. Namun ibu dan ayah tidak pernah terlibat dalam PKI tersebut, meskipun ayah seorang komunis.

Pernyataan ayah david selalu terngia-ngia ditelinganya, berbekal dari sebuah foto dan alamat yang tertulis dibalik foto tersebut david mencari paling tidak dimana makam ibunya berada. Atau paling tidak saudara dari ibunya. Dengan bantuan Hannisa, pada akhirnya david dapat menemukan keluarga dari ibu David. Sampai akhirnya david memilih menetap tinggal di kediri. Rasa sukanya pada hannisa dan ajaran islam yang banyak diceritakan hannisa membuat hati david yang komunis tersentuh untuk masuk islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *